Home Destinasi Rayakan HUT Pertama! Coral Breeze Studio Gelar The Greatest Showcase 2026, Hadirkan Pengalaman Mermaid Fantasy Pertama di Bali

Rayakan HUT Pertama! Coral Breeze Studio Gelar The Greatest Showcase 2026, Hadirkan Pengalaman Mermaid Fantasy Pertama di Bali

by Bali Paradiso
0 comment

GIANYAR – Coral Breeze Studio menghadirkan The Greatest Showcase 2026 – Bali’s 1st Mermaid Fantasy Experience, sebuah pertunjukan spektakuler yang memadukan seni pertunjukan bawah air (underwater performance), hiburan kreatif, pariwisata, dan pengalaman keluarga dalam satu panggung yang unik, Senin (29/6/2026).

Bertempat di Varuna Bali, Gianyar sebagai mitra penyelenggara, acara ini menjadi tonggak penting bagi Coral Breeze Studio dalam memperluas komunitas mermaid performer ke Bali, setelah sebelumnya lebih banyak beraktivitas di Jakarta.

Sylvia Tina Tanu Raharja

Founder dan owner Coral Breeze Studio, Sylvia Tina Tanu Raharja, mengatakan kerja sama dengan Varuna Bali berjalan sangat baik dan diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan melalui berbagai showcase di masa mendatang.

“Ini bukan sekadar acara satu kali. Kami ingin terus menghadirkan showcase di Bali karena potensinya sangat besar, baik dari sisi pariwisata maupun komunitas,” ujarnya.

Menurut Sylvia, Bali dipilih karena menjadi destinasi wisata dunia yang mampu menarik peserta dan penonton dari berbagai negara. Selain menikmati pertunjukan, para peserta juga dapat merasakan pengalaman wisata di sejumlah destinasi unggulan Bali.

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Hong Kong, Singapura, Taiwan, Jepang, serta negara lain yang dijadwalkan bergabung pada showcase berikutnya, seperti Korea Selatan dan Filipina. Dari dalam negeri, peserta datang dari Bali, Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta.

Baca Juga:   Ayo ke Banyuwangi! Destinasi yang Sangat Siap Jalani Protokol Kesehatan di Sektor Parekraf

Sylvia menambahkan, Coral Breeze Studio berkomitmen membangun komunitas mermaid yang inklusif. Menurutnya, menjadi seorang mermaid performer tidak ditentukan oleh bentuk tubuh, usia, maupun kondisi fisik.

“Siapa pun bisa menjadi mermaid. Kami tidak melihat tinggi badan, berat badan, bentuk tubuh, ataupun usia. Bahkan ada peserta yang merupakan penyintas polio maupun pernah menjalani operasi, tetapi mereka tetap mampu tampil indah dan percaya diri di dalam air,” katanya.

Semangat tersebut menjadi dasar berdirinya Coral Breeze Studio sebagai ruang berkarya yang menerima semua orang tanpa diskriminasi. Di tempat ini, peserta tidak hanya berlatih berenang menggunakan monofin, tetapi juga belajar mengekspresikan diri melalui seni pertunjukan bawah air.

Semangat inklusivitas itu juga tercermin dari kisah inspiratif para performer yang tampil dalam The Greatest Showcase 2026. Mereka hadir bukan sekadar menampilkan pertunjukan bawah air, tetapi juga membagikan perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan harapan.

Salah satunya adalah Mermaid Hera, seorang penyandang disabilitas akibat polio. Di daratan, ia membutuhkan tongkat untuk membantunya berjalan. Namun ketika berada di dalam air, Hera menemukan ruang untuk bergerak lebih bebas dan mengekspresikan dirinya tanpa batas. Setelah kehilangan sang suami dan melewati masa-masa yang begitu berat dalam hidupnya, dunia mermaid menjadi tempat yang memberinya ketenangan, harapan, sekaligus keluarga baru yang menerima dirinya apa adanya tanpa memandang perbedaan.

Baca Juga:   Kabar Gembira, Maskapai Juneyao Terbang Perdana ke Bali, Proyeksi Wisman Cina Meningkat

Kisah serupa juga datang dari Mermaid Ina, yang pernah menjalani operasi pada bagian pinggul dan lutut. Di balik proses pemulihan yang tidak mudah, ia menemukan kembali semangat hidup melalui dunia mermaid. Aktivitas di dalam air membantunya membangun kembali rasa percaya diri dan menikmati hidup dengan cara yang baru.

Sementara itu, Mermaid Jerina menjalani kehidupan dengan berbagai tantangan kesehatan, termasuk bipolar dan masa-masa depresi. Di tengah perjuangan tersebut, dunia mermaid menjadi salah satu alasan yang membuatnya terus belajar, bertumbuh, dan menjalani hidup dengan penuh semangat.

Yang membuat ketiga kisah ini semakin istimewa adalah mereka memulai perjalanan sebagai mermaid di usia yang tidak lagi muda, yakni memasuki usia 40-an hingga 50-an. Kehadiran mereka membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal batas usia, kondisi fisik, maupun latar belakang kehidupan.

“Mereka menunjukkan kepada kita bahwa setiap orang memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing. Yang terpenting bukan seberapa sempurna diri kita, melainkan keberanian untuk mencoba, menemukan kebebasan, ketenangan, dan kebahagiaan dalam hidup,” ujar Sylvia Tina Tanu Raharja.

 

Bagi Coral Breeze Studio, mermaid bukan hanya sebuah pertunjukan atau hobi, melainkan media untuk membangun kepercayaan diri, menyembuhkan luka batin, serta menciptakan ruang yang inklusif bagi siapa pun yang ingin berkarya tanpa rasa takut akan penilaian orang lain.

Sebagai sekolah mermaid, Coral Breeze Studio menyediakan berbagai program pelatihan dengan instruktur yang memiliki keahlian berbeda, mulai dari teknik berenang mermaid, koreografi bawah air, pembuatan konten kreatif, hingga metode mengajar untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Baca Juga:   Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Booth Design” di SITF 2026 Seoul

Sylvia menjelaskan bahwa mermaid swimming merupakan cabang olahraga sekaligus seni pertunjukan yang berbeda dengan gaya renang konvensional. Di berbagai negara, aktivitas ini telah berkembang menjadi olahraga kompetitif yang memiliki jenjang pelatihan dan kejuaraan internasional.

“Peserta yang telah mengikuti kelas dapat mengikuti kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kejuaraan mermaid saat ini sudah rutin digelar di Singapura, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan berbagai negara lainnya,” jelasnya.

The Greatest Showcase 2026 diikuti oleh 32 performer dan didukung 23 sponsor, menjadikannya salah satu pertunjukan mermaid terbesar yang pernah digelar di Bali.

Tak hanya itu, penyelenggaraan showcase ini juga bertepatan dengan ulang tahun pertama Coral Breeze Studio, sehingga menjadi momen spesial bagi seluruh komunitas mermaid yang sengaja datang ke Bali untuk merayakan sekaligus menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan rutin di Bali, Coral Breeze Studio berharap dapat memperkenalkan mermaid performance sebagai perpaduan olahraga, seni, dan hiburan keluarga, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kreatif bertaraf internasional. ** karolina ida

Berita Terkait