Home Event THE DARK ALLEY, Cerita Hidup Seorang Jandapreneur, Myrna Soeryo

THE DARK ALLEY, Cerita Hidup Seorang Jandapreneur, Myrna Soeryo

by Igo Kleden

BALI|PARADISO.CO.ID – Di dalam momentum Hari Janda Internasional, yang jatuh setiap tanggal 23 Juni setiap tahunnya, Myrna Soeryo, seorang jandapreneur dan praktisi komunikasi, meluncurkan buku kumpulan puisi pertamanya berjudul The Dark Alley (Lorong Gelap).

“Buku ini menceritakan pengalaman saya ketika berada di suatu relasi beracun. Bagaimana saya jatuh bangun dan berjuang, berusaha menemukan jati diri saya sendiri dan memberanikan diri untuk keluar dari relasi beracun. Terbagi dalam tiga bab, tiap bab bercerita saat saya merasa hancur dan berada di titik terendah dalam hidup, mengulang pola relasi beracun yang sama dan akhirnya menemukan jati diri, termasuk mencintai diri saya sendiri sepenuhnya,” ucap Myrna.

Buku yang dimulai proses kreatifnya pada saat awal pandemi di tahun lalu, juga menggambarkan bagaimana suatu relasi beracun dapat terulang kembali dengan pola yang sama, bila tidak dapat sepenuhnya dimaafkan dan dilupakan.

“Membaca Dark Alley seperti menyusuri kembali lorong gelap di mana saya pernah berada. Secara indah Myrna menuntun saya pada kisahnya, yang saya percaya dialami juga oleh banyak perempuan. Terima kasih sudah mengingatkan bahwa kalau kamu terus berjalan, ada cahaya di ujung sana,” ujar Mia Amalia, penulis buku The Single Moms dan penulis skenario.

Pada saat peluncuran buku, Marlin Siahaan, mantan Country Manager dari Google-Waze Indonesia dan Eurekawomen host, berujar,”Kita bisa merasakan kekuatan seorang Myrna melewati berbagai fase kehidupannya terutama perjuangan mendalami arti cinta. Ketika kehilangan cinta menjadi proses untuk menemukan arti kekuatan cinta yang sesungguhnya, untuk dirinya maupun untuk mencintai Tuhan atau orang di luar dirinya lebih dewasa lagi, bahkan hingga akhirnya menemukan ketenangan hidup dengan kekuatan cinta yang melekat pada diri dalam melewati berbagai rintangan”.

Baca Juga:   Java Jazz Festival 2020 Tunjukkan Besarnya Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia

The Dark Alley akan menjadi buku pertama dari trilogi buku puisi bertemakan cinta, yang akan diluncurkan oleh Myrna.

“Cinta bisa menjungkir-balikkan hidup kita: bahagia – merana, berjuang – berhasil,  menyakitkan – menyembuhkan. Semua itu tergantung pada bagaimana kita menghadapi cinta dan dengan siapa kita jatuh cinta. Myrna membagi cintanya dalam tiga babak: porak-poranda, menemukan dirinya (kembali), dan (berhasil) jatuh cinta lagi. Semua dalam rangkaian puisi yang jujur, to the point menggambarkan rasanya. Karena cinta memang perkara rasa. Puisi, bisa mengajak kita mengecapnya, sejelas hidangan di atas meja,” ucap Candra Widanarko, mantan pemimpin redaksi majalah gaya hidup terkemuka.

Menutup perbincangan, Myrna berharap buku ini bisa menjadi sumber inspirasi buat janda-janda lainnya dan perempuan-perempuan yang sedang berada di lorong gelap mereka. “Buku ini, saya dedikasikan untuk para janda dan perempuan yang sedang berada di masing-masing lorong gelap mereka, agar tidak terus terpuruk dalam lorong gelapnya, tetapi terus melangkah maju, untuk menemukan cahaya”. ***

Editor – Igo Kleden

Berita Terkait