Gusti Ngurah Ardita: ITDC Berkomitmen Jaga Kawasan The Nusa Dua Steril dari Penyebaran Covid-19

Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita

Nusa Dua (Paradiso) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB, melalui Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua, terus menjaga kondisi kawasan wisata international ini agar terhindar dari wabah Covid-19. Langkah antisipatif yang dilakukan adalah dengan mitigasi penyebaran Pandemi Virus Corona atau Covid-19 dan memonitor kesehatan mereka yang bekerja dan berwisata di dalam kawasan. Demikian dijelaskan Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita sebagaimana dikutip paradiso.co.id dari release yang dikirim ke redaksi.

Sebelumnya berbagai langkah mitigasi telah dilakukan diantaranya mengeluarkan surat himbauan penyediaan dan penggunaan hand sanitizer kepada para tenant hotel dan fasilitas di The Nusa Dua pada 13 Februari 2020. Melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada sejumlah titik diantaranya, toilet publik, mushola, stan kuliner yang dikelola paguyuban masyarakat, pos pengamanan, mesin ATM dan shuttle bus pada 7 Maret 2020. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali tentang peningkatan kewaspadaan penyebaran penyakit akibat virus corona (COVID-19) melalui gerakan hygiene dan sanitasi lingkungan.

Tenant dan fasilitas di kawasan The Nusa Dua juga telah diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh baik bagi karyawan masing-masing maupun pengunjung, melaksanakan kegiatan kebersihan secara rutin di dalam bangunan/lingkungan hotel/restoran/tempat usaha lainnya, menyiapkan Crisis Center sebagai tempat pengaduan pengunjung/tamu jika diiindikasi ada gejala diluar kondisi normal. Selain itu melakukan mitigasi jika ada suspect dan membawa ke rumah sakit terdekat, serta melakukan monitoring berkala dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.


“Melalui langkah-langkah mitigasi yang telah kami lakukan, kami berharap dapat terus mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di kawasan The Nusa Dua,” papar Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita.

Sebagai pengelola kawasan yang mengelola 24 hotel dan 6 fasilitas, serta tercatat dengan 10.713 orang bekerja di kawasan The Nusa Dua, ITDC tetap berkomitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi hingga 26 Maret kemarin, jumlah wisatawan yang menginap di The Nusa Dua masih mencapai 23.412 orang.


Sementara di kalangan internal, mengikuti kebijakan korporasi, SBU The Nusa Dua telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Working From Home-WFH) sejak 16 Maret hingga 5 April 2020 mendatang, kecuali bagi mereka yang bertugas menjaga keamanan dan kebersihan kawasan.

“Selain memastikan kondisi kesehatan harian para petugas keamanan dan kebersihan kawasan, kami juga melengkapi mereka dengan Alat Pelindung Diri (APD) dalam mengemban tugas sehari-hari, sehingga mereka dapat terhindar dari risiko-risiko gangguan kesehatan. Kami juga mengarahkan mereka untuk selalu menerapkan social distancing saat bekerja,” tambah Ngurah Ardita.

Merebaknya wabah Covid-19 telah mempengaruhi kinerja industri pariwisata di dunia dan Indonesia, khususnya tingkat hunian hotel. Tingkat hunian di The Nusa Dua per 26 Maret 2020 adalah sebesar 30,45 %. Jumlah ini turun dari tingkat hunian pada bulan Februari 2020 yang mencapai 51,98%, dan turun dibandingkan dengan tingkat hunian pada bulan Februari 2019 yang sebesar 72,58%.

“Kami sebagai pengelola kawasan, berkomitmen terus menjaga kawasan The Nusa Dua dapat steril dari penyebaran virus Covid-19 dan berharap pandemi Covid-19 dapat segera teratasi sehingga industri pariwisata di Bali khususnya The Nusa Dua dapat kembali bergerak naik,” tutup Ngurah Ardita.


Tentang ITDC 
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan BUMN yang memiliki lini bisnis membangun dan mengembangkan kawasan pariwisata di Indonesia. Selama 45 tahun, Perseroan telah membangun dan mengelola The Nusa Dua, kawasan pariwisata terpadu seluas 350 ha yang berlokasi di Bali bagian selatan, yang menjadi salah satu kawasan pariwisata terbaik di dunia.


Dengan infrastruktur, akomodasi, dan fasilitas pertemuan yang berstandar internasional, membuat kawasan ini menjadi tuan rumah berbagai event resmi berskala internasional seperti APEC 2013, Bali Democratic Forum, Miss World 2013, dan baru saja IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018.


Sejalan dengan strategi Pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata menjadi sumber utama devisa negara dengan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, ITDC ditugaskan untuk mengembangkan destinasi pariwisata di luar Pulau Bali. Dengan dukungan Pemerintah, ITDC memperoleh hak untuk mengembangkan dan mengelola the Mandalika di Lombok Tengah, NTB, dengan luas 1.175 hektar.  The Mandalika memiliki 16 km garis pantai yang indah dan dikelilingi bukit-bukit yang hijau, serta merupakan satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas atau ‘Bali Baru’ yang ditetapkan Pemerintah.


Pada tahun 2017 the Mandalika telah resmi beroperasi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sejak itu telah menarik Real Estate Investment sebesar USD 1,3 Milyar. Saat ini, The Mandalika tengah dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, dengan berbagai fasilitas dan atraksi berstandar internasional. (*go)
 

Igo Kleden

Igo Kleden

I am journalist...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *