NO. 38/THN.XVI/MEI/2023
PENDAHULUAN
A. Latar Bekakang
- Idenfikasi masalah
Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan guru dan murid yang didasarkan pada hubungan timbal balik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan oleh guru adalah melakukan perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, evaluasi dan tindak lanjut dari evaluasi. Kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu, (1) kemampuan merencanakan pengajaran, (2) kemampuan melaksanakan proses belajar mengajar dan (3) kemampuan mengevaluasi pengajaran. (S. Nasution 2008). Dengan demikian maka guru berperan sebagai fasilitator dan dinamisator yang menggerakan murid untuk melakukan kegiatan belajar. Keaktifan murid dalam kegiatan pembelajaran menjadi faktor utama karena murid adalah subyek belajar. Didalam melaksanakan pembelajaran guru diharapkan mendesain pembelajaran yang menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dengan mengaitkan materi yang dipelajari dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) maka siswa dapat memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.
Untuk dapat menggerakkan murid dalam proses pembelajaran agar menjadi aktif, maka guru harus mempertimbangkan model pembelajaran yang akan digunakan. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Untuk itu model pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik bahan ajar. Tujuannya adalah menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran sebagai proses yang menempatkan peserta didik sebagai insan yang sadar memahami pentingnya belajar untuk memenuhi kebutuhan dan upaya menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Dengan demikian maka dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana belajar yang baik sehingga siswa aktif bertanya, dan mengemukakan gagasan. Guru harus memfasilitasi kegiatan belajar yang memberi kesempatan kepada peserta didik menemukan sesuatu sehingga mereka mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis juga berpikir kreatif. Dalam suasana belajar yang menyenangkan peserta didik dapat memusatkan perhatiannya secara penuh dan melakukan aktivitas dengan motivasi yang tinggi. Jadi guru diharapkan untuk mengaktualisasikan seluruh potensi manusiawi peserta didik. Akibatnya murid tidak hanya diajak untuk belajar tentang materi secara rasional dan kognitif, tetapi juga diajak untuk belajar dan berlatih dalam suasana yang dialogis, interaktif, menarik, dan menyenangkan. Dengan cara demikian, Murid tidak akan terpasung dalam suasana pembelajaran yang kaku, monoton, dan membosankan.
Dalam pembelajaran IPS di kelas VI SD Inpres Tanahedang, peneliti menggunakan model pembelajaran naratif. Hal ini nampak jelas dalam kegiatan pra siklus tentang karateristik geografis negara Asean. Pada mulanya peneliti berpendapat bahwa dengan pola cerita tentang karateristi geografi negara asean, murid senang mendengarkan cerita dan mudah mengingat materi pelajaran dimaksud. Pada akhir pelajaran peneliti memberikan evaluasi hasil belajar yang diperoleh murid kelas VI SD Inpres Tanahedang belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ada 3 orang siswa yang tuntas dalam pembelajran IPS tentang karateristik geografi negara asean. Selama proses pembelajaran berlangsung, murid bermain dengan temannya sehingga kelas menjadi ribut. Sebagian murid juga hanya diam mendengarkan penjelasan guru sehingga menjadi bosan dan akhirnya mengantuk.
- Analisis Masalah
Bertolak dari kenyataan ini, peneliti melakukan refleksi dan mencoba mengevaluasi proses pembelajaran secara komprehensif. Hasilnya, peneliti menyadari bahwa faktor penyebabnya adalah peneliti menerapkan pembelajaran yang berpusat pada guru dan murid pasif mendengarkan ceritera guru, pola pembelajaran yang diterapkan adalah pola pembelajaran pasif, murid dibiarkan untuk mencermati sendiri ceritera guru tanpa berdiskusi dengan teman dan murid sulit memberikan pertanyaan karena guru tidak memberikan kesempatan bertanya.
- Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Menyadari berbagai kelemahan tersebut, peneliti merancang dan melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah). Peneliti mempersiapkan LKM yang menawarkan masalah yang terdapat di lingkungan kehidupan murid. Peneliti berkeyakinan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) mendorong murid untuk melihat masalah disekitar lingkungan kehidupannya, sekaligus mendorong kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah. Dengan demikian murid memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti melakukan penelitian perbaikan pembelajaran dengan judul : “Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Tentang Karateristik Geografis Negara Asean Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Bassed Learning Pada Murid Kelas VI SD Inpres Tanahedang”
B. Rumusan Masalah
Yang menjadi masalah dalam penelitian pembelajaran ini adalah ”Bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan prestasi belajar IPS tentang Karateristik Geografis Negara Asean pada murid Kelas VI SD Inpres Tanahedang?”
C. Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan dalam penelitian perbaikan pembelajaran adalah :
- Meningkatkan hasil belajar IPS murid kelas VI SD Inpres Tanaedang
- Menumbuhkan motivasi belajar murid untuk menemukan sendiri nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam pembelajaran.
- Untuk menanamkan sikap percaya diri pada murid melalui model problem based learning.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian perbaikan pembelajaran ini diharapkan bermanfaat :
a. Bagi Guru
- Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan sebuah model pembelajaran yang dilakukan sehingga guru dapat berinovasi dalam melakukan kegiatan
- Mendorong guru selalu melaksanakan penelitian
- Membiasakan guru untuk melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
- Meningkatkan profesionalisme guru
b. Bagi Murid
- Meningkatkan hasil belajar murid kelas VI SD Inpres Tanahedang.
- Meningkatkan minat belajar
- Menumbuhkan sikap kritis pada murid
- Mengembangkan keterampilan murid dalam menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sosialnya.
c. Bagi Sekolah
- Sebagai masukan bagi para guru untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya.
- Sebagai referensi sekolah.
METODE PENELITIAN
A. Subyek, Waktu dan Tempat Penelitian
- Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah murid kelas VI SD Inpres Tanahedang yang berjumlah 18 orang murid yang terdiri dari 9 murid laki-laki dan 9 murid perempuan.
- Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan pada semester dua, tahun ajaran 2022/2023 bulan Februari 2023.
- Tempat Penelitian
Tempat penelitian pada SD Inpres Tanahedang Desa Lamaole Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur.
B. Desain Prosedur Pembelajaran
- Deskripsi Siklus I
Pelaksanaan siklus ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Perencanaan
- Guru menyiapkan rencana pembelajaran.
- Guru menyiapkan LKM.
- Guru menyiapkan lembaran evaluasi.
- Guru berkonsultasi dengan guru pembimbing, dan meminta bantuan untuk mengamati proses pembelajaran.
b. Pelaksanaan
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
- Guru mengajukan pertanyaan apersepsi
- Orentasi/basic concept/fase pertama
- Guru menunjukkan contoh gambar
- Murid diminta mengamati gambar secara cermat
- Murid diberi kesempatan untuk berpendapat tentang hasil pengamatanya.
- Guru menjelaskan pokok materi dan kegiatan yang harus dilakukan murid.
- Murid dibagi dalam kelompok diskusi
- Guru membagikan LKS
- 4. Merumuskan masalah/defening the problem/fase kedua
- Guru memberikan pertanyaan kepada kelompok melalui LKS
- Guru meminta murid secara berkelompok mendiskusikan LKS
- Pemimpin kelompok atas pendampingan guru melakukan seleksi atas semua pendapat tersebut untuk ditetapkan pendapat yang lebih fokus pada masalah yang didiskusikan.
- Guru meminta kelompok merumuskan masalahnya
- Guru mendamping ketua kelompok melakukan pembagian tugas untuk mencari referensi demi pemecahan masalah.
- 5. Pembelajaran mandiri /self learning/fase ketiga
- Guru mengamati setiap anggota kelompok yang melakukan investigasi sesuai tugasnya masing-masing
- Guru mengamati setiap anggota kelompok merumuskan hasil investigasinya
- 6. Pertukaran pengetahuan/excange knowledge/fase keempat
- Guru meminta setiap anggota kelompok melaporkan hasil investigasinya kepada ketua kelompok
- Guru mengamati kelompok mendiskusikan hasil temuan untuk menemukan jawaban sesuai petunjuk kerja pada LKS
- Guru mendampingi kelompok merumuskan hasil diskusinya untuk diprosentasekan.
- 7. Tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya/fase kelima
- Guru meminta masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya
- Guru meminta kelompok yang lain menanggapinya
- Guru bersama murid menyimpulkan hasil diskusi kelompok
- Mengumpulkan data. Murid menuliskan kesimpulan laporan dari setiap kelompok.
- Guru melakukan umpan balik melalui evaluasi pada akhir siklus
- 3. Observasi
- Guru peneliti melakukan pengamatan kepada murid selama proses pembelajaran berlangsung.
- Guru pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.
- Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi murid.
- 4. Refleksi
- Guru pembimbing dan guru peneliti membahas kekurangan dan kelemahan pada siklus pertama untuk melakukan tindakan pada siklus kedua.
- Guru peneliti merefleksi penyebab terjadinya kelemahan yang ada pada siklus I.
- Guru merancang kegiatan untuk meyempurnakan tindakan pada siklus dua.
2. Deskripsi Siklus I
Penelitian pada siklus ini dilakukan, dengan tahapan sebagai berikut :
- Perencanaan
- Guru menyiapkan rencana pembelajaran.
- Guru menyiapkan LKM.
- Guru berkonsultasi dengan guru pembimbing.
- Guru menyiapkan lembaran evaluasi.
- Guru peneliti meminta bantuan kepada guru pengamat untuk mengamati proses pembelajaran.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan rencana tindakan II merujuk pada data masalah yang muncul pada siklus I sesuai alternatif pemecahan masalah dengan strategi sebagai berikut:
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
- Guru mengajukan pertanyaan apersepsi
- Orentasi/basic concept/fase pertama
- Guru menunjukkan contoh gambar
- Murid diminta mengamati gambar secara cermat
- Murid diberi kesempatan untuk berpendapat tentang gambar yang diamati
- Guru menjelaskan pokok materi dan kegiatan yang harus dilakukan murid.
- Murid dibagi dalam kelompok diskusi
- Guru membagikan LKS
- 4. Merumuskan masalah/defening the problem/fase kedua
- Guru memberikan pertanyaan kepada kelompok melalui LKS
- Guru meminta murid secara berkelompok mendiskusikan LKS
- Pemimpin kelompok atas pendampingan guru melakukan seleksi atas semua pendapat tersebut untuk ditetapkan pendapat yang lebih fokus pada masalah yang didiskusikan.
- Guru meminta kelompok merumuskan masalahnya
- Guru mendamping ketua kelompok melakukan pembagian tugas untuk mencari referensi demi pemecahan masalah.
- 5.Pembelajaran mandiri /self learning/fase ketiga
- Guru mengamati setiap anggota kelompok yang melakukan investigasi sesuai tugasnya masing-masing.
- Guru mengamati setiap anggota kelompok merumuskan hasil investigasinya
- 6. Pertukaran pengetahuan/excange knowledge/fase keempat
- Guru meminta setiap anggota kelompok melaporkan hasil investigasinya kepada ketua kelompok
- Guru mengamti kelompok mendiskusikan hasil temuan untuk menemukan jawaban sesuai petunjuk kerja pada LKS
- Guru mendampingi kelompok merumuskan hasil diskusinya untuk diprosentasekan
- 7. Tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya/fase kelima
- Guru meminta masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya
- Guru meminta kelompok yang lain menanggapinya
- Guru bersama murid menyimpulkan hasil diskusi kelompok
- Mengumpulkan data. Murid menuliskan kesimpulan laporan dari setiap kelompok.
- Guru melakukan umpan balik melalui evaluasi pada akhir siklus II
- Observasi
- Guru peneliti melakukan pengamatan kepada murid selama proses pembelajaran berlangsung.
- Guru pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.
- Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi murid.
- Refleksi
Bersama guru pembimbing melakukan pembahasan tentang hasil yang diperoleh pada siklus ke dua.
C. Teknik Analisa Data
Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui dengan rumus dibawah ini.
Nilai rata-rata kelas diperoleh dari : 
PEMBAHASAN
Pada pembelajaran siklus I, guru menunjukkan gambar geografis negara asean. Guru meminta siswa untuk menulis pertanyaan terkait karateristik geografi negara asean. Siswa berdiskusi tentang pertanyaan yang diberikan guru. Setelah mengamati gambar yang diberikan guru siswa mengisi tabel dan menulis manfaat karateristik geografi negara asean. Siswa mempresentasekan hasil diskusi di depan kelas. Guru memberikan penguatan kepada siswa. Bersama guru, siswa menympulkam materi yang diajarkan. Melaksanakan post test. Menilai hasil evaluasi siswa.
Dalam pembelajaran jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 8 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 44,44%, siswa yang kurang aktif ada 10 orang dengan prosentase sebesar 55,56%. Sedangkan aspek yang diamati dalam observasi guru pada kegiatan pra pembelajaran, kegiatan membuka atau memulai pembelajaran, kegiatan inti dan penutup. Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,02, dengan rata-rata skor adalah 3,51. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1250, rata-rata kelas 69,44. Prosentase ketuntasan secara klasikal 44,44%.
Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil refleksi siklus I adalah guru belum menggunakan metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.
Pada pertemuan siklus II guru menyampaikan tujuan pembelajaran, guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru membagikan lembaran LKS. Siswa mengamati lingkungan sekitar sekolah dan menulis hasil pengamatannya tentang karateristik geografis di Indonesia dan membandingkan karateristik geografis negara asean melalui pengamatannya pata peta. Siswa melaporkan hasil pengamatannya di depan kelas. Guru membimbing siswa dalam proses pelaporan hasil pengamatannya. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Mengadakan post test dan menilai hasil post test siswa. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Sedangkan jumlah nilai yang diperoleh guru dalam observasi guru siklus II adalah 15,76, dengan rata-rata skor adalah 3,94. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.
Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post test siklus II menunjukkan bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran 100%. Jumlah nilai siklus II adalah 1420 dengan rata-rata kelas 78,88.
Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dikatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Inpres Tanahedang Desa Lamaole Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur Tahun Ajaran 2022/2023 tentang karateristik geografis negara asean.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes yang diperoleh siklus I yaitu jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 8 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 44,44%, siswa yang kurang aktif ada 10 orang dengan prosentase sebesar 55,56%. Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,02, dengan rata-rata skor adalah 3,51. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1250, rata-rata kelas 69,44. Prosentase ketuntasan secara klasikal 44,44%
Sedangkan hasil observasi siswa dalam pembelajaran siklus II menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Jumlah nilai yang diperoleh guru dalam observasi guru siklus II adalah 15,76, dengan rata-rata skor adalah 3,94. Jumlah nilai siswa siklus II adalah 1420 dengan rata-rata secara klasikal adalah 78,88. Prosentase secara klasikal adalah 100%. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.
Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan metode pengamatan langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Inpres Tanahedang pada mata pelajaran IPS tentang karateristik geografi negara asean.
SARAN
Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran :
- Bagi Siswa
Memotivasi diri dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru sehingga mampu mengalami langsung materi pembelajaran.
- Bagi Guru
Guru dapat mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya untuk memperbaiki diri dalam pembelajaran secara terus-menerus.
- Bagi Sekolah
Sebagai masukan bagi sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran di kelas VI Sekolah Dasar pada mata pelajaran IPS.
- Bagi Peneliti
Sebagai sarana untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dalam penerapan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran di sekolah dengan realita yang terjadi di masyarakat dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian selanjutnya.


