Home Destinasi Sandiaga Uno Apresiasi Penerapan Prokes CHSE di Kawasan Uluwatu

Sandiaga Uno Apresiasi Penerapan Prokes CHSE di Kawasan Uluwatu

by Igo Kleden

ULUWATU|PARADISO.CO.ID – Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang ketat dan disiplin oleh pihak pengelola Kawasan DTW Uluwatu. Dimana, protokol kesehatan sangat diterapkan dengan baik, mulai dari akses masuk, di dalam kawasan hingga ke tempat pertunjukan Kecak. “Saya mengapresiasi kesiapan pengelola Uluwatu. Sangat-sangat disiplin, mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer bahkan para penari kecak juga menerapkan protokol yang ketat. Harus dipertahankan ke depannya,” ungkap Menparekraf, Sandiaga Uno, saat memantau vaksinasi massal di Wantilan Kawasan Wisata Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan,Senin (22/3).

Bahkan untuk transaksi di obyek wisata Uluwatu sudah dilakukan secara digitalisasi. Hal ini tentunya menekan resiko penularan Covid-19. “Saya melihat, kesiapan destinasi sudah sangat siap,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya berharap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk penerbangan wisatawan mancanegara atau internasional di bulan Juni dan Juli segera bisa dibuka sesuai dengan harapan dan target Presiden.

Kawasan Uluwatu…

Terkait dengan vaksinasi menurut Sandiaga Uno merupakan persiapan menjelang dibukanya pariwisata yang memungkinkan kunjungan kembali wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali.

“Vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama di Bali,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga sempat berbincang dengan salah seorang peserta vaksinasi yang mengungkapkan harapannya agar pariwisata Bali bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga:   Presiden Apresiasi Aplikasi JP Hub Sukseskan Gerakan Beli Kreatif Danau Toba

“Tadi saya sempat berbincang dengan salah seorang peserta vaksinasi yang berharap agar pariwisata Bali bangkit kembali. Dulu sebelum pandemi, Bali merupakan salah satu destinasi wisata unggulan,” katanya.

Sementara itu Manager DWT Kawasan Luar Uluwatu Wayan Wijana menyampaikan vaksinasi dilakukan selama 2 hari yakni tanggal 21-22 Maret 2021 dengan total yang divaksinasi di Uluwatu Desa Adat Pecatu dengan total 400 orang terdiri dari staff management Uluwatu, Sekaa Kecak, pemandu wisata dan pedagang. “Ini bukti kesiapan kami, semua stakeholder di Uluwatu ini mulai divaksin dari tanggal 20 Maret lalu dan hari ini 22 Maret. Jadi totalnya sudah 400 orang,” paparnya.

Selain itu, Wijana juga mengungkapkan kalau penerapan protokol kesehatan di kawasan Uluwatu sudah dilakukan jauh hari. Dengan rampungnya vaksinasi pihaknya menegaskan sangat siap, jika gerbang pariwisata internasional mulai dibuka. Karena hal ini akan membangkitkan kembali perekonomian masyarakat sekitar.

Sementara Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa terus bergerak memastikan pemberian vaksin kepada masyarakat. Setelah sebelumnya melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi  di beberapa wilayah, giliran pada hari Senin (22/3) melaksanakan pemantauan vaksinasi massal di Wantilan Kawasan Wisata Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut juga ditinjau oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno beserta jajaran, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta serta Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya dan Manager DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu Wayan Wijana. Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi, Sandiaga Uno juga mengecek kesiapan protokol kesehatan di lokasi pertunjukan Kecak di obyek wisata kawasan luar Pura Uluwatu.***

Baca Juga:   Bapak Aan Terharu Didatangi Sandiaga Uno dan Sebut Beliau sebagai Pemimpin Tauladan dari Pelaku Pariwisata

Editor – Igo Kleden

Berita Terkait

Leave a Comment