Home Kasus Kecewa Dengan Vonis Hakim, Raymond :  Seharusnya Pledoi Terdakwa Dipertimbangkan, Itu Fakta Hukum

Kecewa Dengan Vonis Hakim, Raymond :  Seharusnya Pledoi Terdakwa Dipertimbangkan, Itu Fakta Hukum

by sonny sonny

PARADISO.CO.ID I DENPASAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis terhadap Raymond Simamora dengan pidana 2 bulan atas kasus kelalain.

Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah menurut hukum dalam kasus ini, karena itu terdakwa diberi kesempatan menggunakan haknya untuk melalukan upaya banding atas vonis yang telah dijatuhkan pada Kamis 7 Januari 2021 di Pengadilan Negeri Denpasar oleh hakim yang di ketuai oleh Dr. I Wayan Gede Rumega.,SH,.MH

Namun bagi terdakwa vonis yang dijatuhkan kepadanya terlalu berat, “seharusnya divonis percobaan atau bebas, karena dalam nota pembelaan yang telah saya bacakan pada sidang 26 Desember 2020 lalu, benar-benar itu merupakan fakta yang sebenarnya,” tegas Raymond

Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa pledoi atau pembelaan yang dibacakan sebagai hak seorang terdakwa untuk melakukan pembelaan tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim.

Dalam pledoi terdakwa menyebutkan bahwa JPU tidak memiliki alat bukti yang cukup, penyitaan alat bukti yang diragukan orisinalitasnya, tidak dilakukan rekontruksi sebagai alat bukti di pengadilan, hasil visum tidak sesuai fakta yang ada yang mana korban ketika datang ke Rumah Sakit dalam keadaan sadar atau tidak pinsan, dan selesai visumpun pulang dalam keadaan baik, dan tidak ada resep dokter serta tidak diopname, maka dengan ini tidak terpenuhi unsur-unsur pasal 360 ayat 2 KUHP salah satunya “terhalang untuk melakukan pekerjaan”. Dengan demikian arti visum tersebut korban tidak terhalang melakukan pekerjaan, juga JPU tidak menguraian unsur-unsur  dengan lengkap dimana JPU hanya menerangkan dua unsur saja, seharusnya 3 unsur sesuai dengan ketentuan pasal 360 ayat 2 KUHP.

Baca Juga:   CHSE Wajib Diterapkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Disebutkan juga bahwa JPU tidak bisa membuktikan pasal 351 ayat 1 KUHP, di mana sebelumnya JPU telah mendakwa terdakwa dengan pasal tersebut sehingga terdakwa harus ditahan. Dengan demikian hak-hak terdakwa dilanggar dengan diterapkan pasal tersebut oleh JPU. “Artinya ada yang tidak sinkron pada penggunaan pasal oleh JPU antara pasal 351 ayat 1 KUHP dengan pasal 360 ayat 2 KUHP,”tegas Raymond

Hal penting lainnya yang diungkap dalam pembelaan itu mengatakan, bahwa sejak awal proses penyelidikan dan penyidikan Polisi tidak professional karena tidak dilakukan rekontruksi sebagaimana Perkapolri Nomor 14 Tahun 2012, bahwa basil rekomstruki itu sebagai alat bukti di Pengadilan.

“Seandainya pembelaan saya dibaca dengan baik, maka keyakian hakim tertujuh pada fakta yang sebenarnya dalam kasus ini, dengan demikian hakim akan berkeyakinan lain dan wajarlah kalau saya divonis percoban atau pun bebas,”pungkasnya.

Walaupun kecewa dengan putusan hakim, namun terdakwa diakhir persidangan melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir dulu untuk melakukan banding.***

Penulis – Bene I Editor – Sonny

Berita Terkait

Leave a Comment