GIANYAR|PARADISO.CO.ID – Program Studi Manajemen Divisi Kamar (MDK) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Tegallinggah, Desa Bedulu, Kabupaten Gianyar. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dalam metode pelatihan selama dua hari, yakni pada Rabu-Kamis, 13-14 April 2022.
Kegiatan PKM bertajuk ‘Pelatihan Pelayanan Divisi Kamar pada Akomodasi Di Desa Bedulu, Kabupaten Gianyar’ ini sarat dengan program pelatihan yang berfokus pada penguatan teori di bidang divisi kamar yang telah disampaikan pada kegiatan sebelumnya di bulan Oktober 2021, serta juga pada bidang Kantor Depan maupun Tata Graha.
Pelaksanaan PKM oleh Prodi MDK Poltekpar Bali di Desa Bedulu tahun 2022 merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi tahun sebelumnya pada topik yang sama. Hal ini merupakan bukti keseriusan dan keberlanjutan program PKM Prodi MDK Poltekpar Bali dalam mendampingi Desa Bedulu untuk meningkatkan potensi wisata, khususnya dalam peningkatan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang divisi kamar.

Penandatangan MoA antara Poltekpar Bali dan Desa Bedulu, Kabupaten Gianyar. FOTO – IST.
Ketua pelaksana kegiatan, Dewa Gede Putra, SE., M.Par., ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan bahwa kegiatan PKM ini bertujuan untuk menggali potensi di Desa Bedulu, utamanya pada peningkatan ketrampilan masyarakat desa.
“Apabila kegiatan PKM tahun sebelumnya berfokus pada teori, maka pelatihan kali ini bertujuan untuk memberi penekanan dan penguatan teori melalui kegiatan praktik langsung pada bidang Kantor Depan dan Tata Graha,”ujarnya.
Seperti diketahui, letak geografis Desa Bedulu yang dekat dengan Ubud dapat dimanfaatkan secara maksimal agar potensi wisata di Desa Bedulu dapat berkembang.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ka P3M) Poltekpar Bali, Drs. I Gusti Ngurah Agung Suprastayasa, M.Ed., menegaskan salah satu cara terbaik adalah dengan menggunakan masyarakat di Desa Bedulu sendiri dalam mengelola desa dengan peningkatan ketrampilan di bidang pariwisata.
“Community Based Toursim akan berdampak positif dalam jangka waktu yang panjang karena masyarakat desa sendiri yang mengelola desa wisata sehingga hasilnya pun akan kembali ke masyarakat,” ungkap Suprastayasa.
Prodi MDK Poltekpar Bali dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melaksanakan PKM di Desa Bedulu dengan harapan masyarakat dapat mendapatkan bekal, tidak hanya pengetahuan (teori), namun juga dapat mempraktikkan langsung dengan materi pelatihan yang disusun sedemikian rupa.
Adapun materi pelatihan yang diberikan meliputi praktik pelayanan kantor depan dan praktik merangkai bunga pada hari pertama, kemudian dilanjutkan hari kedua dengan materi praktik pembersihan area umum serta penyiapan kamar tamu. Peserta pelatihan berjumlah 30 orang yang merupakan masyarakat sekitar dan juga pekerja di industri perhotelan. Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan ini.
Ternyata tidak hanya pada tahap pelatihan, Prodi MDK memajukan potensi wisata Desa Bedulu. Ada juga penandatanganan MoA, Kerjasama antara Desa Bedulu dengan Poltekpar Bali dalam hal pengembangan ketrampilan SDM di Desa Bedulu.
Perbekel Desa Bedulu, I Putu Ariawan, menyambut baik itikad Poltekpar Bali. “Saya bersyukur, Poltekpar Bali dapat secara berkesinambungan menggelar pelatihan bagi masyarakat Desa Bedulu. Poltekpar Bali, khususnya kali ini Prodi MDK secara cuma-cuma berbagi pengetahuan dan pengalaman. Hal ini sangat kami apresiasi”, ungkap Ariawan.
Kedepannya Poltekpar Bali akan terus berupaya secara konsisten mendampingi Desa Bedulu dalam mengembangkan potensi wisata dan ketrampilan masyarakatnya melalui program-program yang disusun secara longitudinal untuk mencapai tujuan jangka panjang.***
Editor – Igo Kleden

