Home Pendidikan Usai 3 Tahun Menjadikan SMAN 1 KINTAMANI Sekolah Mercusuar, PSF Kini Pamit

Usai 3 Tahun Menjadikan SMAN 1 KINTAMANI Sekolah Mercusuar, PSF Kini Pamit

by Igo Kleden

DENPASAR|PARADISO.CO.ID – Setelah 3 tahun membantu SMAN 1 Kintamani menjadikannya  sekolah mercusuar, Putera Sampoerna Foundation (PSF) akhirnya pada Rabu (6/10) melangsungkan  acara serah terima SMAN 1 Kintamani kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali.

Acara ini ditandai dengan penyerahan dokumen rencana kerja sekolah dan plakat kepada Dinas Pendidikan yang secara langsung diserahkan oleh Elan Merdy, Senior Director Putera Sampoerna Foundation dan Juliana,  Head of Development and Program Putera Sampoerna Foundation kepada Dr KN Boy Jayawibawa, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali.

Acara serah terima ini juga dihadiri oleh Maureen Toh, Direktur UTSB (Usaha Tegas) secara daring melalui platform zoom serta Kepala Sekolah SMAN 1 Kintamani juga perwakilan guru dan siswa.

Ini menandai akhir dan pencapaian sekolah atas implementasi Lighthouse School Program yang telah berjalan di SMAN 1 Kintamani sejak tahun 2017 dibawah binaan Putera Sampoerna Foundation.

“Kegiatan handover ini dapat diartikan sebagai langkah baru secara mandiri SMAN 1 Kintamani untuk terus berkembang melalui pencapaian-pencapaian lainnya, sehingga predikat sekolah mercusuar semakin bermakna,” kata Elan Merdy, Rabu (6/10).

Selain prosesi serah terima, acara ini juga menyajikan segmen interaktif yang dikemas dalam bentuk talkshow dan segmen khusus yang mengangkat testimoni perwakilan siswa dan guru yang turut serta mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UTSB (Usaha Tegas), Putera Sampoerna Foundation, dan Dinas Pendidikan yang telah menginisiasi program ini, sehingga dapat diimplementasi di SMAN 1 Kintamani.

Maureen mengatakan, melihat dari pencapaian yang diraih sekolah, kami (Usaha Tegas) menyadari bahwa memilih SMAN 1 Kintamani merupakan keputusan yang tepat untuk membantu meningkatkan kualitas sekolah dan kompetensi warga sekolah.

Mengingat bahwa perjalanan program ini bukanlah proses yang instan, tapi telah melalui tahap yang panjang. Setelah kurang lebih tiga tahun dalam binaan Putera Sampoerna Fonudation dalam mengimplementasi Lighthouse School Program, SMAN 1 Kintamani berhasil melaluinya dengan baik hingga memperoleh predikat sebagai Lighhouse School atau Sekolah Mercusuar.

Gelar yang kini disandang oleh SMAN 1 Kintamani menyiratkan sebuah tanggung jawab besar sebagai sekolah unggul untuk dapat melanjutkan praktik, baik yang telah diterima selama implementasi program dan diharapkan dapat terus mengimbaskannya kepada lebih banyak penerima manfaat.

Juliana menambahkan, diawali dengan survey terhadap beberapa sekolah di Bali hingga terpilih SMAN 1 Kintamani yang menjadi sekolah binaan, dengan potensi yang dimiliki lambat laun kini SMAN 1 Kintamani semakin berkembang menjadi sekolah mercusuar di Kintamani.

Lighthouse School merupakan suatu program peningkatan kualitas sekolah secara holistik dan intensif untuk mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel, didukung oleh guru-guru berkualitas, terutama pada bidang STEM & Bahasa Inggris dengan menerapkan praktek terbaik pembelajaran internasional. Program ini bertujuan untuk membentuk sekolah model yang efektif dalam menciptakan lulusan yang berkualitas, yang mencapai/melampaui Standar Nasional Pendidikan sehingga dapat menjadi referensi bagi sekolah lainnya.

“Dengan adanya LSP menjadi program yang baik untuk meningkatkan pendidikan di Bali, khususnya di wilayah Kintamani, saya sangat mendukung dan berterima kasih kepada Usaha Tegas dan Putera Sampoerna Foundation yang telah mengimplementasikan program ini di sini” ucap Dr KN Boy Jayawibawa pada Handover Lighthouse School Program SMAN 1 Kintamani, Rabu (6/10).

Dengan adanya program seperti ini diharapkan mampu mendorong percepatan pemerataan kualitas pendidikan di Bali pada khususnya dan di Indonesia secara menyeluruh. Tentunya hal ini kita jadikan sebagai upaya dalam mendukung pemerintah dala mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan yang berkualitas.

Seperti diketahui, Putera Sampoerna Foundation-School Development Outreach (PSF-SDO) berdiri pada tahun 2005.  Putera Samperna Foundation menginisiasi School Development Outreach sebagai respons terhadap kebutuhan layanan pendidikan berkualitas di Indonesia. Putera Sampoerna Foundation- School Development Outreach (PSF-SDO) memiliki misi meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kapasitas pendidik dan mutu sekolah demi mewujudkan lulusan berkualitas yang dapat bersaing secara global.

Misi ini tertuang dalam tiga flagship program PSF-SDO yaitu, Lighthouse School Program (LSP), pengembangan sekolah berkualitas melalui pendekatan yang holistic dan komprehensif. Pusat Belajar Guru (Teachers Learning Centre-TLC), sebuah pengembangan sistem pelatihan guru berkelanjutan melalui pembekalan calon guru terpilih sebagai Master Teacher dan Pengelola TLC untuk mempercepat peningkatan kualitas guru di kabupaten/provinsi.

Ada juga program Guru Binar, sebuah platform pengembangan karir guru melalui pelatihan daring dan beragam pengembangan profesi lainnya. Melalui platform ini para guru akan mendapatkan akses pelatihan daring bersertifikat hingga 128 jam pelajaran (JP) yang berkualitas dan disesuaikan dengan kebutuhan serta fase belajar setiap pengguna.

Sebagai sebuah organisasi yang terdepan dalam pendidikan, PSF-SDO berkolaborasi dengan berbagai mitra nasional ataupun internasional dalam merancang dan menjalankan beragam inovasi . Hingga saat ini, PSF-SDO melalui program-programnya, telah menjangkau ke lebih dari  33.661 tenaga pengajar, kepala sekolah, pengawas dan pengelola sekolah, 416.109 siswa dan 109.560 orangtua.

PSF-SDO terlibat dalam peningkatan kualitas pendidikan di 152 sekolah dan madrasah dan menginisiasi 9 Pusat Belajar Guru di berbagai lokasi di Indonesia. PSF-SDO, melalui Guru Binar, juga telah menjangkau hingga 30.000 guru sebagai pengguna aktif pelantar pengembangan karir guru.***

Editor – Igo Kleden

You may also like