Paradiso

Fotografer Antusias Abadikan Pesona Laut Bondalem di Festival Jaladhi Vistara 2025

BALI UTARA  — Suasana antusias mewarnai perairan Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, saat puluhan fotografer bawah laut berlomba mengabadikan keindahan laut Bali Utara dalam Lomba Fotografi Bawah Laut Festival Jaladhi Vistara 2025, Sabtu (26/10).

Sebanyak 39 penyelam, termasuk lima peserta mancanegara dari Skotlandia, Denmark, Inggris, dan Amerika Serikat, mengikuti kompetisi yang memperebutkan total hadiah Rp75 juta tersebut. Mereka berburu momen terbaik di antara karang-karang yang tengah tumbuh subur dan biota laut mikro yang hidup di perairan jernih Bondalem.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Jihadi, fotografer asal Malang berusia 71 tahun, yang tetap bersemangat menyelam dan memotret. “Usia bukan batas untuk mencintai laut,” ujarnya singkat di sela kegiatan, disambut tepuk tangan peserta lain.

Kompetisi berlangsung dari pukul 07.30 hingga 13.30 WITA, dengan dua sesi penyelaman berdurasi masing-masing satu jam. Para fotografer mengaku tantangan terbesar ada di sesi pertama ketika cahaya belum maksimal, sementara sesi kedua memberikan visibilitas yang lebih baik dan hasil foto yang lebih memukau.

Dari dua sesi tersebut, terkumpul 117 karya foto yang menampilkan pesona bawah laut Bondalem dari berbagai sudut pandang. Dalam kategori wide, peserta menyorot pemandangan bawah laut di kedalaman 2–5 meter dengan jarak pandang hingga 15 meter. Warna-warna karang yang mulai tumbuh dan formasi substrat laut menjadi daya tarik utama.

Sementara dalam kategori macro, fotografer ditantang mengabadikan biota laut mungil berukuran di bawah 20 milimeter. Di antara objek favorit adalah Rhinopias, Frogfish, Nudibranch, Costasiella, dan Ghost Pipe Fish, bahkan beberapa peserta berhasil menemukan spesies langka seperti Melibe dan Magnum.

Penggagas Festival Jaladhi Vistara, Ngurah Paramartha, mengapresiasi semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Antusiasme para fotografer luar biasa. Lewat karya-karya mereka, keindahan laut Bondalem akan dikenal lebih luas dan memperkuat posisi desa ini sebagai destinasi wisata bahari berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nyoman Adi Sancaya dari Bondalem Eco Dive, yang menilai lomba ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga sarana promosi wisata alam bawah laut Bondalem.

“Setiap foto yang dihasilkan adalah dokumentasi berharga yang akan membantu memperkenalkan Bondalem kepada dunia,” katanya.

Peserta dari luar daerah juga memberikan apresiasi tinggi. Ariady, Kepala Dinas Pariwisata Mamuju yang turut menjadi peserta, menilai kegiatan ini istimewa karena menggabungkan kompetisi dan konservasi.

“Ini bukan sekadar lomba foto, tapi gerakan pelestarian laut. Ada nilai edukasi dan ekologinya,” ujarnya.

Sementara Fin Murphy dari Inggris memuji profesionalitas panitia.

“Acara ini terorganisir dengan sangat baik. Aspek keselamatan dan koordinasi penyelaman dijalankan dengan sempurna,” katanya.

Panitia lomba menegaskan bahwa seluruh kegiatan dilakukan dengan prinsip eco dive, bukan sekadar fun dive. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menyelam harus menghormati ekosistem laut,” jelas Nyoman Sugiartha, anggota panitia.

Lebih dari 60 panitia lokal dan penyelam profesional dari desa sekitar, seperti Pacung, Les, Penimbangan, dan Tulamben, turut terlibat. Pengawasan juga dilakukan oleh Reef Check Indonesia untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai prinsip konservasi.

Pemenang Lomba Fotografi Bawah Laut Festival Jaladhi Vistara 2025:

Dengan semangat tinggi para fotografer dan dukungan masyarakat lokal, Bondalem semakin menegaskan dirinya sebagai surga bawah laut Bali Utara — tempat keindahan alam, kreativitas, dan konservasi berpadu dalam harmoni.***

Exit mobile version