BPD PHRI DKI Jakarta Bersiap Gelar Musda ke – XV

Jakarta (Paradiso) – Sesuai AD/ART PHRI pasal 25 ayat 1a Tentang Pelaksanaan Musda yang dilaksanakan 1 kali dalam 5 tahun.

BPD PHRI DKI Jakarta akan gelar Musda XV BPD PHRI DKI Jakarta tahun 2020 pada kepengurusan periode 2015 – 2020, dan akan memilih ketua BPD PHRI 5 tahun kedepan 2020-2021 pada tgl 3 Desember 2020 bertempat di Amos cozy hotel & convention hall yg akan diikuti pimpinan anggota PHRI DKI Jakarta (hotel, restoran, lembaga pendidikan pariwisata dan perusahaan).

Ketua BPD PHRI DKI Jakarta, Krisnadi menjelaskan Tema Musda XV BPD PHRI DKI Jakarta “bersama PHRI meningkatkankan tourism Jakarta” bertujuan untuk memotivasi para anggota agar tetap semangat dalam berusaha, walaupun dalam masa pandemi covid 19 ini industri hotel dan restoran sangat merasakan dampaknya baik terhadap penurunan tingkat hunian maupun harga jual kamarnya.

“BPD PHRI DKI Jakarta akan tetap berusaha membantu para anggota untuk memperjuangkan kemudahan-kemudahan dalam menjalankan usahanya, baik kemudahan terhadap kebijakan pajak maupun aturan-aturan yg berlaku,” jelas Krisnadi saat jumpa media di Hotel Amos Cozy Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Selain itu BPD PHRI DKI Jakarta juga sangat memperhatikan pemberlakuan dan pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan hotel dan restoran yang mengacu kepada protokol kesehatan di lingkungan hotel dan restoran yg mengacu pd protokol Kesehatan dari Kemenkes, kemenparekraf RI, pemerintah daerah (Kep gubernur/SK Kadisparekraf DKI maupun pedoman pelaksanaan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh PHRI pusat).

Saat ini anggota PHRI DKI Jakarta sebanyak 250 anggota. Pelaksanaan musda juga akan diawali dengan seminar terkait pajak dan nice sebagai upaya organisasi untuk memperkaya pengetahuan anggota2nya.

“Dalam kesempatan ini akan dibuka juga pendaftaran calon ketua BPD PHRI DKI Jakarta periode 2020-2025 yg nantinya akan dilakukan pemilihannya pada saat acara musda XV BPD PHRI DKI Jakarta tahun 2020 tgl 3 Desember 2020 di Amos cozy hotel dan convention hall,” ungkap Krisnadi.

Syarat mencalonkan menjadi ketua PHRI DKI yakni memiliki Badan usaha di wilayah DKI, pernah menjadi anggota pengurus dan badan usaha telah terferifikasi oleh PHRI DKI. Dan tentunya warga negara Indonesia.

Hotel dan Restoran Alami Keterpurukan

Sejak pandemi Corona merebak industri hotel dan restoran di Jakarta mengalami kerugian yang besar. Penurunan akopunsi hotel yang sangat tajam hingga tutupnya sejumlah hotel menjadi masa terburuk perhotelan di Jakarta.

Krisnadi menjelaskan masa PSBB semakin menambah jatuh. Bulan Mei sangat dilematis, karna mesti berikan THR terhadap karyawan.

Bulan Mei tercatat 100 hotel tutup akibat pandemi, 1500 pekerja dirumahkan terutama yang daily worker dan pekerja kontrak. Meski saat ini telah berangsur membaik dengan tingkat occupancy rata-rata 30%.

“Meski demikian pemerintah pusat telah berupaya membantu industri perhotelan dan restoran dengan berbagai kebijakan, seperti mengisi kamar hotel dengan pasien OTG covid-19 (orang tanpa gejala), dan bantuan hibah ke perhotelan,” ungkap Krisnadi.

Berbanding terbalik dengan pemerintah DKI Jakarta, hingga saat ini belum ada upaya kebijakan dalam membantu industri perhotelan di Jakarta yang terpuruk. Justru pemberlakuan PSBB menambah dalam keterpurukan hotel-hotel di Jakarta.

Pengelola hotel dilema dalam hal pembatasan jumlah tamu saat
mengadakan acara di hotel, antara akan ditegur pemda, takut terciptanya klaster baru, dengan permintaan tamu yang ingin kelonggaran jumlah.

“Permintaan kami kepada pemda DKI Jakarta adalah keringanan atau penundaan pembayaran PBB, dan juga permintaan pengurangan jumlah pajak reklame pemerintah DKI Jakarta,” pungkas Krisnadi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *