Home Event Dorong Gaya Hidup Sehat dan Sport Tourism Melalui Senior Happy Run 5K 2026

Dorong Gaya Hidup Sehat dan Sport Tourism Melalui Senior Happy Run 5K 2026

by Bowo
0 comment

Jakarta (Paradiso) – Kegiatan olahraga rekreatif kini menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat urban, termasuk bagi generasi senior yang tetap aktif dan produktif. Menjawab kebutuhan tersebut, Senior Happy Run 2026 hadir sebagai kegiatan jalan dan lari santai sejauh 5K yang dirancang khusus bagi peserta usia 50 tahun ke atas, dengan mengusung tema “Run For Health & Happiness”, yang akan diselenggarakan pada 12 Juli 2026, dengan periode pendaftaran dibuka mulai April hingga 6 Juni 2026.

Lebih dari sekadar olahraga, Senior Happy Run 2026 menjadi wadah kebersamaan, interaksi sosial, serta sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia melalui konsep Sport Tourism for Seniors, sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis kesehatan dan kebahagiaan.

Kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman berjalan dan berlari santai yang nyaman dan ramah lansia, dengan mengedepankan aspek keamanan, kesehatan, kebersamaan, dan kebahagiaan. Selain aktivitas utama Happy Run 5K, peserta juga akan mengikuti Team Challenge — Your Team, Your Journey, yang mendorong kolaborasi serta pengalaman menyenangkan sepanjang rute.

Untuk memperkaya pengalaman, setiap tim akan merepresentasikan destinasi pariwisata dan subsektor ekonomi kreatif lndonesia, menghadirkan interaksi ringan yang menampilkan kekayaan budaya secara santai dan menyenangkan.

Oni Yulfian, CEO Senior Happy Run, mengatakan pihaknya mengajak seluruh generasi senior, khususnya yang berusia 50 tahun ke atas, untuk berpartisipasi dalam Senior Happy Run 2026.

Baca Juga:   Eco Tourism Week Sukses Digelar di Bali

“Kegiatan ini dirancang secara khusus agar aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para lansia, sehingga mereka dapat tetap aktif tanpa khawatir. Kami percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, olahraga dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang inklusif bagi semua usia,” ungkapnya saat acara peluncuran Senior Happy Run 5K 2026 di gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (28/04/2026).

Kesempatan sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014 Sapta Nirwandar menambahkan wisatawan tidak perlu menunggu merasa sakit untuk dapat menikmati fasilitas maupun pengalaman wisata kesehatan (health tourism).

Sapta Nirwandar (kiri) saat peluncuran Senior Happy Run 5K 2026

“Dengan hadirnya acara ini, wisatawan yang menjadi peserta dapat merasakan pengalaman perpaduan dari berwisata sambil berolahraga. Peserta nantinya juga dapat menikmati berbagai kuliner yang disajikan oleh pelaku UMKM yang berjualan di sekitar area berlari,” ungkap Sapta Nirwandar.

Sapta menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata kesehatan bagi lansia, mengingat saat ini pemerintah juga sedang menggaungkan kekayaan wisata kebugaran (wellness) bangsa.

“Mudah-mudahan cita-citanya Kementerian Pariwisata untuk yang senior citizen tourism itu bisa terlaksana dengan baik karena banyak (seperti) orang Jepang, itu banyak sekali yang yang ingin mendapatkan pelayanan khusus (dari wisata kesehatan lansia),” ujar dia.

Melalui kegiatan ini, generasi senior diharapkan dapat terus aktif, sehat, dan bahagia, sekaligus berkontribusi dalam mendukung pariwiSata Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Senior Happy Run 2026 mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melangkah menuju hidup yang lebih sehat, aktif, dan bahagia.

Baca Juga:   Pop Up Museum Gastronosia Angkat Khasanah Kuliner Era Mataram Kuno

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital Kementerian Pariwisata Masruroh menyatakan pihaknya kini juga tengah mengembangkan industri wisata bagi senior, termasuk wisata olahraga. Bagi warga senior ini, potensinya adalah quality tourism, karena mereka punya uang lebih lebih banyak, karena tidak lagi memiliki banyak kebutuhan seperti turis berusia muda. Mereka punya kemampuan belanja lebih banyak dan punya kebutuhan untuk datang, melihat, serta merasa bermakna. Mereka tertarik untuk juga melakukan kegiatan berbagi atau berbelanja pada warga lokal.

“Yang harus dipersiapkan pelaku industri wisata, lanjut Masruroh, adalah penyediaan makanan sehat dan layanan kesehatan, bukan hanya dalam konteks wisata medis, namun juga wellness,” ungkap Masruroh.

Berbagai aktivitas menarik turut dihadirkan dalam acara tersebut, antara lain, “Best Time Team,” penghargaan bagi tim dengan rata-rata waktu terbaik yang menekankan kebersamaan, “Indahnya Indonesia – Social Media Challenge”, merupakan kampanye digital untuk promosi destinasi wisata , dan juga “Pesona Destinasi – Best Performance”, apresiasi bagi tim dengan kostum paling kreatif. (*)

 

Berita Terkait