Jaga Kebugaran Sambil Berwisata? Wellness Tourism Solusinya!

Jakarta (Paradiso) – Pandemi Covid-19 terbukti mengubah perilaku masyarakat dalam berwisata. Masyarakat kini jadi sangat peduli dengan kebersihan, kesehatan, dan kebugaran. Hal itu merupakan respons agar kegiatan berwisata bisa tetap dilakukan di tengah pandemi, sembari menggerakkan roda perekonomian.

Salah satu tren pariwisata yang semakin berkembang dalam masa pendemi Covid-19 adalah wellness tourism

Pada dasarnya wellness tourism merupakan wisata minat khusus yang bertujuan menjaga kebugaran tubuh wisatawan. Kegiatan yang biasanya dilakukan dalam wellness tourism adalah yoga, meditasi, juga perawatan spa tradisional.

Saat ini wellness tourism telah berkembang menjadi tren, dan memiliki segmen pasar yang tidak sedikit. Bahkan wisatawan yang melakukan kegiatan wellness tourism juga memiliki tingkat pengeluaran lebih tinggi, dibanding wisatawan umum.

Menurut laporan terakhir Global Wellness Economy Monitor tahun 2018, pada 2017 dampak perekonomian dari wellness tourism di seluruh dunia menembus angka US$ 639,4 miliar atau meningkat sebesar 6,5 persen dibanding tahun 2015.

Pada tahun yang sama terdapat 830 juta perjalanan untuk wellness tourism, atau mengalami kenaikan sebanyak 139 juta dibandingkan tahun 2015. Untuk kawasan Asia-Pasifik sendiri, ada sekitar 238 juta perjalanan wellness dengan total pengeluaran sebesar US$ 136,7 miliar.

#DiIndonesiaAja ada banyak pilihan untuk melakukan aktivitas wellness tourism. Salah satu destinasi wellness tourism di Indonesia yang sudah mendunia adalah Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan saat ini Bali sedang disiapkan untuk menyambut kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ketika penerbangan internasional kembali dibuka. 

“Kita berharap ekonomi Bali dapat kembali bangkit seiring upaya menekan penularan COVID-19,” kata Sandiaga, akhir Maret 2021.

Bali diperhitungkan sebagai destinasi wellness yang disegani di dunia, karena para pelaku wellness tourism di Pulau Dewata juga melibatkan unsur pelestarian budaya dalam pengembangannya. Beberapa destinasi andalan di Bali untuk melakukan beragam aktivitas wellness tourism adalah Ubud, Karanganyar, Kintamani, Sanur, hingga Canggu.

Tak heran jika pada tahun 2009 Bali menyabet gelar World‟s Best Spa Destination. Penghargaan ini diberikan oleh  Berlin-based fitness magazine Senses pada acara tahunan International Tourism Bourse (ITB) Berlin.

Selain menjaga kebugaran lewat beragam aktivitas wellness tourism, kita juga tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Karena salah satu kunci kesehatan dan kebugaran di masa pandemi adalah disiplin menerapkan 3M. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *