Home News Workshop KPID Sumbar: Cerdas Bermedia di Era Digital

Workshop KPID Sumbar: Cerdas Bermedia di Era Digital

by Editor Bali
0 comment

PADANG, PARADISO INDONESIA – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Workshop Penyiaran dengan tema “Cerdas Bermedia di Era Digital.

Dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Praktisi, Komisioner hingga Kepala Dinas Kominfo Sumbar, kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula KPID Sumbar, Jumat (8/12/2023).

Kegiatan Workshop tersebut dibuka langsung oleh Anggota DPRD Sumbar, Maigus Nasir dan dihadiri oleh peserta dari organisasi, pelaku konten kreator dan pelaku Penyiaran Radio dan Televisi di Sumbar.

Ketua KPID Sumbar, Robert Kennedy menyampaikan bahwa seperti diketahui saat ini, distribusi informasi itu tidak hanya di Media Konvensional baik di media elektronik atau media cetak, tapi informasi itu sekarang malah lebih banyak dilakukan di media sosial (Medsos).

Pada Tahun 2023 ini, bahwa Televisi saat ini sudah beralih dari Analog ke Digital. Dengan peralihan siaran digital ini maka nanti Televisi itu tidak ada di Kota Padang saja lagi tapi juga akan hadir TV Swasta lain dari sejumlah daerah.

“Nantinya ada beberapa kanal yang dapat dimanfaatkan untuk membuat Televisi baru atau Chanel baru yang nanti tentunya akan menyuguhkan bervariasi konten, dimana konten-konten ini kalau sekiranya tidak ditata, kemudian tidak diawasi maka tentu ini akan berdampak kepada masyarakat yang mendapatkan Informasi dan hiburan dari Televisi tersebut,” ungkap Robert.

Ia katakan KPI dan KPID Sumbar di sini berfungsi bagaimana cara menjaga, mengawal agar Televisi di era digital ini agar patuh terhadap aturan yang sudah disiapkan KPID yakni P3SPS.

Baca Juga:   Sekda Ungkap Sejumlah Upaya Pemprov Sumbar untuk Sukseskan Pemilu 2024 PADANG- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan apel gelar pasukan Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" di Lapangan Satbrimobda Polda Sumbar, Padang (17/10/2023). Apel yang digelar secara serentak oleh seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia tersebut, bertujuan untuk pemeriksaan akhir kesiapan personel, peralatan, dan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan Pemilu 2024. Hadir mewakili Gubernur Mahyeldi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Hansastri mengatakan pihaknya selaku wakil pemerintah pusat di daerah telah melaksanakan sejumlah kewajiban dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. "Gubernur bersama DPRD telah menunaikan 2 kewajiban yang menjadi tugas Pemprov untuk mensukseskan Pemilu serentak 2024, pertama terkait alokasi anggaran dan yang kedua, terkait netralitas ASN," tegas Hansastri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Singgalang 2023-2024. Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya menyambut baik berbagai persiapan yang telah dilakukan banyak pihak untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. Hansastri berharap, semua upaya tersebut dapat membuat Pemilu serentak 2024 berjalan lancar, aman, dan tertib, baik di tingkat Sumbar maupun nasional. "Melihat apa yang telah dilakukan banyak pihak hingga saat ini, kita berharap penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 bisa berjalan aman dan lancar," pungkas Hansastri. Sementara itu Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono dalam amanatnya saat bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan Pemilu 2024 adalah Pesta Demokrasi terbesar di Indonesia dan berpengaruh besar untuk masa depan bangsa. Menurutnya, seluruh pihak mesti memberikan kontribusi positifnya untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Dikatakannya, Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" akan berlangsung selama 222 hari, terhitung mulai dari 19 Oktober 2023 hingga 20 Oktober 2024 mendatang. Ia menyebut, khusus di Sumbar personil Polri yang diturunkan untuk pengamanan pemilu 2024 lebih kurang sebanyak 8.000 orang. Jumlah tersebut, belum termasuk personil pendukung dari komponen TNI dan Kementerian/Lembaga lainnya. Sementara secara nasional, Operasi Mantap Brata 2023-2024 ini melibatkan sebanyak 434.197 personel Polri, mulai di tingkat Mabes hingga seluruh polda jajaran. "Khusus di tubuh Polda Sumbar, kita menurunkan 3/4 dari total kekuatan. Jumlah nya sekitar 8.000 personil," ungkap Irjen Pol Suharyono. Dalam teknis pelaksanaannya, Kapolda mengakui penanganan untuk setiap daerah tidak sama, ada pemetaan klasifikasi tingkat pengamanan berdasarkan potensi kerawanan ganguan keamanan. Di Sumbar, sambung Kapolda, pihaknya menilai seluruh daerah masih dalam kategori aman, sehingga belum diperlukan penanganan khusus. Tapi, ia mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi jika saja terjadi kondisi diluar perkiraan awal. "Meskipun saat ini di Sumbar belum ada daerah yang termasuk kategori rawan. Tapi kita tetap lakukan pemantauan, sebagai langkah antisipasi," pungkas Kapolda Sumbar. Terakhir ia menegaskan, dalam pelaksanaan pengamanan selama Operasi "Mantap Brata Singgalang 2023-2024" pihaknya akan mengedepankan 4 unsur utama yakni, pertama security (bebas dari rasa takut dan kekhawatiran), surety (keyakinan dan kepastian hukum), safety (kenyamanan), peace, (perasaan tentram dan damai). Menurutnya, jika empat unsur tersebut telah dapat diwujudkan maka dengan sendirinya keamanan bisa terwujud dan terjamin. (adpsb/ ** / H )

“Jangan sampai di era digital ini akan membuat konten-konten yang hanya mengejar rangking tinggi, seperti kecilnya program bermuatan pendidikan dan tayangan-tayangan yang sehat,” sebutnya.

“Oleh sebab itu, di era digital ini kita berharap perlu didiskusikan bagaimana format Penyiaran ke depan yang tentunya itu nanti berdampak terhadap pelestarian kebudayaan lokal, kemudian bagaimana juga berdampak secara ekonomi menumbuhkan industri-industri kreatif di daerah,” imbuhnya.

Ia menambahkan di era digital saat ini sangat banyak tumbuh konten-konten kreator yang tentunya mereka punya potensi, kalau bisa dikolaborasikan dengan lembaga penyiaran, tentunya ini akan menghidupkan Penyiaran di Sumatera Barat yang berdampak kepada masing-masing atau daerah sendiri.

“Pada kegiatan saat ini sangat penting kita berbicara nanti bagaiman kita menata penyiaran ke depan, kemudian bagaimana membuat konten-konten ini memang menyehatkan dan berkualitas, kemudian bagaimana lembaga penyiaran yang tumbuh ini bisa bertahan dan butuh strategi marketing untuk membuat konten yang kreatif dan inovatif sehingga menarik juga berkualitas untuk disajikan atau disuguhkan kepada penonton atau pendengar di Sumatera Barat ini,” ujarnya.

“Dan semoga pada kegiatan ini, dapat memberikan masukan dan sumbang saran, dan berharap ada rekomendasi dari pertemuan ini yang akan bisa kita sampaikan untuk perubahan pada Perda penyiaran yang saat ini kita susun dan akan kita serahkan ke Kementerian Kominfo dan Kementerian Dalam Negeri. Semoga ada poin-poin penting yang akan kita usulkan nantinya pada perubahan Perda Penyiaran, yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (** / H )

Baca Juga:   PT New Nordic Indonesia Digugat Ingkar Janji, Maya Arsanti Minta Keadilan

Berita Terkait