Memberi Teladan, Wakil Ketua PN Denpasar Ikut Antrian Buat SIM

PARADISO.CO.ID I DENPASAR – Saat ini, dapat dikatakan sangat jarang dijumpai pejabat publik yang mau ikut mengantri saat pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi).

Mungkin karena pembuatan SIM itu, harus melewati proses administrasi yang agak lama, dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengantri, sehingga kebanyakan pejabat publik tidak mau ikut antri untuk buat SIM. Karena itu, kebayakan orang mencari jalan pintas (short cut), untuk bisa menyelesaikan pembuatan SIM secara cepat.

Tapi tidak untuk seorang Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar. Tiba-tiba saya melihat dari arah berjauhan seorang Wakil Ketua sedang ikut antri berdiri diantara orang-orang yang ikut mengantri buat SIM .

Saat itu, saya sedang berbincang dengan teman wartawan di sebuah ruangan antrian untuk proses administrasi pembuatan SIM di Polresta Denpasar.

Kebetulan kami berdua saat itu juga sedang ikut antrian sambil menunggu dipanggil masuk ruang konfirmasi data pribadi.

Saya melihat seorang Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Dr. I Wayan Gede Rumega, S.H.,M.H. yang juga ikut mengantri buat SIM. Sebelum saya menyapa pak Wakil Ketua PN Negeri Denpasar, saya terlebih dahulu katakan kepada teman saya, sambil menunjuk kearah salah satu bilik antrian yang mana seorang Wakil Ketua PN berdiri mengantri sambil menunggu panggilan masuk untuk pengambilan foto.

Seketika itu juga spontan teman saya katakan,”kenapa pak Wakil Ketua PN ikut antri, kan bisa bilang kepada petugas agar lebih cepat proses pembuatan SIM nya,”katanya.

Saya menjawab, mungkin pak Wakil Ketua PN ingin mengantri seperti halnya masyarakat lainnya,”beliau ingin merasakan bagaimana antri buat SIM,”.

Beberapa hari setelah itu, sempat bertemu pak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar. Karena masih penasaran melihat seorang pejabat ikut antrian panjang, berdiri dan menunggu berjam-jam untuk membuat SIM, jadi saya ingin wawancara dengan pak Wakil Ketua PN.

Pertanyaan fokus pada antrian pembuatan SIM ketika itu. Menurut Wakil Ketua Pengadilan Dr. I Wayan Gede Rumega, S.H.,M.H, ia berniat untuk ikut antrian pembuatan SIM tersebut, karena baginya, merasa tidak adil jika tidak mengikuti proses antrian untuk pembuatan SIM,”jelasnya

“Saya memang mau ikut antri untuk buat SIM, kasihan kalau yang lain antri dan saya tidak,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa, merupakan sebuah contoh yang baik jika kita tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lain untuk ikut antrian pembuatan SIM. “Jangan ada yang main gampang aja, kalau satu antri yang lain juga harus antri,”imbuh Doktor Ilmu Hukum itu.

Selain itu, menurut Rumega bahwa ia ingin mengikuti aturan yang berlaku,”saya tidak mau melakukan yang namanya short cut, atau main belakang dalam hal membuat SIM, karena saya ingin menghargai rekan-rekan polisi yang sedang bertugas. Saya tetap ikuti aturan, menghormati yang bertugas,”pungkasnya.

Karena ingin memberikan contoh budaya antri, walaupun berjam-jam menunggu giliran pada baris antrian pembuatan SIM di Polresta Denpasar, namun Waka PN Denpasar tetap saja mengikuti aturan yang berlaku.***

Penulis : Sonny Tumbelaka 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *