Home Pendidikan Prodi BHP Poltekpar Bali Ikut Kembangkan Wisata Pedesaan di Desa Kenderan dan Tegallalang

Prodi BHP Poltekpar Bali Ikut Kembangkan Wisata Pedesaan di Desa Kenderan dan Tegallalang

by Igo Kleden

BALI|PARADISO.CO.ID – Berbicara mengenai daerah wisata, Kabupaten Gianyar masih sangat identik dengan kawasan Ubud. Namun, saat ini sedang dikembangkan kawasan wisata perdesaan yang melibatkan tiga desa tua di Kecamatan Tegallalang yaitu Desa Taro, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan. Diantara desa-desa tersebut, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan tampaknya belum banyak dieksplorasi. Nah, kali ini kesempatan Prodi Bisnis Hospitaliti (BHP) Poltekpar Bali  ikut ambil bagian dalam upaya pengembangan wisata di dua desa tersebut dalam kegiatan pengabdian masyarakat (PkM).

Kegiatan PkM oleh Prodi BHP Poltekpar Bali mengambil tajuk ’Keterlibatan Masyarakat dalam Membangun Kawasan Wisata Perdesaan di Kecamatan Tegallalang, Gianyar-Bali’. Kegiatan ini  dikemas dalam bentuk sosialisasi yang dilaksanakan di Villa Kayangan, Desa Kenderan, Gianyar pada 27-29 Oktober 2021. Sosialisasi dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai materi seputar pengembangan wisata perdesaan antara lain tentang peran pemangku kepentingan dalam pembangunan pariwisata perdesaan, peluang berwirausaha di kawasan wisata pedesaan, etika komunikasi, pemahaman dasar higiene dan sanitasi, serta pemahaman lintas budaya.

Berada dalam satu wilayah dengan Desa Taro, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan tampak masih belum optimal dalam pengembangan wisatanya. Desa Kenderan merupakan desa yang kaya akan keindahan alam dan budaya. Desa Kenderan merupakan sebuah desa terpencil di pinggiran Ubud yang menyimpan banyak peninggalan sejarah berupa sarkofagus, juga ada Puri yang masih alami dan terjaga keasriaanya serta adapula  Pura Griya Sakti Manuaba yang menyejarah.

Baca Juga:   Supervisi Klinis Meningkatkan Kemampuan Guru di SD INPRES BELOAJA Dalam Menyusun RPP

Selain itu, Desa Kenderan juga terberkati dengan landskap alam yang sangat indah, air terjun memikat dan 7 macam sumber mata air abadi (tirta) yang disucikan (beji). Desa Kenderan dapat dikatakan sebagai representasi harmoni alam dengan manusia.

Sementara Desa Tegallalang memiliki ceritanya tersendiri.  Selain sebagai kawasan wisata alam, Desa Tegallalang juga tersohor sebagai desa dengan artshop terpanjang di dunia. Sepanjang 22 km dari ujung utara Ubud hingga ujung selatan Kintamani, Desa Tegallalang memanjakan para wisatawan dengan suguhan produk kreativitas masyarakat yang tiada batasnya. Produk-produk tersebut meliputi kerajinan tangan dari batu, kayu, bambu, emas, perak, kain hingga kaca. Kreativitas seni ini dapat dijumpai hampir di setiap pelosok Desa Tegallalang.

Namun, tidak berhenti disitu saja. Desa Tegallalang juga memiliki ‘ceking’, yaitu tingkatan persawahan yang legendaris yang merupakan kekayaan cipta karsa manusia yang mampu mengolah berkah dari alam. Maka, tidak heran apabila Desa Tegallalang disebut juga sebagai pusat kreatifitas manusia yang tiada batas. Hal inilah yang dapat dijadikan potensi wisata menarik di Desa Tegallalang.

Wisata perdesaan adalah suatu kegiatan pariwisata di wilayah yang menawarkan daya tarik wisata berupa keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian perdesaan, baik dari kehidupan sosial, ekonomi dan adat istiadat masyarakat setempat, arsitektur bangunan maupun struktur tata ruang desa yang khas atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik.

Baca Juga:   Kemendikbud Tegaskan Tidak Ada Rencana Peleburan Mata Pelajaran Agama

Desa Taro, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan yang merupakan desa tua di Kecamatan Tegallalang memiliki potensinya masing-masing sehingga sangat memungkinkan untuk membentuk kawasan wisata perdesaan. Namun, dalam proses pengembangannya, terdapat beberapa kendala yang dialami meliputi kompetensi sumber daya manusia pengelola pariwisata dan terbatasnya sarana pariwisata di tiga desa tersebut. Oleh karena itu, Program Studi Bisnis Hospitaliti (BHP) Politeknik Pariwisata Bali sesuai permintaan Puri Manuaba Retreat Desa Kenderan tergerak untuk mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM).

Menurut Koordinator Program Studi BHP, Ir. Ida Ayu Kalpikawati, M.Si, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam meningkatkan peran dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata di Desa Tegallalang dan Desa Kenderan pada khususnya. Beliau juga menuturkan bahwa perbedaan potensi wisata di masing-masing desa bukan untuk dipertentangkan, namun untuk saling menguatkan.

“Untuk menyatukan perbedaan, diperlukan spirit kolaborasi sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan”, ujar Kalpikawati.

Kedepannya diharapkan kegiatan ini berlanjut untuk mendampingi para penggiat wisata yang ada di tiga desa yaitu Desa Taro, Desa Tegallalang dan Desa Kenderan dalam upaya mendukung terbentuknya Kawasan Wisata Perdesaaan.

Pada acara pembukaan kegiatan  PkM di Desa Kenderan ini hadir pula  Kadispar Kab. Gianyar, Camat Tegallalang, Penglingsir Puri Manuaba, Direktur Poltekpar Bali yang diwakili oleh Sekretaris Jurusan Hospitaliti dan Unit P3M Poltekpar Bali.

Baca Juga:   Relawan Mahasiswa Kesehatan Siap Diterjunkan Membantu Penanganan Covid-19

Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekpar Bali yang diwakili oleh Ida Ayu Sri Puspa Adi, S.Pd., M.Par. Secara simbolis, dua orang peserta dipilih untuk disematkan tanda peserta sebagai tanda kegiatan PkM telah dibuka secara resmi. Adapun peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang yang terdiri 15 orang berasal dari Desa Tegallalang dan 15 orang dari Desa Kenderan yang merupakan anggota Kelompok Sadar Wisata dan Pelaku Usaha Kepariwisataan (pemilik/pengelola akomodasi, pengelola DTW, pemilik transportasi), Organisasi Kepemudaan (Pengurus Karang Taruna).

Diharapkan kehadiran PkM Prodi BHP Poltekpar Bali dapat memberikan manfaat positif dalam pengembangan wisata perdesaan di Desa Tegallalang dan Desa Kenderan.***

Editor – Igo Kleden

Berita Terkait