Rizki Handayani menyampaikan pentingnya narasi-narasi baru untuk “experiential tourism” berbasis “events” yang mengikuti trend global. “Keterlibatan seluruh pihak pemangku kepentingan Bali berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif untuk berkomunikasi satu misi dengan perwakilan Kementerian Luar Negeri untuk promosi ‘events’ sangat strategis,”tambah Rizki Handayani.
Widya Sadnovic, Sekretaris Bidang Pariwisata TPPE / Direktur European Affairs I mewakili Kementerian Luar Negeri menyampaikan “193 perwakilan di luar negri yang bisa menjadi mata rantai promosi. Travel Tourism Index sebagai barometer global mencatat Indonesia dari peringkat 44 ke 32. Artinya dalam waktu singkat jika koordinasi berjalan maksimal kita dapat merekrut tamu travellers terutama bisnis MICE lebih baik lagi”.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum & HAM Provinsi Bali, Anggiat Napitupulu menjabarkan sarana dan ketentuan sekaligus tantangan dalam penerimaan arus wisata serta permintaan tinggi jalur penerbangan sejak dibukanya pintu internasional. Visa on arrival untuk 72 negara dibarengi bebas visa 9 negara ASEAN adalah bagian dari komitmen untuk turut ambil andil dari pemulihan ekonomi melalui pariwisata.

