Seorang Ibu Melapor ke Polda Bali, Karena Tidak Bisa Menemui Bayi Kandungnya

PARADISO.CO.ID I DENPASARDI – Diduga mengadopsi bayi secara ilegal Siti Sapurah,SH kuasa hukum dari inisial RR (ibu si bayi) melaporkan inisial IML yang mengadopsi ke Polda Bali.

Menurut Siti Sapurah bahwa ibu kandung bayi tersebut telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polda Bali. Bukti laporan Dumas/407/X/2020/Ditreskrimum, pada 7 Oktober 2020 di Polda Bali,”jelasnya

“Karena ibu dari si bayi tidak bisa menemui anaknya, dihalangi oleh yang mengasuh bayi tersebut makanya dilaporkan di Polda Bali,”tegas Siti Sapurah saat mendampingi ibu si bayi RR saat diwawancarai.

Menurut RR dirinya tidak bisa menemui anaknya, karena dilarang oleh orang yang mengasuh bayinya yaitu IML. Dia berharap agar bisa menyusui bayinya dan merawatnya sendiri,” pungkasnya.

Dalam penjelasan kronologis kejadian tersebut, Siti Sapurah mengatakan ketika RR hamil, pacarnya yang berasal dari Pakistan tidak mau bertanggungjawab, dan meninggalkan RR dalam kondisi yang sedang hamil. Karena itu, RR kebingungan dengan biaya persalinan, dan melalui sopir taksi online yang dikenalnya berinisial ES mengajak RR ke rumah IML di Taman Giri, Nusa dua, Badung. Kemudian IML mau membantu biaya persalinan RR, sekaligus merawat bayi secara bersama-sama.

Namun, setelah RR melahirkan bayi berkelamin laki-laki, pada 31 Agustus 2020 lalu di rumah bersalin seorang bidan inisial SHY di Nusa Dua, dan setelah melahirkan RR disodori sebuah surat pernyataan agar bayinya diserahkan kepada seseorang yang inisial IML di Taman Giri. dan sejak saat itu, RR tidak bisa bertemu bayinya sampai saat ini.

Selain itu, dalam surat lahir si bayi tidak dicantukam nama ibu kandung RR, namun dicantumkan nama istrinya IML sebagai ibu, dan bapaknya adalah IML sendiri sebagai orang tua kandung,”pungkas Ipung.

Ditegaskan pula oleh Siti Sapurah, bahwa menurut Undang-undang Nomor 54 tahun 2007 tentang Pengakatan Anak yang dikuatkan oleh Kemensos Nomor 45 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Anak Secara Legal, dalam hal ini teradu melanggar tentang syarat-syarat pengkatan anak, yaitu 1. setiap orang yang mengangkat anak diperbolehkan jika dia tidak punya anak kandung, atau punya anak paling tidak satu anak angkat. 2. Minimal pasangan tersebut sudah mengasuh anak yang akan diangkat atau adopsi selama enam bulan minimal dalam kriteria umur balita 3-5 tahun.

Setelah melaporkan IML ke Polda Bali, Siti Sapurah, SH juga menulis surat kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, melalui surat Nomor : 607/09/SS/XI/2020/Dps/Bali tangal 9 November 2020.

Dalam surat tersebut selain menjelaskan kronologis kejadian yang dialami RR sebagai ibu dari si bayi. Kepada ibu Menteri diharapkan agar dapat memberikan perhatian sepenuhnya termasuk berkoordinasi dengan Kapolri untuk dapat mengambil tindakan hukum tepat di Polda Bali.***

Penulis – Bene I Editor – Sonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *