PADANG — Pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui perbaikan jalan dan fasilitas umum. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat juga harus menjadi bagian penting dari pembangunan. Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat menghadiri syukuran pembangunan infrastruktur di RW 04, Kompleks Nuansa Indah Taruko Dodi, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan rasa syukur atas selesainya pengaspalan jalan dan betonisasi, serta pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang kini telah mencapai sekitar 90 persen.
Muhidi mengatakan, pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat membutuhkan komitmen dan kolaborasi berbagai pihak. Namun, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari infrastruktur yang telah dibangun, melainkan juga dari kemampuan masyarakat merawatnya dan memanfaatkan hasil pembangunan untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
“Pembangunan ini membutuhkan komitmen dan kolaborasi. Kita ingin masyarakat semakin maju, baik melalui pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia,” kata Muhidi.
Ia menjelaskan, infrastruktur yang dibangun dengan baik diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Jalan beton, misalnya, dapat bertahan hingga 20 tahun atau lebih apabila dikerjakan sesuai standar dan dirawat dengan baik. Sementara jalan beraspal juga membutuhkan pemeliharaan serta penggunaan sesuai kapasitas.
Meski demikian, Muhidi menekankan bahwa investasi pada pembangunan manusia memiliki arti yang tidak kalah penting. Pendidikan, keterampilan, dan pembentukan karakter generasi muda merupakan modal utama untuk menyiapkan masyarakat yang mandiri dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak-anak. Peran guru, keluarga, dan lingkungan masyarakat dinilai sama-sama penting dalam membentuk generasi yang berilmu dan berkarakter.
“Anak-anak kita inilah yang nantinya akan menggantikan kita. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, pendidikan, dan bimbingan yang baik. Guru menjadi agen perubahan, sedangkan keluarga juga berperan besar dalam membentuk karakter anak,” ujarnya.
Muhidi juga mendorong penguatan budaya membaca dan literasi di lingkungan keluarga. Menurutnya, kemampuan memahami informasi dan memilah informasi yang benar menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Orang tua dan lingkungan sekitar juga harus ikut membimbing anak-anak agar memiliki kebiasaan belajar yang baik, keterampilan, serta karakter yang kuat.
“Jangan pernah lelah mendoakan anak-anak kita. Arahkan mereka untuk terus belajar, rajin membaca, dan memiliki keterampilan. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab keluarga dan lingkungan,” katanya.
Selain pendidikan, Muhidi mengajak masyarakat memanfaatkan peluang peningkatan keterampilan, termasuk melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, menurutnya, dapat menjadi modal untuk memperluas kesempatan kerja maupun membuka usaha.
Ia juga menegaskan pentingnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu upaya memperkuat ekonomi keluarga. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program-program pemberdayaan yang tersedia agar semakin produktif dan mandiri.
Pesan Muhidi tersebut sejalan dengan harapan warga agar pembangunan di Limau Manis Selatan tidak berhenti pada perbaikan infrastruktur. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Limau Manis Selatan, Abu Nasir, mengatakan peningkatan kualitas SDM dan pembinaan generasi muda perlu berjalan seiring dengan pembangunan fisik.
Ia juga berharap potensi wisata di kawasan Limau Manis Selatan dapat dikembangkan secara bertahap. Dengan dukungan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, potensi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber peluang ekonomi bagi warga.
Sementara itu, Ketua RW 04, Imrizal, menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang telah direalisasikan melalui perjuangan aspirasi Muhidi dan dukungan anggota DPRD Kota Padang, Rafdi.
Menurut Imrizal, warga kini menikmati hasil pembangunan berupa betonisasi jalan sepanjang 100 meter, pengaspalan sekitar 250 meter, serta pembangunan TPQ yang hampir rampung.
Ia mengungkapkan, sebelum diperbaiki, sejumlah bagian jalan mengalami kerusakan dan bergelombang. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga pernah menyebabkan kecelakaan bagi pengendara yang berusaha menghindari jalan berlubang.
“Atas nama warga RW 04, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhidi dan Bapak Rafdi. Alhamdulillah, sekarang jalan kami sudah jauh lebih baik dan mulus. Ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Imrizal.
Meski bersyukur, warga masih berharap pembangunan dapat dilanjutkan pada beberapa titik yang belum terselesaikan, di antaranya jalan di belakang Blok I sepanjang sekitar 89 meter dan jalan di wilayah RT 03 sepanjang sekitar 100 meter. Sejumlah ruas lain juga masih membutuhkan penyelesaian meskipun pondasinya telah tersedia.
Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Muhidi menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Ia berharap pembangunan yang belum tuntas dapat dilanjutkan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran.
“Alhamdulillah, sekitar 250 meter jalan dapat dibantu pengaspalannya. Semoga ke depan, pembangunan yang belum terselesaikan bisa kita perjuangkan bersama,” kata Rafdi.
Lurah Limau Manis Selatan, Batoro Jontro Panggesang, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Ia berharap dukungan pembangunan dapat terus berlanjut dan masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah tersedia.
Di akhir kegiatan, warga juga diingatkan untuk merawat jalan yang telah diperbaiki, antara lain dengan tidak melintas menggunakan kendaraan yang melebihi kapasitas serta menjaga keselamatan berkendara di kawasan permukiman.
Pembangunan di RW 04 tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan lingkungan membutuhkan dua hal yang berjalan beriringan: infrastruktur yang memadai dan masyarakat yang terus meningkatkan kapasitas diri.***

