Home Destinasi KPKHN-CI Indonesia Berkomitmen Majukan Wisata Bawah Air di Tulamben Bali

KPKHN-CI Indonesia Berkomitmen Majukan Wisata Bawah Air di Tulamben Bali

by Igo Kleden

TULAMBEN|PARADISO.CO.ID – Pandemi covid 19 telah memberi pelajaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Lingkungan  dan ekosistem yang sehat perlu dijaga karena  menjadi penunjang kehidupan manusia sepanjang jaman.

Ekosistem terumbu karang adalah salah satu ekosistem penting yang juga harus dijaga dan dikelola secara arif dengan melibatkan semua komponen yang ada.

Demikian dikatakan oleh Made Iwan Dewantama dari Sunda Banda Conservation Manager, Conversation International (CI) Indonesia saat melakukan peletakan ornamen di bawah laut dan penanaman karang, Selasa 22 Desember 2020 di Desa Tulamben, Karangasem Bali.

Acara ini bersinergi dengan sejumlah pihak diantaranya Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nasional (KPKHN) yang dipimpin oleh Agus Joko Supriyatno, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali serta pemerintah dan masyarakat Desa Tulamben Karangasem Bali.

Menurut Agus Joko Supriyatno,  KPKHN juga sanggup untuk menjadi garda terdepan dalam hal perbaikan kerusakan terumbu karang laut di Nusantara.

Agus Joko juga menjelaskan bahwa perkembangan karang hias untuk ekspor sangat potensial dan bagus sekali.

“Sebenarnya kami belum bisa memenuhi permintaan ekspor. Permintaan lebih banyak dari yang kita hasilkan,” beber Joko Agus seperti yang dikutip oleh indobalinews.com.

Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Bali, KPKHN dan CI Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung upaya pelestarian ekosistem terumbu karang di daerah-daerah atau desa yang juga telah berkomitmen untuk menjaga sumberdaya pesisirnya melalui pembuatan peraturan desa, melalui program “Inclusive Marine Tourism/ICT”.

Baca Juga:   Kemenparekraf Sosialisasikan Penerapan Protokol CHSE di Bali dan Labuan Bajo kepada Ekspatriat India yang Ada di Indonesia

Program ini lahir sebagai respon terhadap pandemi dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi para pihak sehingga terbangun ketahanan lingkungan (ekosistem).

“Di desa Tulamben telah dibuat berbagai ornament sebagai substrat untuk penanaman bibit karang,” ujar Made Iwan Dewantama.

Untuk itu ia sangat mengapresiasi dukungan KPKHN yang telah menyediakan 400 bibit karang yang ditanam pada acara itu.

Sementara itu Nyoman Pica, Perbekel Tulamben menyampaikan ucapan terima kasih yang kepada Agus Joko Supriyatno sebagai Ketua KPKHN yang  ikut memajukan pariwisata dan menjaga terumbu karang di Tulamben sehingga Tulamben menjadi destinasi wisata bawah air yang lebih menarik lagi dan  berdampak sangat positif untuk kehidupan masyarakat Tulamben.(*)

Editor – Igo Kleden

 

 

Berita Terkait

Leave a Comment