DENPASAR – Menjelang perayaan Nyepi di Pulau Dewata, Ketua Ikatan Keluarga Besar (IKB) Belu Bali, Hilarius Mali Asa, mengajak seluruh warga Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya masyarakat Belu yang tinggal di Bali, untuk menunjukkan sikap cinta damai dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
Menurut Hilarius, masyarakat Belu dikenal memiliki nilai persaudaraan yang kuat. Bahkan secara makna, kata Belu sendiri dimaknai sebagai saudara, teman, atau kolega. Nilai tersebut, kata dia, harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghormati perayaan keagamaan umat lain.
“Belu itu artinya saudara, teman, kolega, atau friend. Maknanya kita bersaudara dengan siapa saja. Karena itu kita tunjukkan sikap tersebut dalam perayaan Nyepi agar umat Hindu bisa melaksanakan ibadahnya dengan penuh hikmat,” ujar Hilarius.
Ia menegaskan bahwa pesan moral ini penting disampaikan kepada seluruh keluarga dan komunitas warga NTT di Bali sebagai bentuk nyata toleransi dan hidup berdampingan secara damai di tengah masyarakat yang majemuk.
Hilarius juga mengingatkan agar masyarakat menjaga sikap dan perilaku selama rangkaian perayaan Nyepi berlangsung. Menurutnya, warga Belu harus menjadi contoh dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Orang NTT, khususnya Belu, adalah masyarakat yang cinta damai. Tidak ada ruang untuk kekerasan atau tindakan kriminal. Semua harus mengedepankan persaudaraan demi kebaikan bersama,” tegas Hilarius Mali dalam pertemuan IKB Belu Bali.
Selain itu, Hilarius juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku di Indonesia, termasuk ketentuan dalam Kitab Undang‑Undang Hukum Pidana yang mengatur berbagai aspek kehidupan sosial.
Ia berharap pesan moral tersebut dapat diteruskan kepada seluruh anggota keluarga dan komunitas warga NTT di Bali, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, aman, dan penuh toleransi.
“Pesan ini penting kita sampaikan kepada semua keluarga warga NTT di Bali. Mari kita jaga kedamaian, saling menghormati, dan hidup rukun demi kebaikan bersama,” pungkas Hilarius Mali yang juga seorang pengacara ini. **


