Home Destinasi Potensi Capai Rp100 Triliun, Wisata Kesehatan di Indonesia Mulai Dikembangkan 

Potensi Capai Rp100 Triliun, Wisata Kesehatan di Indonesia Mulai Dikembangkan 

by Bowo
0 comment

Tangerang (Paradiso) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kini mulai gencar mengenalkan wisata kesehatan di Indonesia. Konsep ini diyakini dapat membantu wisatawan untuk mengecek kesehatan sekaligus berwisata. Bahkan potensi yang dihasilkan bisa mencapai Rp100 triliun. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, saat mencoba wisata kesehatan dengan melakukan Medical Check Up di RS Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Sabtu (14/8/2021).

 

Wisata Kesehatan merupakan program kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia guna pengembangan program Wisata Kesehatan di Indonesia periode 2021 – 2024. Dari hal ini, Kemenparekraf turut menggandeng berbagai instansi baik dari lintas kementerian lainnya, maupun pihak swasta guna bekerja sama mendukung wisata kesehatan di Indonesia. Dari program ini, tentunya banyak hal dan potensi yang bisa diambil.

 

“Dan pemerintah akan bekerja sama dengan lintas kementerian lembaga dan lainnya untuk memastikan peluang emas ini. Itu karena Rp100 triliun lebih yang dibelanjakan untuk wisata medis di luar negeri, kita akan ambil potensinya oleh industri kesehatan dan bisa juga program wisata,” ujar Sandiaga Uno saat Press Conference di RS Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Sabtu (14/8/2021).

 

Kemenparekraf tak henti untuk terus melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi demi memajukan pariwisata sekaligus tetap memperhatikan kesehatan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah program wisata kesehatan. “Selain kita melakukan usaha kita untuk tetap sehat, kita juga tetap bisa berwisata,” ujar Sandiaga Uno.

Baca Juga:   Teraskita Hotel Jakarta Kembali Menerima Certificate Traveller's Choice 2021 dari Trip Advisor

 

Sementara itu, wisata kesehatan di Indonesia sendiri terdiri menjadi dua bagian, diantaranya wisata Medical Tourism dan wisata Wellness Herbal Tourism.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Istri Nur Asia Uno berkunjung ke Siloam Hospitals Lippo Village dengan disambut oleh CEO & Deputy President Director Siloam Hospital Group, Caroline Riady, Managing Director Siloam Hospitals Group dr. Grace Frelita, Ketua Umum IDI Daeng M Faqih, Ketua Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia dr. Mukti Eka Rahadian dalam kegiatan pengembangan program wisata kesehatan di Indonesia, Tangerang, Sabtu (14/8/2021).

 

General check up yang dilaksanakan pada Sabtu (14/8/2021) ini merupakan rangkaian dari kegiatan relaunching Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (Perkedwi). Perkedwi merupakan perhimpunan yang ada di bawah payung Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (MPPK PB IDI) yang bertanggung jawab mengembangkan pelayanan profesi kedokteran untuk menjadi unggulan dalam wisata kesehatan.

 

Usai menjalani pemeriksaan, Sandiaga menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menguji coba kesiapan fasilitas kesehatan di Jabodetabek dalam rangka mengembangkan potensi wisata kesehatan di Tanah Air. “Layanan kesehatan terutama yang berkaitan dengan wisata kesehatan di Indonesia tidak kalah dengan negara lain,” kata Sandiaga.

 

Untuk mengembangkan potensi wisata kesehatan di Indonesia, lanjut Sandiaga, saat ini Kemenparekraf/Baparekraf dengan Kementerian Kesehatan telah menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka pengembangan Wisata Kesehatan pada tahun 2017 yang diperbarui pada akhir tahun 2020.

Baca Juga:   Maskapai Negara Anggota ASEAN Diminta Buka Rute Penerbangan ke Indonesia

 

“Seiring dengan penandatangan tersebut, pada akhir tahun 2019, Kemenkes telah meluncurkan katalog wisata kesehatan berisi 15 rumah sakit unggulan yang ditetapkan sebagai proyek percontohan _medical tourism_ yang tersebar di tiga lokasi. Yakni Sumatra Utara, DKI Jakarta, dan Bali,” ujar Sandiaga.

 

Jumlah rumah sakit unggulan ini, dikatakan Sandiaga, dapat terus bertambah mengingat semakin banyaknya jumlah rumah sakit yang telah disertifikasi di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, Sandiaga menuturkan pihaknya dengan Kemenkes juga telah menerjemahkan komitmen dalam PKS ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengembangan Wisata Medis.

 

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan wisata kesehatan di Tanah Air. Menurutnya, di masa pandemi COVID-19 kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

 

“Kami dari DPR mendukung upaya pengembangan wisata kesehatan ini. Dengan adanya dokter-dokter terbaik dan rumah sakit yang luar biasa yang kita miliki kita bisa menjadikan medical check up menjadi suatu bagian wisata kesehatan yang memberikan kesan yang mendalam,” ujar Arzeti.

 

Turut hadir pula Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Odo Manuhutu; Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf, Alexander Reyaan. Acara ini juga dihadiri ketua PB IDI, Daeng Faqih; dan Ketua PP Perkedwi, Mukti Eka Rahadian. (*)

Baca Juga:   Ubud Village Jazz Festival di Stala Hotel Bakal Meriah

 

 

Berita Terkait