Home News Tak Indahkan Perintah Kapolri, Judi Di Belu Perbatasan RI-RDTL Kian Marak

Tak Indahkan Perintah Kapolri, Judi Di Belu Perbatasan RI-RDTL Kian Marak

by Editor Bali
0 comment

ATAMBUA – Perjudian kian marak terjadi di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Hingga bulan November 2023 ini, aktivitas perjudian yang terus terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resort Belu, sebagaimana pantauan media berbentuk judi Bola Guling, Sabung Ayam dan Kupon Putih.

Bola guling sendiri memiliki stan pasti di beberapa titik dalam Kota Atambua hingga pelosok pedesaan.

Tidak hanya stan, permainan bola guling ini diduga menjadi kewajiban dalam setiap tenda acara kematian maupun pernikahan.

Bak pasar malam judi Bola Guling juga sering dibuka langganan dibibir jalan umum hingga dini hari.

Sementara judi sabung ayam sendiri memiliki stan di Fatubenao dan Kuneru, Kecamatan Kota Atambua; serta Kilo 16, Kecamatan Tasifeto Barat.

Judi sabung ayam sering kali memberi undangan kepada para penjudi dari Kabupaten Malaka, TTU, TTS, Kupang bahkan dari Negara tetangga Timor Leste.

Selain itu, judi kupon putih masih terus berjalan dimana masyarakat sering menyebut namanya Bos B dan anaknya A dan seorang lagi inisial Bos RT yang menguasai perjudian Kupon Putih di Belu hingga Malaka.

Padahal aktivitas perjudian ini sering terjadi dengan jarak yang tidak begitu jauh dari Mako Polres Belu dan Polsek setempat.

Perjudian di wilayah hukum Kepolisian Resort Belu ini seakan-akan tak tersentuh hukum bahkan diduga sengaja dibiarkan dan pihak Polres Belu diduga pura – pura tutup mata.

Baca Juga:   Sekda Ungkap Sejumlah Upaya Pemprov Sumbar untuk Sukseskan Pemilu 2024 PADANG- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan apel gelar pasukan Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" di Lapangan Satbrimobda Polda Sumbar, Padang (17/10/2023). Apel yang digelar secara serentak oleh seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia tersebut, bertujuan untuk pemeriksaan akhir kesiapan personel, peralatan, dan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan Pemilu 2024. Hadir mewakili Gubernur Mahyeldi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Hansastri mengatakan pihaknya selaku wakil pemerintah pusat di daerah telah melaksanakan sejumlah kewajiban dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. "Gubernur bersama DPRD telah menunaikan 2 kewajiban yang menjadi tugas Pemprov untuk mensukseskan Pemilu serentak 2024, pertama terkait alokasi anggaran dan yang kedua, terkait netralitas ASN," tegas Hansastri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Singgalang 2023-2024. Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya menyambut baik berbagai persiapan yang telah dilakukan banyak pihak untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. Hansastri berharap, semua upaya tersebut dapat membuat Pemilu serentak 2024 berjalan lancar, aman, dan tertib, baik di tingkat Sumbar maupun nasional. "Melihat apa yang telah dilakukan banyak pihak hingga saat ini, kita berharap penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 bisa berjalan aman dan lancar," pungkas Hansastri. Sementara itu Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono dalam amanatnya saat bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan Pemilu 2024 adalah Pesta Demokrasi terbesar di Indonesia dan berpengaruh besar untuk masa depan bangsa. Menurutnya, seluruh pihak mesti memberikan kontribusi positifnya untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Dikatakannya, Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" akan berlangsung selama 222 hari, terhitung mulai dari 19 Oktober 2023 hingga 20 Oktober 2024 mendatang. Ia menyebut, khusus di Sumbar personil Polri yang diturunkan untuk pengamanan pemilu 2024 lebih kurang sebanyak 8.000 orang. Jumlah tersebut, belum termasuk personil pendukung dari komponen TNI dan Kementerian/Lembaga lainnya. Sementara secara nasional, Operasi Mantap Brata 2023-2024 ini melibatkan sebanyak 434.197 personel Polri, mulai di tingkat Mabes hingga seluruh polda jajaran. "Khusus di tubuh Polda Sumbar, kita menurunkan 3/4 dari total kekuatan. Jumlah nya sekitar 8.000 personil," ungkap Irjen Pol Suharyono. Dalam teknis pelaksanaannya, Kapolda mengakui penanganan untuk setiap daerah tidak sama, ada pemetaan klasifikasi tingkat pengamanan berdasarkan potensi kerawanan ganguan keamanan. Di Sumbar, sambung Kapolda, pihaknya menilai seluruh daerah masih dalam kategori aman, sehingga belum diperlukan penanganan khusus. Tapi, ia mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi jika saja terjadi kondisi diluar perkiraan awal. "Meskipun saat ini di Sumbar belum ada daerah yang termasuk kategori rawan. Tapi kita tetap lakukan pemantauan, sebagai langkah antisipasi," pungkas Kapolda Sumbar. Terakhir ia menegaskan, dalam pelaksanaan pengamanan selama Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" pihaknya akan mengedepankan 4 unsur utama yakni, pertama security (bebas dari rasa takut dan kekhawatiran), surety (keyakinan dan kepastian hukum), safety (kenyamanan), peace, (perasaan tentram dan damai). Menurutnya, jika empat unsur tersebut telah dapat diwujudkan maka dengan sendirinya keamanan bisa terwujud dan terjamin. (adpsb/ ** / H )

Hal ini tentu sangat bertentangan dengan perintah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, untuk menindak tegas terhadap pelaku aktivitas judi, termasuk bandar dan backing judi baik itu perjudian di darat maupun secara online.

“Perjudian apapun bentuknya apakah itu darat, apakah itu online semuanya harus ditindak. Jadi saya ulangi, yang namanya perjudian apakah itu judi darat, judi online segala macam bentuknya harus ditindak. Saya tidak akan memberikan toleransi kalau masih ada yang kedapatan, pejabatnya saya copot dan tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu direktur, apakah itu Kapolda, saya copot. Demikian juga di Mabes juga sama. Tolong betul-betul diperhatikan,” tegas Kapolri dalam arahannya melalui video conference kepada seluruh jajaran mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polda Jajaran se-Indonesia, Kamis (18/08/2022).

Ditambahkan, “kemudian hal-hal yang menjadi keluhan masyarakat dan dilaporkan, tolong bereskan. Dan juga masalah Narkoba jangan ada yang main-main kalau ketahuan bermain-main dengan masalah narkoba, pengatur, pengedar, pengguna, ketahuan saya copot. Ilegal mining, apalagi di wilayah hutan lindung dan sebagainya, tidak ada lagi. Penyelundupan demikian juga, penyalahgunaan BBM, LPG apalagi yang saat ini menjadi beban pemerintah tolong tertibkan. Masalah pungli kalau ada saya tindak. Ini pertaruhan kita. Tinggal rekan-rekan memilih yang mana
Yang nggak sanggup angkat tangan, kalau sanggup kerjakan.”

Baca Juga:   RSU GBM Klungkung, Rumah Sakit dengan Fasilitas Berstandar International

Perintah Kapolri, Listyo Sigit Prabowo ini kemudian ditindaklanjuti oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto dengan mengeluarkan Surat Telegram kepada jajaran Polda untuk segera lakukan penindakan terhadap semua yang terlibat dalam perjudian.

Kapolres Belu, AKBP Richo Simanjuntak yang dikonfirmasi terkait hal ini pada Jumat 24 November 2023 melalui pesan WhatsAppnya mengarahkan ke Kasie Humas Polres Belu, I Ketut Karnawa.

Awak media mengkonfirmasi ke Kasie Humas Polres Belu terkait maraknya judi di Belu di saat ini dan dugaan bandar judi dibekingi serta adanya dugaan setoran khusus namun belum memberikan tanggapan.*** (Ronny)

Berita Terkait