PADANG — Dunia pendidikan anak usia dini terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi. Universitas Negeri Padang (UNP) mengambil bagian dalam perubahan tersebut dengan mendorong guru PAUD memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) sebagai bagian dari inovasi pembelajaran.
Dorongan itu diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pendampingan Implementasi Pedagogi Digital Inovatif Berbasis Augmented Reality dan Artificial Intelligence dalam Transformasi Pembelajaran PAUD yang digelar di TK Pembangunan Laboratorium UNP.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengenal sekaligus mencoba berbagai teknologi digital yang dapat diterapkan dalam pembelajaran anak usia dini.
Ketua tim pengabdian, Amalia Husna, M.Pd., bersama Fitra Armando, M.Si., Elvira Khori Ulni, M.Pd., dan Riskha Hanifa Nasution, M.Pd., menekankan bahwa kehadiran teknologi tidak dimaksudkan untuk mengambil alih peran guru.
Sebaliknya, AI dan AR diposisikan sebagai perangkat pendukung yang dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
“Teknologi bukan pengganti guru. Teknologi adalah penguat kreativitas guru,” menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Dalam pendampingan, guru diperkenalkan dengan sejumlah platform berbasis AI dan AR. Claude AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun modul ajar, sementara ChatGPT digunakan untuk mendukung pembuatan Lembar Kerja Anak (LKA).
Selain itu, Gemini Storybook diperkenalkan sebagai sarana mengembangkan buku cerita audio visual. Sementara Assemblr EDU memberikan pengalaman kepada guru dalam merancang media pembelajaran berbasis Augmented Reality.
Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pemaparan materi. Para guru juga diajak mengeksplorasi langsung bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan belajar anak usia dini.
Interaksi peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai persoalan terkait penggunaan teknologi dibahas dengan mempertimbangkan usia, karakter, keamanan, serta kebutuhan perkembangan anak.
UNP juga menempatkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan PAUD sebagai bagian dari upaya membangun literasi digital sejak dini.
Literasi digital pada anak tidak sekadar mengenalkan perangkat teknologi. Yang lebih penting adalah memastikan teknologi digunakan secara tepat, aman, kreatif, dan memiliki tujuan pendidikan yang jelas.
Melalui pendampingan tersebut, para guru diharapkan semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi, baik ketika menyusun perencanaan pembelajaran maupun saat menciptakan aktivitas belajar yang menarik bagi anak.
Di sisi lain, inovasi digital tetap diarahkan agar tidak menghilangkan unsur penting dalam pendidikan anak usia dini, yakni pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, sesuai karakter anak, dan berorientasi pada kepentingan terbaik peserta didik.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi UNP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi secara pedagogis, serta pembangunan lingkungan pendidikan yang inovatif dan inklusif dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP serta melalui kolaborasi dengan TK Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang.
Kolaborasi perguruan tinggi dan satuan PAUD ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan. Semangat yang dibangun adalah menciptakan budaya inovasi yang membuat guru terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dengan demikian, transformasi digital di PAUD bukan sekadar soal menghadirkan teknologi di ruang kelas, tetapi bagaimana teknologi digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar anak tanpa menghilangkan sentuhan, kreativitas, dan peran penting seorang guru.
UNP pun mendorong semangat bersama untuk menjadikan teknologi sebagai jembatan menuju pembelajaran PAUD yang lebih kreatif, menyenangkan, adaptif, dan bermakna.***

