Kerajinan Sampah Kertas di The Griya Lombok

Lombok, NTB (Paradiso) – Sampah Kertas ditangan seorang Theo Setiaji Suteja selaku pemilik rumah The Griya Lombok disulap menjadi berbagai macam kerajinan unik. Melalui tangan dinginnya dan imajinasinya, sampah kertas bisa mempunyai nilai seni yang bermanfaat, bahkan bisa menjadi nilai ekonomi.

“Awal mula The Griya Lombok ini dibuka pada tahun 2004. Dirumah ini saya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana mengubah sampah kertas menjadi nilai seni. Karena, dari sampah inilah kita dapat menyelamatkan bumi,” kata Theo kepada sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) dalam kegiatan Press Tour pada tanggal 7-9 Desember 2020 di Nusa Tenggara Barat, Selasa (8/12/2020).

Rumah yang berlokasi di Jl. Layur No.777, Ampenan Sel., Kec. Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara, Theo menghabiskan waktunya untuk membuat berbagai macam produk yang diinginkannya agar dapat mempunyai nilai seni dan ekonomi. Ide membuat kerajinan ini adalah karena dulunya ia seorang aktivis lingkungan dan itu menjadi sebuah inspirasi.

“Ketika saya ke Lombok saya melihat hutan di Bima, disana saya melihat sebuah truk dengan tumpukan kayu, dan setelah itu saya berfikir apa ada yang bisa menggatikan kayu. Nah, akhirnya saya berfikir kertas dapat menggantikan kayu, karena kertas kan dari kayu,” tuturnya.

Di The Griya Lombok ini, Theo mengedukasi dan memberikan pelatihan kepada anak-anak, Paud, TK, penyandang disabilitas, mahasiswa dan mengajarkan bagaimana cara mengolah sampah kertas menjadi produk yang mempunyai nilai.

“Disini kita mengajarkan kepada mereka bagaimana sampah kertas yang ada dirumah mereka agar tidak dibuang, dibakar atau dijual agar dapat menjadi suatu produk,” ungkapnya.

Selain itu, Theo berencana akan membuat museum paper art pertama di dunia yang satu-satunya ada di Indonesia, khususnya Lombok. Dirinya berencana akan membuat 2000 produk dari daur ulang sampah kertas.

“Kita akan memberitahukan kepada dunia bahwa Indonesia khususnya di Lombok peduli terhadap lingkungan,” tandasnya.

Produk yang ada di The Griya Lombok diantaranya seperti, asbak, kursi, meja, tempat tisu, dll. Produk-produk tersebut sering dibeli oleh wisatawan domestik maupun wisatawan luar negeri.

Proses pembuatan produk ini sangat sederhana, dimulai dari meleburkan kertas dengan air. Setelah dileburkan kemudian dikeringkan dan ditambahkan lem agar dapat merekat dan setelah itu baru bisa dimulai untuk dibentuk sesuai dengan apa yang kita mau buat. Bahkan rumah The Griya Lombok terbuat dari 5.000 kg kertas.

Untuk bahan baku kertas ini, Theo mendapatkan sumbangan dari PLN yang sudah tidak terpakai. Kemudian sumbangan dari mahasiswa dan selanjutnya ia mencari bahan baku sendiri dari memungut di jalan-jalan.

Harga yang ditawarkan untuk produk-produk di The Griya Lombok ini mulai dari Rp.50.000 Hingga Rp.5.000.000 tergantung dari tingkat kesulitannya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *