Home Kasus Erwin Siregar : Bukan Resiko Medis Tetapi Malpraktik

Erwin Siregar : Bukan Resiko Medis Tetapi Malpraktik

by sonny sonny

PARADISO.CO.ID I DENPASAR – Menangapi pernyataan dari Direktur salah satu rumah sakit ternama di Denpasar, saat press conference 13 November 2020 lalu, yang mana direktur rumah sakit tersebut menyebutkan bahwa kejadian yang terjadi pada pasien Putu Diana Ekawati adalah bagian dari resiko medis.

Dari pernyataan resmi Direktur rumah sakit ternama tersebut, Erwin Siregar selaku kuasa hukum pasien Putu Diana Ekawati, spontan membantah, dan menegaskan, bahwa kejadian yang terjadi kepada kliennya itu adalah bukan resiko medis tetapi malpraktik.

“Dia bilang kan itu resiko medis bukan malpraktik, saya bilang bahwa itu tetap malpraktik,” Tegas Erwin Siregar.

Erwin mencontohkan bahwa jikalau kita adalah seorang insinyur, dan membangun sebuah bangunan, dan baru beberapa bulan tiba-tiba bangunan tersebut ambruk, apakah itu merupakan resiko pembangunan. Dalam hal ini, ada suatu kesalahan, dan suatu kelalaian terhadap sang insinyur,”jelasnya.

“Nah kalau itu terjadi apakah sang insinyur tidak bisa dituntut, tentu bisa dituntut dong,”pungkas Erwin.

Ia juga menambahkan kalau bukan malpraktik mengapa sampai 7 kali dilakukan operasi kepada kliennya Putu Diana Ekawati, apakah itu bukan kelalaian, bahkan yang lebih mengerikan lagi kotoran keluar melalui vagina bukan melalui anus,”Kalau ini bukan sebuah kelalaian ngapain repot-repot akan memberikan uang sampai 250 juta,” kata Erwin

Ia juga menyebutkan kerugian yang dialami kliennya, yang mana selama setahun tidak bekerja, liburan dibatalkan, termasuk kotoran keluar dari vagina.

Baca Juga:   Milenial Berperan Besar dalam Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Mengenai dugaan malpraktek yang terjadi pada Putu Diana Ekawati, berawal operasi Laporoskopy ( tumor/myom) di mana tumbuh daging di rahim, dan dilakukan tindakan operasi di salah satu rumah sakit ternama di Denpasar tanggal 9 Nopember 2019 lalu.

Dalam operasi tersebut diduga salah seorang dokter telah lalai menanganinya sehingga menyebabkan terpotongnya saluran kencing, dan terjadi infeksi sepsi terhadap pasien.

Karena proses pengobatan belum selesai, rencananya Putu Diana Ekawati akan melakukan medical check up di Canada pada tanggal 9 Desember 2020, guna membuktikan apakah yang terjadi pada dirinya malpraktik atau resiko medis.

Penulis – Bene I Editor – Sonny

Berita Terkait

Leave a Comment