Home News Terima Kunker DPR RI, Wagub Cok Ace Sampaikan Keluh Kesah Pelaku Pariwisata

Terima Kunker DPR RI, Wagub Cok Ace Sampaikan Keluh Kesah Pelaku Pariwisata

by Igo Kleden
0 comment

DENPASAR|PARADISO.CO.ID – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi IX DPR RI di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur, Kamis (27/1/2022). Kunker Spesifik Komisi IX DPR RI yang dipimpin Charles Honoris ini terkait pengawasan persiapan penerapan protokol kesehatan bagi delegasi pertemuan G-20 dan event internasional lainnya di Bali. Kesempatan bertemu wakil rakyat dimanfaatkan Wagub Cok Ace menyampaikan berbagai keluh kesah pelaku pariwisata yang saat ini berada dalam situasi sangat tertekan karena belum ada tanda-tanda kebangkitan sektor pariwisata secara signifikan.

Wagub Cok Ace bertutur, border internasional yang resmi dibuka pada 14 Oktober 2021 lalu sempat memberi angin segar bagi pelaku pariwisata di Bali. Naman faktanya, kebijakan itu tak berpengaruh signifikan bagi pemulihan sektor pariwisata. Pembukaan border internasional tak berdampak pada bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Pulau Dewata. Sepanjang tahun 2021, pihaknya mencatat wisatawan asing yang masuk ke Bali hanya berjumlah 41 orang. “Padahal sebelum pandemi, jumlah kunjungan mencapai 6,3 juta,”sebutnya. Situasi keterpurukan yang berlarut-larut ini membuat sebagian besar masyarakat Bali yang bergantung pada sektor pariwisata menjadi sangat tertekan. Apalagi, sejumlah pengusaha sempat menambah utang untuk membenahi kembali sarana akomodasi wisata yang mereka kelola. “Mereka sempat punya harapan besar sehingga menambah utang untuk membersihkan kolam, membuat AC kembali dingin dan karpet tidak bau. Ibarat menjaga warung, kami kembali menata barang dagangan,mengelap etalase. Tapi pembeli tak kunjung datang hingga etalase kami kembali berdebu,” ujarnya diplomatis.

Baca Juga:   Mahyeldi : Sumbar Siap Jadi Percontohan Biosekuriti Akuakultur, IORA Beri Dukungan Regional

Ia pun menyebut sejumlah kebijakan yang perlu dikaji untuk pemulihan pariwisata Bali. Pertama, syarat penerbangan direct ke Bali yang menurutnya mesti dievaluasi karena tidak mungkin perusahan penerbangan dari Eropa mau memberangkatkan pesawat yang hanya mengangkut 25 penumpang dengan durasi penerbangan cukup panjang. Kedua, ruwetnya mekanisme pengurusan visa yang dikeluhkan wisatawan. Selain ruwet, kuota sebanyak 1.500 orang asing per hari untuk tujuan seluruh Indonesia juga sangat kecil, karena sebelum pandemi, Bali kedatangan 16 hingga 17 ribu wisatawan. Hal lain yang juga memberatkan wisatawan adalah biaya penanganan Covid-19 yang dibebankan kepada mereka. Panglingsir Puri Ubud ini berharap masukan ini mendapat perhatian jajaran Komisi IX DPR RI untuk dikoordinasikan dengan pemerintah.

Pada bagian lain, Wagub Cok Ace juga melaporkan perkembangan terakhir penanganan Covid-19 di Pulau Dewata. Berdasarkan data per tanggal 25 Januari 2022, kasus kumulatif konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Bali tercatat sebanyak 114.860 orang dan 4.066 orang meninggal. Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 yang terus meningkat. Persentase jumlah kesembuhan mencapai 96,12%. Ditambahkan olehnya, Pemprov Bali telah melakukan segala upaya dalam menangani Covid-19, salah satunya dengan memberikan fasilitas isolasi terpusat dan mengintensifkan tracing kasus. Lebih dari itu, Bali melakukan upaya percepatan pencapaian target vaksinasi Covid-19 menuju terbentuknya “Herd Immunity”. Jumlah total vaksin Covid-19 yang telah diterima oleh Pemerintah Provinsi Bali dari Januari 2021 sebanyak 7.999.301 dosis dan jumlah yang telah memperoleh vaksinasi tahap 1 sebanyak 3.506.888 jiwa (102,99%) dan vaksinasi tahap 2 sejumlah 3.144.868 jiwa (92.36%). Untuk anak usia 6-11 tahun, vaksinasi tahap 1 sejumlah 385.971 jiwa (104,59%) dan vaksinasi tahap 2 sejumlah 225.967 jiwa (61,29%). Sedangkan untuk vaksinasi tahap 3 (booster) bagi non-tenaga kesehatan telah mencapai 97.583 jiwa (3.28%) serta booster untuk tenaga kesehatan sejumlah 41.325 jiwa (112,2%).

Baca Juga:   Peran Aktif Indonesia Dalam Kemitraan Pariwisata Baru “New Normal” di ASEAN

Wagub Cok Ace menambahkan, Bali akan menjadi tempat penyelenggaraan G20 mulai bulan Februari 2022. Oleh sebab itu, Pemprov Bali memprioritaskan pemberian fasilitas yang berkualitas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat kepada delegasi G20. “Dalam rangka penyelenggaraan G20, kami juga telah menetapkan RS Rujukan untuk mendukung tugas pelayanan kesehatan. Masing-masing RS menyiapkan fasilitas perawatan pasien Covid-19 dengan kapasitas tempat tidur isolasi intensif serta non-intensif sebanyak 2.340 tempat tidur,” terangnya. Selain itu, Pemprov Bali juga mewajibkan Destinasi Pariwisata dan Industri Pariwisata untuk melaksanakan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environtment) dan sampai saat ini telah ada 1.576 destinasi dan industri pariwisata yang telah memiliki sertifikat CHSE.

Pimpinan Rombongan Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyampaikan bahwa kunker ini bertujuan mendapatkan informasi dan gambaran komprehensif tentang penerapan prokes dan persiapan infrastruktur pendukung kegiatan presidensi G20 di Bali. Berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, presidensi G20 berpotensi mendatangkan wisatawan dari 20 negara anggota, organisasi internasional dan negara undangan. “Estimasi warga negara asing yang akan masuk ke tanah air dalam event tersebut diperkirakan mencapai 6.500 delegasi,” ujarnya. Mengingat tingginya mobilitas warga asing, pemerintah berkewajiban memastikan kegiatan itu berjalan lancar dan menjamin tak ada klaster baru penyebaran Covid-19. Kegiatan Kunker diisi dengan sesi diskusi dan diakhiri penyerahan cenderamata.***

Baca Juga:   Sekda Ungkap Sejumlah Upaya Pemprov Sumbar untuk Sukseskan Pemilu 2024 PADANG- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan apel gelar pasukan Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" di Lapangan Satbrimobda Polda Sumbar, Padang (17/10/2023). Apel yang digelar secara serentak oleh seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia tersebut, bertujuan untuk pemeriksaan akhir kesiapan personel, peralatan, dan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan Pemilu 2024. Hadir mewakili Gubernur Mahyeldi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Hansastri mengatakan pihaknya selaku wakil pemerintah pusat di daerah telah melaksanakan sejumlah kewajiban dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. "Gubernur bersama DPRD telah menunaikan 2 kewajiban yang menjadi tugas Pemprov untuk mensukseskan Pemilu serentak 2024, pertama terkait alokasi anggaran dan yang kedua, terkait netralitas ASN," tegas Hansastri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Singgalang 2023-2024. Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya menyambut baik berbagai persiapan yang telah dilakukan banyak pihak untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. Hansastri berharap, semua upaya tersebut dapat membuat Pemilu serentak 2024 berjalan lancar, aman, dan tertib, baik di tingkat Sumbar maupun nasional. "Melihat apa yang telah dilakukan banyak pihak hingga saat ini, kita berharap penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 bisa berjalan aman dan lancar," pungkas Hansastri. Sementara itu Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono dalam amanatnya saat bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan Pemilu 2024 adalah Pesta Demokrasi terbesar di Indonesia dan berpengaruh besar untuk masa depan bangsa. Menurutnya, seluruh pihak mesti memberikan kontribusi positifnya untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Dikatakannya, Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" akan berlangsung selama 222 hari, terhitung mulai dari 19 Oktober 2023 hingga 20 Oktober 2024 mendatang. Ia menyebut, khusus di Sumbar personil Polri yang diturunkan untuk pengamanan pemilu 2024 lebih kurang sebanyak 8.000 orang. Jumlah tersebut, belum termasuk personil pendukung dari komponen TNI dan Kementerian/Lembaga lainnya. Sementara secara nasional, Operasi Mantap Brata 2023-2024 ini melibatkan sebanyak 434.197 personel Polri, mulai di tingkat Mabes hingga seluruh polda jajaran. "Khusus di tubuh Polda Sumbar, kita menurunkan 3/4 dari total kekuatan. Jumlah nya sekitar 8.000 personil," ungkap Irjen Pol Suharyono. Dalam teknis pelaksanaannya, Kapolda mengakui penanganan untuk setiap daerah tidak sama, ada pemetaan klasifikasi tingkat pengamanan berdasarkan potensi kerawanan ganguan keamanan. Di Sumbar, sambung Kapolda, pihaknya menilai seluruh daerah masih dalam kategori aman, sehingga belum diperlukan penanganan khusus. Tapi, ia mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi jika saja terjadi kondisi diluar perkiraan awal. "Meskipun saat ini di Sumbar belum ada daerah yang termasuk kategori rawan. Tapi kita tetap lakukan pemantauan, sebagai langkah antisipasi," pungkas Kapolda Sumbar. Terakhir ia menegaskan, dalam pelaksanaan pengamanan selama Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" pihaknya akan mengedepankan 4 unsur utama yakni, pertama security (bebas dari rasa takut dan kekhawatiran), surety (keyakinan dan kepastian hukum), safety (kenyamanan), peace, (perasaan tentram dan damai). Menurutnya, jika empat unsur tersebut telah dapat diwujudkan maka dengan sendirinya keamanan bisa terwujud dan terjamin. (adpsb/ ** / H )

Berita Terkait