Home ekraft Kementerian Ekraf dan Seruni KMP Perkuat Talenta Voice Over Indonesia

Kementerian Ekraf dan Seruni KMP Perkuat Talenta Voice Over Indonesia

by Bowo
0 comment

Jakarta (Paradiso) – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) menggelar Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif: Voice Over (Sulih Suara) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Industri voice over dan sulih suara ini dinilai memiliki peluang besar di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif dan ledakan konten digital di Indonesia.

“Berdasarkan laporan Statistik Ekonomi Kreatif yang dirilis BPS pada akhir 2025, sektor ekonomi kreatif telah menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional dengan kontribusi PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai Rp 1.611,2 triliun dan nilai investasi mencapai Rp 183,01 triliun pada 2025. Pertumbuhan tersebut turut membuka peluang besar bagi industri voice over dan sulih suara yang kini semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan konten digital,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf Cecep Rukendi, Selasa (12/5).

Cecep Rukendi

Workshop yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar tersebut merupakan kolaborasi strategis Kementerian Ekraf bersama Seruni Kabinet Merah Putih (KMP) Bidang VI, PT PLN (Persero), Dekranasda Kota Pontianak, serta sejumlah kementerian dan lembaga guna mendorong pengembangan talenta ekonomi kreatif di Pontianak dan sekitarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Selvi Ananda Gibran selaku Pembina Seruni KMP dan Adinda Yuanita selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Ekraf yang sekaligus merupakan penanggungjawab kegiatan Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif: Voice Over (Sulih Suara) ini.

Baca Juga:    Februasi Asik di Kawasan The Nusa Dua, Jangan Lupa Hadir di Dharma Namaskara, Eco Market dan TGIF 2024

Selain melatih kemampuan teknis vokal, peserta juga dibekali pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), personal branding, hingga strategi membangun jejaring di industri kreatif global. Dalam kesempatan tersebut, Cecep juga menyoroti komitmen Kementerian Ekraf dalam membina talenta melalui program berkelanjutan seperti Wonder Voice of Indonesia.

“Kementerian Ekraf berkomitmen penuh mendukung ekosistem voice over, seperti melalui workshop ini, serta program seperti Wonder Voice of Indonesia, yang hingga kini menjadi kompetisi voice over terbesar di Tanah Air. Kami ingin talenta-talenta muda tidak hanya jago menjual suara, tetapi juga memahami aspek bisnis, HKI, dan cara membangun personal branding di platform global,” ujar Cecep.

Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) di industri suara yang semakin berkembang pada 2026. Hadir sebagai narasumber utama, Bimo Kusumo (@bimoky), yang membagikan pandangannya mengenai pentingnya kualitas emosional manusia dalam industri voice over di tengah kemajuan AI.

“Betul bahwa AI bisa meniru nada, tapi AI tidak akan pernah bisa menggantikan empati dan storytelling yang menyentuh hati. Dalam industri _voice over_, kita tidak hanya mengeluarkan suara, tapi sedang membangun koneksi emosional dengan pendengar, dan orisinalitas manusia itulah yang akan terus dicari,” kata Bimo yang merupakan seorang _professional voice over talent_ ternama serta Tim Mentor di Voice Institute Indonesia.

Baca Juga:   Nakula Villa Management Sukses Gelar Photography Competition, PIB Berikan Beasiswa

Workshop ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda di Kalbar melalui industri voice over dan ekonomi kreatif digital. Dukungan Seruni KMP dan kolaborasi lintas sektor juga diharapkan dapat memperkuat daya saing talenta lokal agar profesional di bidang ini bisa mendapatkan apresiasi yang layak dan dapat dijadikan sebagai pekerjaan utama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para Pendamping Menteri Kabinet Merah Putih dalam Seruni KMP, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat Erlina Norsan Emban, Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie, GM PLN Kalimantan Barat Maria Goretti Gunawan, GM Unit Induk Pembangunan Kalimantan Barat Susilo, hingga Pendamping Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Ina Doni Septadijaya.

Berita Terkait