Home Pendidikan MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIB SMP NEGERI I ADONARA BARAT TENTANG GERAK PADA MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIB SMP NEGERI I ADONARA BARAT TENTANG GERAK PADA MAKHLUK HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR

by Igo Kleden
0 comment

NO.03/THN.XV/PEB/2022

 

Dra. Elisabeth Hayon

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kurikulum  2013  menganut:  (1) pembelajaan  yang  dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.

Oleh sebab itu, upaya peningkatan kualitas sekolah merupakan titik sentral upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas demi terciptanya tenaga kerja yang berkualitas pula. Dengan kata lain upaya peningkatan kualitas sekolah adalah merupakan tindakan yang tidak pernah terhenti, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Upaya peningkatan kualitas sekolah, tenaga kependidikan yang meliputi, tenaga pendidik, pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, teknis sumber belajar, sangat diharapkan berperan sebagaimana mestinya dan sebagai tenaga kependidikan yang berkualitas. Tenaga pendidik/guru yang berkualitas adalah tenaga pendidik/guru yang sanggup, dan terampil dalam melaksanakan tugasnya.

Tugas utama guru adalah bertanggung jawab membantu siswa dalam proses belajar. Dalam proses pembelajaran, gurulah yang menyampaikan pelajaran, memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam kelas, membuat evaluasi belajar, baik sebelum, sedang maupun sesudah pelajaran berlangsung. Untuk memainkan peranan dan melaksanakan tugas-tugas itu, seorang guru diharapkan memiliki kemampuan profesional yang tinggi. (Westriningsih, 2008)

Keberhasilan pembelajaran di sekolah hendaknya dapat tercermin dari sikap dan kemampuan siswa dalam menguasai bahan ajar yang telah disampaikan guru. Peranan dunia pendidikan dalam mempersiapkan siswa agar optimal dalam kehidupan bermasyarakat, maka proses dan model pembelajaran perlu  terus diperbaharui. Upaya pembaharuan proses tersebut, terletak pada tanggung jawab guru, bagaimana pembelajaran yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa secara benar. Pembelajaran yang berhasil dan kondusif biasanya diukur dengan tingkat penguasaan pembelajaran melalui tes dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan memperhatikan kemampuan siswa ada yang cepat, ada yang sedang dan ada yang lamban dalam memahami materi pembelajaran serta melalui refleksi dan analisis nilai untuk mencari dan menemukan akar permasalahan guna memperbaiki dan meningkatkan semangat belajar siswa demi tercapainya pembelajaran yang optimal.Berdasarkan pengalaman mengajar mata pelajaran IPA di kelas VIIIB SMP Negeri I Adonara Barat tentang gerak pada makhluk hidup belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Adonara Barat ada 28 siswa.  Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 12 orang. Prosentase ketuntasan secara klasikal adalah 42,86%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran ada 16 orang. Prosentase ketidaktuntasan adalah 57,14%.

Hasil tersebut dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan guru tentang model pembelajaran, kurangnya kreatifitas guru dalam pembelajaran dan lebih banyak mengunakan metode ceramah sehingga siswa hanya menjadi pendengar dalam kegiatan pembelajaran. Melihat masalah tersebut diatas perlu diadakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi gerak pada makhluk hidup adalah menggunakan metode pemberian tugas terstruktur. Pembelajaran terstruktur adalah bentuk pembelajaran sistematis. Tujuan pemberian tugas terstruktur adalah untuk menunjang pelaksanaan program intrakurikuler. Tujuan tersebut juga agar siswa dapat lebih menghayati bahan-bahan pelajaran yang telah dipelajarinya serta melatih siswa untuk melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri I Adonara Barat Tentang Gerak Pada Makhluk Hidup Dengan Menggunakan Metode Pemberian Tugas Terstruktur.”

Rumusan Masalah

Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Adonara Barat pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang gerak pada makhluk hidup melalui penggunaan metode pemberian tugas terstruktur?”

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang akan di capai adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri I Adonara Barat pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang gerak pada makhluk hidup melalui penggunaan metode pemberian tugas terstruktur.

Manfaat Penelitian

Setelah penelitian ini dilaksanakan, diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi :

  1. Bagi Siswa

Dengan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Adonara Barat melalui penggunaan metode pemberian tugas terstruktur.

  1. Bagi guru

Sebagai acuan untuk meningkatkan profesionalitas guru dan merangsang siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi gerak pada makhluk hidup.

  1. Bagi peneliti
Baca Juga:   Silek Tradisi Jadi Ekstrakurikuler di Sekolah, Praktisi: Cita-cita Para Pendahulu yang Diwujudkan Wagub Vasko

Sebagai referensi bagi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian selanjutnya.

METODE PENELITIAN

Tempat penelitian pada SMP Negeri I Adonara Barat – Desa Waiwadan -Kecamatan Adonara Barat –  Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua, tahun ajaran 2021/2022 tepatnya pada bulan Agustus 2022. Subyek penelitian adalah  siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Adonara Barat yang berjumlah 28 orang siswa yang terdiri dari  18 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda.

Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut :

  1. Siklus I

Siklus I terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

 a. Perencanaan

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahapan perencanaan adalah :

  • Melakukan konsultasi dengan guru pembimbing untuk merencanakan pembelajaran siklus I.
  • Guru menyiapkan rencana pembelajaran siklus I
  • Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  • Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi
  • Guru melakukan konsultasi dengan guru pembimbing tentang RPP.

b. Pelaksanaan

Setelah melakukan konsultasi dengan guru pembimbing, Guru peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dengan langkah-langkah sbb:

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
  • Guru membagikan LKS
  • Guru menjelaskan materi pembelajaran
  • Siswa dibagi dalam empat kelompok
  • Siswa diberi tugas dan mengerjakan tugas yang diberi guru dalam LKS.
  • Guru memberi penguatan tentang materi yang telah dipelajari.
  • Guru merangkum materi pembe
  • Melaksanakan post test.

c. Observasi

Kegiatan yang dilakukan dalam obsevasi adalah:

  • Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa.
  • Pembimbing melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran dengan menggunakan format yang tersedia.
  • Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

d. Refleksi

Adapun kegiatan dalam refleksi adalah :

  • Setelah peneliti melihat hasil yang diperoleh dari guru pembimbing dan guru peneliti melakukan diskusi membahas kekurangan dan melakukan perbaikan untuk pembelajaran padasiklus II.
  • Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk menyempurnakan tindakan padas siklus II.

2. Siklus II

Pelaksanaan rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuaidengan hasil refleksi dengan strategi sebagai berikut :

a. Perencanaan

Kegiatan yang dilaksanakan adalah :

  • Melihat kekurangan yang muncul pada siklus I dan menentukan solusinya
  • Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran
  • Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  • Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi
  • Membagi siswa dalam tujuh kelompok
  • Guru peneliti meminta bantuan guru pembimbing melakukan pengamatan proses pembelajaran.

b. Pelaksanaan

Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut:

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
  • Guru menjelaskan materi pembelajaran
  • Guru membagikan lembaran LKS
  • Guru menjelaskan materi pembelajaran dan cara kerja soal yang diberikan guru.
  • Siswa mengerjakan soal yang diberi guru dalam LKS
  • Guru membimbing siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan.
  • Guru merangkum materi pembelajaran.
  • Guru melaksanakan post test.

c. Observasi

Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi adalah :

  • Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

d. Refleksi

Bersama guru pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus II.

Instrumen Penelitian

Instrumen yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Tes

Adapun tes yang dilakukan oleh peneliti ada dua cara yaitu :

  1. Pretes: diberikan padasiswa sebelum mendapat pelajaran dengan penugasan yang bervariasi dan dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung.
  2. Postes: diberikan kepada siswa setelah mendapat pembelajaran dengan metode pemberian tugas terstruktur dan dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung.

b. Observasi

Pelaksanaan observasi dibagi dalam dua bagian yaitu observasi guru dan observasi siswa.

Teknik Pengumpulan Data

Tekinik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:

  1. Metode Tes

Dalam penelitian tindakan ini terdapat dua tahap yaitu:

Tahap I. Pretes dan Tahap ke II Postes

Pretes : digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum menggunakan metode pemberian tugas terstruktur.

Postes :digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sesudah menggunakan metode pemberian tugas terstrukur.

  1. Metode Observasi

Metode observasi digunakan untuk memperoleh data  tentang aktivitas siswa dengan guru selama melakukan kegiatan penelitian tindakan, dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur. Observasi ini dilakukan oleh peneliti untuk aktivitas yang dilakukan guru dan siswa selama kegiatan berlangsung. Kemudian setelah data terkumpul data dikategorikan menurut kategori yang ditetapkan.

Baca Juga:   Gandeng CAKAP Latih Bahasa Inggris Pelaku Pariwisata Melalui Daring

Teknik Analisa Data

Dalam penelitian ini, hasil penelitian dapat dianalisis secara deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :  M = Ex : N

Keterangan:

M = Rata – rata kelas

Ex = Jumlah Nilai Yang Diperoleh Siswa

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari : M = En : N x 100%

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

En = Jumlah Siswa yang Memperoleh Ketuntasan

N   =  Jumlah siswa

Indikator Keberhasilan

Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa.Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut:

  • 80 – 100 = Amat baik (A)
  • 70 – 79    = Baik (B)
  • 60 –   69    =  Cukup (C)
  • 50  – 59    = Kurang (C)

Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 75 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  1. Hasil Penelitian Siklus I

Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 18 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 64,29%, siswa yang kurang aktif ada 10 orang dengan prosentase sebesar 35,71%.

Sedangkan hasil observasi guru dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Aspek yang diamati adalah kegiatan pra pembelajaran, kegiatan membuka atau memulai pembelajaran, kegiatan inti dan penutup. Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,39, dengan rata-rata skor adalah 3,59. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I.

Pembelajaran siklus I diakhiri dengan pemberian post tes. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 2146, rata-rata kelas 76,64. Prosentase ketuntasan secara klasikal 64,29%. Setelah melaksanakan pembelajaran peneliti bersama guru pembimbing melakukan refleksi selama pembelajaran berlangsung. Hasil refleksi siklus I adalah :

  1. Guru belum menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran.
  2. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.
  1. Hasil Penelitian Siklus II

Hasil refleksi siklus I menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan pembelajaran. Tahapan siklus II adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%.

Observasi guru dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Aspek yang yang diamati adalah kegiatan pra pembelajaran, kegiatan membuka atau memulai pembelajaran, kegiatan inti dan penutup. Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post test. Hasil post test menunjukkan bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II adalah 2342 dengan rata-rata kelas 83,64.

PEMBAHASAN

Pembelajaran siklus I dibagi dalam tiga tahapan yaitu pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan guru meminta peserta didik mengamati gerak hewan darat dan gerak hewan yang hidup di air! Mengapa berbeda? Apersepsi dan motivasi: Bagaimana burung dapat terbang bebas di udara? Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.

Kegiatan inti guru menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan yaitu pengamatan. Membagi siswa menjadi empat kelompok. Secara berkelompok peserta didik melakukan kegiatan diskusi tentang gerak hewan pada kolom “Ayo Kita Selesaikan”. Guru membimbing peserta didik melakukan kegiatan diskusi untuk menjawab pertanyaan pada kolom “Ayo Kita Selesaikan”. Setelah peserta didik selesai melakukan kegiatan ‘Ayo Kita Selesaikan’, guru membimbing pesera didik melakukan kegiatan berikutnya yaitu mendiskusikan konsep gerak hewan pada kolom ‘Ayo Kita Pahami’. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi menjawab pertanyaan. Presentasi dan diskusi tentang hasil jawaban pertanyaan.

Guru membimbing peserta didik untuk menarik kesimpulan materi pembelajaran. Guru menugaskan peserta didik mempelajari materi yang berikutnya. Melaksanakan post test siklus I.

Dalam pembelajaran siklus I jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 18 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 64,29%, siswa yang kurang aktif ada 10 orang dengan prosentase sebesar 35,71%.

Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,39, dengan rata-rata skor adalah 3,59. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 2146, rata-rata kelas 76,64. Prosentase ketuntasan secara klasikal 64,29%.

Baca Juga:   Prodi MKH Poltekpar Bali Peduli Desa Wisata Jatiluwih dengan Adakan Pelatihan Teknik Promosi Event Melalui Media Digital

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum metodesesuai dengan materi pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran maka hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Dalam kegiatan pendahuluan guru meminta peserta didik mengamati gerak hewan darat dan gerak hewan yang hidup di air! Mengapa berbeda? Apersepsi dan motivasi: Bagaimana burung dapat terbang bebas di udara? Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.

Kegiatan inti guru menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan yaitu pengamatan. Membagi siswa menjadi tujuh kelompok. Secara berkelompok peserta didik melakukan kegiatan diskusi tentang gerak hewan pada kolom “Ayo Kita Selesaikan”. Guru membimbing peserta didik melakukan kegiatan diskusi untuk menjawab pertanyaan pada kolom “Ayo Kita Selesaikan”. Setelah peserta didik selesai melakukan kegiatan ‘Ayo Kita Selesaikan’, guru membimbing pesera didik melakukan kegiatan berikutnya yaitu mengerjakan tugas secara struktur tentang konsep gerak hewan pada kolom ‘Ayo Kita Pahami’. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi menjawab pertanyaan. Presentasi dan diskusi tentang hasil jawaban pertanyaan.

Guru membimbing peserta didik untuk menarik kesimpulan materi pembelajaran. Guru menugaskan peserta didik mempelajari materi yang berikutnya. Melaksanakan post test siklus II.

Hasil observasi siswa menunjukkan menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II adalah 2342 dengan rata-rata kelas 83,64. Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dikatakan bahwa penggunaan metode pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Adonara Barat pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam  tentang gerak pada makhluk hidup.

KESIMPULAN

Hasil observasi siswa siklus I menunukkan bahwa jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 18 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 64,29%, siswa yang kurang aktif ada 10 orang dengan prosentase sebesar 35,71%.

Hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,39, dengan rata-rata skor adalah 3,59. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 2146, rata-rata kelas 76,64. Prosentase ketuntasan secara klasikal 64,29%.

Sedangkan hasil observasi siswa siklus II menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post test. Hasil post menunjukkan bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II adalah 2342 dengan rata-rata kelas 83,64. Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Negeri I Adonara Barat pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang gerak pada makhluk hidup.

SARAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut : Sebaiknya guru menggunakan metode pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang gerak pada makhluk hidup. Merekomodasikan bahwa metode pemberian tigas terstruktur sebagai metode yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang gerak pada makhluk hidup.***

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait