Home Destinasi IWSPA Gelar Sosialisasi ‘Training of Trainer Ethno Wellness Nusantara’ Dihadiri 40 Hotel 5 di Bali

IWSPA Gelar Sosialisasi ‘Training of Trainer Ethno Wellness Nusantara’ Dihadiri 40 Hotel 5 di Bali

by Igo Kleden

BALI|PARADISO INDONESIA – Sebuah langkah maju guna menjadikan terapis spa makin profesional kini ditempuh oleh Indonesia Wellness Spa Professional Association (IWSPA). Usai mendeklarasikan  Ethno Wellness Nusantara dan kemudian menjadikan Bali sebagai   pilot project pengembangan Wellness Tourism di Indonesia pada Oktober 2022 lalu, kini IWSPA berencana menggelar Training of Trainer (ToT) untuk terapis spa di Bali.  Tahap pertama rencananya akan dilaksanakan pada 8 Desember 2022 mendatang.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi ToT yang diselenggarakan oleh DPD IWSPA Bali di Kantor Dinas Pariwisata Propinsi Bali pada Senin (28/11/2022). Hadir pada kegiatan sosialiasi yang digelar secara offline  ini adalah Kadis Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun, Ketua DPD IWSPA Provinsi  Bali, Paulus Roger Silalahi beserta para pengurus IWSPA Bali, Stephen Tjandra, Ketua DPD Wellness & Healthcare Entrepreneur Association (WHEA) serta  tampak juga artis dan musisi Oppie Andaresta.

Sosialisasi ini  diikuti oleh spa director, spa manager serta training manager atau HRD dari 40 hotel bintang lima di Bali.

Sementara dalam sosialiasi yang berlangsung secara kekeluargaan dan terbuka ini hadir pula secara online  Ketua Umum DPP IWSPA Yulia Himawati, Sekjen Wellness and Healthcare Entrepreneur Association (WHEA) Irmawati, serta Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia pada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Alexander Nayoan.

Ketua DPD IWSPA Bali,  Roger Paulus Silalahi. FOTO – IST.

yang ditemui usai kegiatan sosialisasi mengatakan, sosialisasi ToT ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya bertajuk “IWSPA Reborn – Empowering Ethno Wellness Nusantara” yang digelar Oktober lalu. Saat itu memang tercetus bahwa kita akan melatih dan memberikan sertifikat kepada 10.000 terapis yang sudah terlatih dan profesional di tahun 2023.

Baca Juga:   Terapkan Protokol Kesehatan, BALI BIRD PARK Kembali Buka 17 Juli 2020

“Sosialisasi dan pelaksanaannya nanti di tanggal 8 Desember 2022 merupakan langkah awal menuju kepada ‘penciptaan’ terapis etno wellness nusantara yang terlatih dan profesional,”papar Roger.

Lebih jauh Roger juga mengatakan bahwa peserta ToT yang dilaksanakan pada 8 Desember 2022 mendatang, tidak dipungut biasa sepeserpun alias gratis. Setiap  pelaksanaannya nanti, pesera ToT akan dibatasi 50 orang  saja agar ToT bisa diikuti dengan lebih maksimal. Targetnya dalam waktu dekat, IWSPA bisa menghasilkan minimal 200 ToT sehingga  ke depan akan lebih mudah memberikan traning kepada spa terapis berdasarkan modul – modul dari etno wellness nusantara.

Ketua Umum DPP IWSPA Yulia Himawati pun mengungkapkan hal senada. Bahwa untuk ToT kali ini pihaknya telah mempersiapkan dengan baik dan matang materi atau modul yang berkaitan dengan etno wellness dari berbagai daerah di Indonesia. Kita sudah ada 15 modul yang  siap, yang dihasilkan berdasakan kajian budaya hidup sehat yang ada di berbagai daerah di tanah air.

Sementara itu Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia pada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Alexander Nayoan mengatakan PHRI mendukung sepenuhnya upaya bangkitnya etno wellness nusantara. Ia berharap etno wellness bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Sekarang ini saatnya membangkitkan kembali spa wellness sebagai terapi kesehatan yang merupakan milik masyarakat dan bangsa Indonesia,” katanya.

Kadis Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun. FOTO – IST.

Sementara itu, dalam sesi tanya jawab, nampak hadir musisi Oppie Andaresta. Oppie mengakui Wellness tidak hanya semata untuk kesehatan, tetapi sudah berkembang menjadi industri yang menjanjikan. Bagi Oppie, wellness sebagai terapi kesehatan sangat banyak sekali jenisnya. Tak hanya jamu dan ramuan tradisional Nusantara, namun aromaterapi, seni tari hingga musik, merupakan bagian dari wellness.

Baca Juga:   Bupati Tamba Main SUP Sambil Me-Launching Kawasan Wisata Green Land di Desa Budeng Jembrana 

“Kita mesti bangga sebagai orang  Indonesia, karena dari Sabang sampai Merauke mempunyai cara sendiri untuk obat tradisional atau wellness yang bisa dikembangkan,” katanya.

Kadis Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun yang hadir dalam kegiatan sosialisasi inipun mendukung sepenuhnya. Ia mengatakan, ToT bagi terapis spa ini sangat penting bagi pariwisata Bali. Apalagi saat ini gencar digalakkan  Wellness Tourism. Menurutnya, Bali sejak dulu telah memiliki healthy tourism, dibuktikan dengan Bali dipilih menjadi destinasi spa terbaik di dunia.

Dengan ToT ini Tjok Pemayun berharap Wellness Tourism bisa dijalankan lebih maksimal lagi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena Ethno Wellness Nusantara adalah asli kekayaan budaya Indonesia dalam bidang kesehatan dan kebugaran yang sangat layak dikenalkan kepada pariwisata dunia.

“Dengan ToT bagi para terapis ini diharapkan pelayanan spa di Bali menjadi lebih baik, lebih profesional berdasarkan filosofis dan kearifan lokal yang ada di masing – masing daerah,” ujar  Tjok Pemayun mengakhiri pembicaraan. ***go

Berita Terkait