Home Destinasi Mendagri Pantau Vaksinasi Massal di Ubud

Mendagri Pantau Vaksinasi Massal di Ubud

by Igo Kleden

DENPASAR, PARADISO.CO.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Jenderal Polisi (purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid 19 bertempat di Wantilan Balai Banjar, Lingkungan Tegallantang, Kecamatan Ubud, Gianyar, Selasa (23/3/2021).

Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Danrem 163/WSA Brigjen TNI Husein Sagaf, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Dir Intelkam Polda Bali Kombes Pol Zaenal Abidin, Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Dandim 1616/Gr. Letkol Inf. Frandi Siboro, Kapolres Gianyar AKBP. I Dewa Made Adnyana. Mendagri serta rombongan yang didampingi Forkopinda Bali tiba di Wantilan Balai Banjar Tegallantang untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi massal terhadap 200 orang warga Lingkungan Tegallantang yang melaksanakan vaksinasi Covid 19. Tegallantang masuk dalam zona hijau pariwisata Bali untuk Ubud.

Menurut Mendagri, vaksinasi massal diprioritaskan terhadap sektor pariwisata dengan tujuan akan dibukanya pariwisata di beberapa wilayah Provinsi Bali seperti Ubud, Sanur dan Nusa Dua. “Pelaksanaan vaksinasi massal di Lingkungan Tegallantang nantinya sebagai contoh bukan hanya untuk di Provinsi Bali tapi di seluruh Indonesia pada umumnya. Hal tersebut dinilai karena dalam proses pelaksanaan Vaksinasi berjalan dengan tertib dan teratur sesuai dengan Prokes Covid 19,” ujarnya.

Mendagri juga meminta kepada masyarakat yang sudah menerima vaksin agar tetap menerapkan Prokes sebagaimana mestinya. Hal ini penting karena dalam rangka mencegah penularan Covid19. Bali umumnya, dan khususnya Ubud harus segera bangkit dari keterpurukan, pariwisatanya harus segera pulih. “Kepada masyarakat yang telah melaksanakan vaksinasi tahap pertama agar tetap menjaga imun tubuh dan tetap menerapkan prokes 3 M dan juga masaih rentan terpapar Covid 19. Untuk vaksin tahap kedua baru akan terbentuk antibodi dalam proses 4 Minggu kedepan namun juga harus tetap menjalankan prokes 3 M. Kepada petugas tenaga kesehatan saya ucapkan terimaka kasih atas dedikasi dan jerih payahnya dalam tugas melayani masyarakat dalam pencegahan penanganan Covid 19,” ujarnya.

Baca Juga:   Menparekraf Pastikan KEK Likupang Dapat Prioritas untuk Terus Dikembangkan

Penulis – AD|Editor – Igo Kleden

Berita Terkait

Leave a Comment