Home Destinasi RS Berskala Internasional di Bali Ditargetkan Buka di Akhir Tahun 2023

RS Berskala Internasional di Bali Ditargetkan Buka di Akhir Tahun 2023

by Igo Kleden

BALI|PARADISO INDONESIA – Kabar gembira bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Bahwa di akhir tahun 2023, bila ingin berobat tidak perlu terbang jauh – jauh lagi ke luar negeri. Cukup ke Bali saja, tepatnya di kawasan wisata Sanur. Karena ditargetkan pada akhir tahun ini Rumah Sakit berskala international mulai beroperasi di Bali.  Tentu dengan beroperasinya RS International ini akan sangat menguntungkan Indonesia khususnya Bali.

Mengapa? Diperkirakan Indonesia kehilangan Rp 97,6 T setahun dikarenakan hampir 2 juta orang indonesia bepergian ke luar negeri untuk tujuan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan berkelanjutan lainnya seperti kanker dan aestethic di tahun 2019.  Tentu ini merupakan angka yang besar.

Dengan kehadiran RS ini, Indonesia akan makin memiliki peran penting di Asia dengan prediksi pengembangan ekonomi yang pesat, membuka peluang untuk bersaing dan memiliki infastuktur serta nilai tambah salah satunya di bidang Kesehatan.

Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran dan inisiatif pemerintah Indonesia melalui BUMN untuk secara serius berinovasi membangun fasilitas bertaraf International dengan teknologi, spesialisasi serta didukung oleh sistem dan sumber daya manusia Kesehatan handal.

Terobosan pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 40 hektar untuk Kesehatan yang pertama di Sanur, Bali juga merevitalisasi hotel bersejarah yang dibangun oleh Ir. Soekarno dan menyatu dengan etno botanical garden. Sanur yang sudah terkenal sejak decade sebagai destinasi wisata sarat dengan budaya dan sejarah menjadi pilihan lokasi yang tepat. Mengambil inspirasi Sanur dari asal kata “Sahar Nuhur” atau “silahkan datang” dan dimana wilayah desa Intaran (diambil dari banyaknya tumbuhan perdu Intaran) dulunya banyak dipakai untuk pengobatan serta Sanur yang juga dikenal sebagai “the sunrise of Bali” menjadikan Sanur istimewa sebagai destinasi Kesehatan. KEK Kesehatan ini kelak bukan hanya menawarkan Medical Tourism namun juga dapat menjadi tujuan untuk wisata wellness sehingga Bali akan memiliki Health Tourism yang komphrehensif.

Baca Juga:   Menparekraf Janjikan Percepat Realisasi KEK Singosari

 

PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama dengan Mayo Clinic merancang desain bangun, tata kelola dan budaya, layanan medis dan quality assurance dengan tujuan untuk memposisikan kualitas, keamanan, dan pengalaman pasien pada standar internasional tertinggi – dengan demikian diharapkan orang Indonesia tidak perlu lagi keluar negri untuk berobat.

Mayo Clinic merupakan rumah sakit terbaik dunia (sejak publikasi daftar Global Newsweek & Statista Inc. pertama pada tahun 2019), rumah sakit terbaik AS selama tujuh tahun berturut-turut, serta peringkat teratas dalam empat belas spesialisasi (US News & World Report). Mayo Clinic adalah lembaga perawatan kesehatan terkemuka di dunia, yang menonjol karena keunggulannya yang konsisten, termasuk dokter yang terkemuka, perawatan keperawatan terbaik, dan teknologi canggih.

Pembangunan rumah sakit diharapkan selesai pada akhir 2023 dan beroperasi penuh pada awal tahun 2024. Berdiri di atas lahan seluas 5,0 Ha (dengan luas bangunan sekitar 60.000 M2 di empat lantai) yang dikelilingi oleh landscape tanaman tropis, pengembangan Bali International Hospital (BIH) merencanakan 250 tempat tidur rawat inap, dengan 6 pusat unggulan kelas dunia, terutama di sektor Cardiology, Oncology, Neurology, untuk manajemen penyakit kritis. Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical check up akan menjadi spesialisasi medis yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam Rumah Sakit ini.

Baca Juga:   Aktivis Perempuan : Hukum Itu Harus Adil, Perempuan Tidak Boleh Dihina

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Rumah Sakit di Kawasan Ekonomi Khusus, diharapkan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri dapat berpraktek tanpa melalui prosedur adaptasi di universitas pendidikan terlebih dahulu dengan misi untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi secara progresif  serta masuknya obat obatan berkualitas tinggi sesuai ijin edar dapat digunakan.

Didukung dan dipandu oleh “the Medical Advisory Board” yang terdiri dari Guru Besar dan pakar bidang kedokteran yang berasal dari berbagai Universitas di Indonesia, untuk mencapai keunggulan klinis, operasional dan bisnis, rumah sakit Bali yang baru ini akan mampu meningkatkan daya saingnya dibandingkan dengan institusi regional lainnya dan memberikan ketenangan pikiran kepada pasien masa depan. Pasalnya, pasien dapat meyakini bahwa penyedia layanan kesehatan mereka berkolaborasi dengan institusi dunia yang terpercaya di industri kesehatan ini.

Rumah Sakit Internasional Bali berkomitmen untuk menempatkan dan menumbuhkan reputasi Bali sebagai destinasi medical tourism terkemuka di Indonesia. Perusahaan berharap dapat terus dipercaya dan mendapatkan dukungan penuh baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat sehingga dapat mencapai tujuan bangsa  yakni membawa potensi Indonesia melalui Bali.

“Pada akhirnya, rumah sakit internasional ini menjadi kebanggaan dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ini bagian dari komitment badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Indonesia,” ujar dr Mira, Direktur Utama, PT. Pertamedika – IHC. ***igo

Baca Juga:   Kemenparekraf Dorong Penguatan Desa Wisata Berkelanjutan dan Berdaya Saing

Berita Terkait