Home Event Sare Dame Telah Menjelma Jadi Gerakan Bersama Taan Tou Lembata

Sare Dame Telah Menjelma Jadi Gerakan Bersama Taan Tou Lembata

by Igo Kleden
0 comment

Ritual GWALE KLERU MALU, KOLI TBAKO & TUAK MARAK Jadi Pilihan Sare Dame

di Kampung Bao Langu, Nubatukan

LEMBATA|PARADISO.CO.ID – Explorasi Budaya Lembata dengan konten Sare Dame Taan Tou Lembata makin menggema. Pada komunitas yang ke sembilan yakni di Nubatukan, gerakan ini  mengambil lokasi kegiatan di Kampung Bao Langu.

Upacara penjemputan semua tamu yang meriah dengan diiringi lagu dan tarian “uru sele” menghantar tamu menuju lokasi ritual. Ritual GWALE KLERU MALU, KOLI TBAKO, TUAK MARAK, menjadi pilihan komunitas di Nubatukan dalam rekonsiliasi relasi agung : Ama Lera Wulan (sang pencipta) – Ina Tana Ekan (bumi) – Ribu Ratù (sesama)  dan  Tua Magu (leluhur).

Perwakilan peserta dan Bupati Lembata, Thomas Ola  mengambil bagian dalam ritus dan makan adat bersama sebagai simbol perdamaian dan persaudaraan. Diakhir ritus adat Sare Dame, semua yang hadir mendapatkan air berkat (kerus baki) yang telah diupacarakan dan disimpan di rumah adat semalaman. Komunitas adat Baolangu-Nubatukan meyakini Kerus Baki menjadi simbol kesejukan dan kedamaian bagi semua yang telah datang dan mendapatkannya.
Perayaan sare dame dalam pentasan budaya menghadirkan generasi dari Taman Kanak Kanak, remaja, karang taruna hingga lansia.

Pada kesempatan ini juga tokoh akademisi yang menjadi tim ahli Bupati Lembata Dr. Hipolitus Kewuel dan Dr. Wilem Rongan menyatakan setelah mengikuti rangkaiaan acara mereka telah diinspirasi untuk menyusun filosofi hidup orang Lembata dalam beberapa keyword : Tapa Holo, Sare Dame, Tugul Gawak dan Taan Tou.

Baca Juga:   Indonesia Siap Gelar Rangkaian ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta

Bupati Lembata dalan closing statementnya menyatakan, dari presentase acara dan properti yang dikenakan dalam pentasan, kaum perempuan adalah sumber inspirasi dan pusat budaya. Ina Peni yang menjadi korban persembahan demi mendapatkan benih untuk tanam di ladang, Tenun tradisional yang sangat sarat makna juga lahir dari inspirasi dan tangan mulia seorang perempuan. Bupati berpesan bahwa OPD wajib memberikan perhatian besar terhadap pemberdayaan kaum perempuan dan anak.***

Editor – Igo Kleden

Berita Terkait