Home Event Komodo Waterfront Festival 2025 Resmi Dibuka, 1.507 Peserta Meriahkan Aksi Kolosal Bentang Kain Songke Manggarai

Komodo Waterfront Festival 2025 Resmi Dibuka, 1.507 Peserta Meriahkan Aksi Kolosal Bentang Kain Songke Manggarai

by Bali Paradiso
0 comment

LABUAN BAJO – Komodo Waterfront Festival (KWF) 2025 dengan tema “Bajo Heritage” resmi dibuka hari ini di Labuan Bajo melalui sebuah seremoni budaya spektakuler. Pembukaan berlangsung pukul 06.00–08.30 WITA dan menampilkan aksi kolosal Bentang Kain Songke Manggarai yang melibatkan 1.507 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Karnaval Budaya Warnai Pembukaan

Rangkaian pembukaan dimulai dengan Karnaval Kebudayaan dari Puncak Waringin menuju Jalan Soekarno Hatta, tepat di depan Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo. Tarian tradisional, busana khas Manggarai, serta ragam atraksi seni menghidupkan semangat “Bajo Heritage” sebagai napas utama festival tahun ini.

Puncak acara ditandai dengan pembentangan massal Kain Songke Manggarai, disaksikan langsung oleh:

  • dr. Yulianus Weng, M.Kes – Wakil Bupati Manggarai Barat

  • Ferry Snyders – Direktur Utama PT Indonesia Ferry Property (IFPRO)

Sejumlah pimpinan Forkopimda Manggarai Barat turut hadir, termasuk Kapolres, Danlanal, Dandim, dan Danramil. Hadir pula Ketua ASITA, Ketua PHRI, perwakilan institusi pendidikan, serta pimpinan OPD Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai Barat menyampaikan bahwa KWF adalah momentum untuk menegaskan identitas budaya Manggarai.
“Komodo Waterfront Festival adalah panggung kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Labuan Bajo tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang tak ternilai,” ujarnya.

Seremoni pembukaan diakhiri dengan pemukulan gong, menandai resmi dibukanya Komodo Waterfront Festival 2025.

Baca Juga:   Pameran "Growing Kopi, Drinking Qahwa; Stories of Coffee in Qatar and Indonesia" Perkuat Hubungan Kedua Negara

Bentang Songke: Ikon Bajo Heritage

Aksi Bentang Kain Songke melibatkan pelajar dan tenaga pendidik dari berbagai institusi, termasuk Politeknik Elbajo Commodus, SMK Stella Maris, MAN Komodo, SMKN 1 Labuan Bajo, SMAN 1 Komodo, SMPN 1 Komodo, SMP Arnoldus, SMAK dan SMPK St. Ignatius Loyola, serta SMK St. Yosefa.

Pembentangan ribuan kain Songke ini menjadi simbol:

  • Pelestarian budaya dan kebanggaan pada warisan leluhur

  • Penghormatan terhadap akar budaya Manggarai Barat

  • Penguatan citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata berkelas dunia

  • Kebersamaan masyarakat dalam menyambut wisatawan

Rangkaian Acara Berlanjut hingga 22 November

KWF 2025 menawarkan berbagai kegiatan budaya, kuliner, dan hiburan, di antaranya:

  • 15 November – Karnaval budaya & Bentang Songke

  • 16 November – Pelatihan & kompetisi memasak bersama chef tamu bersertifikasi internasional

  • 18–19 November – Pelatihan dan kompetisi mixology bersama Gede Ngurah Udayana & Eka Jager

  • 19 November – Pameran budaya dan Final Komodo Idol 3

  • 20–22 November – Bazaar UMKM seni, budaya, dan kuliner

  • 21 November – Bajo Got Talent

  • 22 November (Puncak Acara) – Sendratari modern, Komodo Idol Grand Final, fashion show, dan hiburan musik

Festival ini terbuka untuk masyarakat dan wisatawan, menampilkan kekayaan budaya Manggarai Barat yang dikemas secara modern dan inklusif.***

Berita Terkait