Home News Pemilu 2024 Angkat 35% Pergerakan Wisnus

Pemilu 2024 Angkat 35% Pergerakan Wisnus

by Bowo
0 comment

Jakarta (Paradiso) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memproyeksikan kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mampu menopang pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 30-35 persen di tahun itu. “Jadi kuartal pertama 2024 ini mungkin kita bisa menyasar 30-35 persen dari total pergerakan wisatawan nusantara,” ujar Sandiaga dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) yang digelar di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Menparekraf meyakini, Pemilu justru memicu tingginya pergerakan masyarakat dari kabupaten ke kabupaten dengan durasi di atas enam jam untuk mengikuti Pemilu. “Jadi justru saya optimistis dengan Pemilu ini jumlah pergerakan wisatawan nusantara meningkat,” ujarnya.

Sementara itu realisasi investasi sektor pariwisata 2023 didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai Rp14,9 triliun.

“Yang menarik adalah kita sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, penanaman modal dalam negeri lebih besar sejumlah hampir Rp15 triliun,” ujar Sandiaga Uno.

Sandiaga menilai, dengan tingginya investasi PMDN artinya kepercayaan pengusaha di sektor parekraf untuk berinvestasi di dalam negeri telah membaik. Hal ini juga terlihat dari realisasi investasi PMDN semester I 2023 mencapai Rp23,7 triliun

Adapun PMDN digelontorkan pada jenis usaha berupa hotel bintang di kawasan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp8.228 miliar, kawasan pariwisata sebesar Rp2.601 miliar di DKI Jakarta serta restoran sebesar Rp1.656 miliar yang dikucurkan di kawasan Bali.

Baca Juga:   Tinjau Kesiapan Sejumlah TPS di Kota Padang, Gubernur Mahyeldi Nyatakan Sumbar Siap Merayakan Pesta Demokrasi

Penanaman modal asing (PMA), lanjut dia, mencapai Rp8,7 triliun yang berasal dari Singapura sebesar Rp2.458 miliar, disusul Hong Kong sebesar Rp1.720 miliar, serta India sebesar Rp1.385 miliar.

Menparekraf menargetkan investasi masuk ke Indonesia sebesar 6-8 miliar dolar AS atau sekitar Rp89-119 triliun (asumsi Rp14.900 per dolar AS) untuk sektor parekraf, sehingga mampu menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru pada 2024.

“Kalau diagregasi 6-8 miliar dolar AS dan lapangan kerja yang bisa diciptakan itu untuk (target) 4,4 juta lapangan kerja yang ingin kita ciptakan beberapa tahun ke depan,” ujar Sandiaga.

Sandiaga mengungkapkan investasi yang diterima rencananya akan disalurkan untuk membuka akomodasi hotel berkualitas bintang lima di kawasan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) dan 10 destinasi pariwisata prioritas.

Kesempatan sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo memproyeksikan terdapat empat tren pariwisata pada tahun 2024. “Prediksi akan semakin meningkat contohnya bleisure akan menguntungkan bagi kita,” ujar Angela.

Bleisure merupakan wisatawan yang memadukan perjalanan bisnis dengan waktu luang, sehingga Angela harapkan wisatawan yang datang untuk bisnis akan ditawarkan untuk berwisata ke Labuan Bajo, Bali, hingga Borobudur ditambah dengan adanya kegiatan meeting,insentive, conference, events (MICE) akan mendorong pertumbuhan bisnis.

Peluang pun dapat diambil dengan menggabungkan paket-paket gabungan antara bisnis dengan wisata.

Tren pengalaman wisata kebugaran (wellness experience) yang bermakna mendalam (deep and meaningful) juga diproyeksikan bakal semakin diminati, hal ini berkaitan dengan pergeseran perilaku wisatawan usai pandemi COVID-19 yang semakin menyadari pentingnya kesehatan jiwa dan spiritual.

Baca Juga:   Hadiri Rakor R3P, Gubernur Sumbar Sambut Mendagri Tito Karnavian di BIM Padang Pariaman

“Sekarang makin banyak wisatawan yang ingin ke alam, sejarah, dengan cerita (story telling) yang kuat. Indonesia punya peluang besar karena kita punya alam dan budaya yang kaya untuk kita kemas dengan baik,” ujarnya.

Tren lainnya yakni wisata set jetting (tempat tempat syuting film) yang bakal digandrungi dan dikunjungi untuk berwisata.

Dirinya juga menilai tren gim daring di sektor ekraf akan semakin berkembang, terlebih saat ini pihaknya tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) yang diprediksi akan selesai akhir tahun 2023 ini. (*)

Berita Terkait