Home News Kabut Asap Ganggu Aktivitas Pelajar, Daswippetra Salurkan 10 Ribu Masker ke Sekolah di Solok

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Pelajar, Daswippetra Salurkan 10 Ribu Masker ke Sekolah di Solok

by Bali Paradiso
0 comment

SOLOK — Dampak kabut asap terhadap kualitas udara mulai mendapat perhatian serius, terutama karena kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan pendidikan. Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Daswippetra, Dt Mjj Alam, menyalurkan 20 ribu masker untuk membantu masyarakat dan pelajar di Kota dan Kabupaten Solok.

Sebanyak 10 ribu masker disalurkan kepada masyarakat umum, sedangkan 10 ribu masker lainnya diperuntukkan bagi pelajar melalui sekolah-sekolah.

Bantuan tersebut diberikan di tengah kondisi kabut asap yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Kondisi udara yang memburuk menjadi perhatian karena masyarakat, termasuk anak-anak, tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Anak-anak kita harus tetap belajar, tetapi kesehatan mereka jangan sampai dikorbankan. Masker ini salah satu ikhtiar sederhana untuk memberikan perlindungan,” ujar Daswippetra.

Menurut Daswippetra, penyaluran masker tersebut bukan dimaksudkan sebagai solusi terhadap persoalan kabut asap. Namun, masker dapat membantu memberikan perlindungan ketika masyarakat harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Kita melihat sendiri bagaimana kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, saya terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bisa langsung membantu masyarakat,” katanya.

Dampak kabut asap terhadap kegiatan pendidikan terlihat di Kabupaten Solok Selatan. Pemerintah daerah setempat pada 17 September 2026 mengeluarkan kebijakan penyesuaian kegiatan pembelajaran setelah kualitas udara di wilayah tersebut terdampak kabut asap selama beberapa pekan.

Baca Juga:   Branding Wonderful Indonesia di Transportasi Publik Wina, Austria

Pembelajaran PAUD dan TK diliburkan, sementara siswa SD dan SMP diarahkan belajar dari rumah pada 18–19 September 2026. Dalam informasi yang disampaikan pemerintah daerah, kualitas udara di wilayah tersebut dilaporkan berada pada kategori tidak sehat.

Situasi tersebut, kata Daswippetra, menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak-anak perlu menjadi perhatian bersama ketika kualitas udara memburuk.

Ia menilai wakil rakyat memiliki tanggung jawab untuk merespons persoalan yang dirasakan masyarakat secara nyata.

“Bagi saya, ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan, wakil rakyat harus hadir. Tidak cukup hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi harus ada tindakan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Daswippetra berharap bantuan 20 ribu masker tersebut dapat digunakan masyarakat dan pelajar sesuai kebutuhan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memantau kondisi kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.

“Kita tentu berharap kondisi ini segera membaik. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dan menjadi bentuk kepedulian kita terhadap kondisi yang sedang mereka hadapi,” katanya.

Selain perlindungan langsung kepada masyarakat, Daswippetra berharap pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga.

Menurutnya, kondisi tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi persoalan lingkungan yang dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk sektor pendidikan.***

Baca Juga:   Pemprov Sumbar Kembali Gelar Car Free Day Mulai 21 Januari 2024, Peluncuran Iven Dimeriahkan Agenda Balanjuang Bersama Gubernur

Berita Terkait