PADANG – Pemerintah Kota Padang akan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III senilai sekitar Rp289,08 miliar sebagai upaya memperkuat ketahanan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi sistem penyangga utama ketika instalasi pengolahan air (IPA) yang ada mengalami gangguan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
SPAM Taban III dirancang memiliki kapasitas produksi 200 liter per detik. Proyek tersebut meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), reservoir berkapasitas 3.000 meter kubik, jaringan pipa transmisi, hingga pengembangan jaringan distribusi untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih di Kota Padang.
Berdasarkan keterangan proyek, pembangunan SPAM Taban III bertujuan meningkatkan sekaligus memperluas pelayanan air minum kepada masyarakat serta memperkuat keandalan sistem penyediaan air bersih, terutama saat terjadi gangguan akibat bencana.
Anggota DPR RI Zigo Rolanda yang meninjau lokasi pembangunan, Rabu (5/8/2026), mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan air minum sekaligus memperkuat infrastruktur dasar Kota Padang.
“Kami memastikan seluruh persiapan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Padang, Balai, maupun Pemerintah Provinsi berjalan sesuai rencana. Proyek ini mencakup pembangunan instalasi pengolahan air beserta jaringan perpipaan dari IPA Taban hingga Simpang Alai, dengan masa pelaksanaan selama 450 hari kalender dan ditargetkan rampung paling lambat Oktober 2027,” ujar Zigo.
Menurutnya, keberadaan SPAM Taban III akan memperkuat pasokan air bersih menuju kawasan pusat Kota Padang. Setelah proyek ini berjalan, pemerintah akan melanjutkan penyelesaian persoalan lahan untuk pembangunan IPA Gunung Pangilun sebagai bagian dari penguatan sistem penyediaan air minum di daerah tersebut.
“Persoalan lahan yang masih tersisa sekitar 3.000 meter persegi sedang kami carikan solusi bersama. Keputusan final ditargetkan pada 20 Agustus 2026 agar pembangunan berikutnya dapat segera direalisasikan,” katanya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan SPAM Taban III diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 pelanggan. Menurutnya, pembangunan fasilitas baru ini sangat dibutuhkan mengingat tingginya permintaan sambungan air bersih di Kota Padang.
“Saat ini daftar tunggu calon pelanggan telah mencapai sekitar 18.000 sambungan. Wilayah pelayanan nantinya mencakup Koto Tangah hingga sepanjang jalur By Pass. Kehadiran SPAM Taban III akan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat,” ujar Hendra.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan pembangunan SPAM Taban III merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat ketahanan layanan air minum Kota Padang.
“SPAM Taban III sangat strategis karena akan menjadi penyangga bagi IPA Gunung Pangilun. Kami berharap seluruh penyedia jasa menjaga mutu pekerjaan, menyelesaikan proyek tepat waktu, serta memastikan kualitas pembangunan sesuai standar agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Maigus.
Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat memperhatikan dampak sosial selama proses konstruksi berlangsung dengan memperkuat koordinasi bersama masyarakat sehingga aktivitas warga tetap berjalan dengan baik.
Dengan kapasitas produksi 200 liter per detik dan jaringan distribusi yang lebih luas, SPAM Taban III diharapkan menjadi tulang punggung baru sistem penyediaan air minum Kota Padang. Selain meningkatkan cakupan pelayanan, proyek ini juga akan memperkuat keandalan pasokan air bersih saat terjadi gangguan maupun bencana, sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat yang terus meningkat seiring perkembangan kota.***

