Home Kasus Divonis 3 Bulan Penjara, Simone : Keadilan Hanya Sebuah Mimpi 

Divonis 3 Bulan Penjara, Simone : Keadilan Hanya Sebuah Mimpi 

by sonny sonny

PARADISO.CO.ID I DENPASAR – Korban Pencemaran Nama Baik, Simone Christine Polhutri menyesali putusan hakim yang tidak memberikan rasa keadilan. Faktanya, terdakwa Pencemaran Nama Baik Rommy Rempas hanya divonis 3 bulan penjara, tanpa ada perintah penahanan.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggelar sidang putusan dengan terdakwa Rommy Rempas atas kasus Pencemaran Nama Baik terhadap Simone Christine Pulhutri tanggal 7 Oktober 2021.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Rustanto, S.H., M.H menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 3 bulan terhadap Rommy Rempas. Karena, Rommy Rempas terbukti melanggar Pasal 310 ayat 1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencemaran Nama Baik.

“Menyatakan bahwa terdakwa Rommy Rempas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pencemaran Nama Baik, dan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 3 bulan,”ucap hakim Ketua dalam persidangan.

Atas putusan hakim yang hanya menghukum terdakwa 3 bulan penjara, korban Simone Christine Polhutri berulang kali menyebutkan merasa kecewa dengan putusan yang dijatuhkan kepada terdakwa yang tidak seimbang dengan perbuatannya mencemarkan nama baik seorang perempuan ditengah umum.

“saya sebagai korban yang sudah dihajar dan dipermalukan  harkat dan martabat saya dihadapan umum oleh terdakwa, padahal saya tidak kenal dengan terdakwa juga tidak punya kesalahan terhadap terdakwa, sangat merasa kecewa dengan putusan hakim yang hanya menjatuhkan 3 bulan penjara kepada terdakwa,”jelas Simone

Ia menegaskan, bahwa ia dikeroyok oleh dua orang yang sudah berkonspirasi untuk melakukan kejahatan tindak pidana pencemaran nama baik didepan umum, hal itu terbukti sehari sebelumnya dengan adanya postingan di FB oleh istri terdakwa yang mengatakan  “yeaaay liat aja siapa yg akan dipermalukan” lalu suaminya memaki-maki didepan umum kepada saya ditengah tengah acara yang sedang berlangsung dihari penting kelulusan anak anak”.

“setelah memaki-maki saya di depan umum oleh terdakwa Rommy Rempas, kemudian istrinya Linda Fitria Paruntu yang juga terpidana komen di grup wa orang tua murid sekolah yang menegaskan perbuatan suaminya dengan menuliskan” heh Simone tadi didatangin suamiku ya takut ya kamu sampe ga bisa berkata-kata,”ungkapnya

Bagi Simone kejadian tersebut adalah dua tindakan penghinaan yang merupakan perbuatan kesewenang-wenangan, mestinya tidak bisa dianggap biasa-biasa saja. Semestinya, perbuatan yang tidak beradab harus dihukum secara tegas.

“jadi rasa keadilan sangatlah penting terhadap korban, walaupun saya menyadari, bahwa semua keputusan berada ditangan Hakim itu sendiri, namun keadilan tetaplah satu-satunya pengharapan,”ungkapnya

Menurut Simone dengan kejadian tersebut seharusnya ada keadilan bagi korban, namun keadilan  yang diharapkan hanya sebuah mimpi,”hukum itu hanya tajam ke bawah dan tumpul keatas.

Sementara, menurut Kuasa Hukum korban, Nikson Lalu, mengaku sangat kecewa dengan putusan hakim yang hanya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa 3 bulan penjara,  di mana putusan itu tidak memberi rasa keadilan terhadap korban yang telah dicemarkan nama baiknya oleh terdakwa Rommy.

“Seharusnya majelis hakim dalam putusannya dapat melakukan terobosan baru, di samping menjatuhkan hukuman penjara 3 bulan, harus diikuti dengan perintah penahanan terhadap terdakwa, karena dengan ditahannya terdakwa akan memberikan efek jerah,”imbuh Nikson

Ia juga mengharapkan nantinya jaksa mengajukan banding, namun memori banding tersebut harus mewakili kepentingan korban.

Sebelumnya, pada 9 September lalu, terdakwa Rommy Rempas ditutut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 4 bulan penjara.(bene)

You may also like