Home Pendidikan Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa KELAS VII SMP NEGERI I ADONARA BARAT pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Perumusan PANCASILA sebagai DASAR NEGARA melalui PENERAPAN METODE INKUIRI

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa KELAS VII SMP NEGERI I ADONARA BARAT pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Perumusan PANCASILA sebagai DASAR NEGARA melalui PENERAPAN METODE INKUIRI

by Igo Kleden

NO.34/THN.XVI/PEB/2023

AGUSTINUS DULIN,S.Pd

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan telah memberi pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan manusia. Penguasan terhadap ilmu pengetahuan suatu bangsa mempunyai hubungan yang linier dengan kesejahteraan bangsa tersebut. Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, karena pemerintah sadar bahwa dengan membenahi sistem pendidikan nasional berarti meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat. Usaha-usaha tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, penyediaan dana dan peningkatan kualifikasi tenaga kependidikan, penyempurnaan kurikulum dan usaha lainnya. Penyempurnaan kurikulum telah dilakukan berkali-kali setiap tingkat institusional dan seluruh mata pelajaran.

Pendidikan dasar merupakan cikal bakal pendidikan yang akan banyak menentukan kualitas pendidikan pada jenjang berikutnya, dan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Keberhasilan menangani masalah pendidikan dasar merupakan langkah strategis untuk membenahi sistem pendidikan nasional (Rustini, 2005). Untuk mencapai tujuan program pendidikan sekolah dasar, terdapat beberapa program yang harus ditempuh oleh siswa. Dan salah satu programnya adalah program pendidikan sains. Sains berkaitan dengan cara mencari tahu (inquiry) tentang alam secara sistematis sehingga sains bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep atau prinsip-prinsipsaja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (Depdiknas, 2006). Dengan demikian tidak tepat bila guru sains hanya mengajarkan informasi tentang fakta-fakta dan konsep saja. Guru sains dapat menyusun dan mengaplikasikan rancangan pelaksanaan pembelajaran dalam kerangka pikirannya (Rustaman, 2004:113).

Selama peneliti mengamati proses belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan di SMPN I Adonara Barat, ditemukan bahwa dalam aplikasinya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaan cenderung menekankan aspek kognitif, dimana konsep-konsep yang diajarkan hanya sekedar pengetahuan, kurang dihayati dan direalisasikan sebagai sikap dan perilaku yang nyata. Disamping itu penguasaan kompetensi dinilai masih kurang karena proses pembelajaran sains masih berorentasi pada penguasaan teori dan hafalan, hal ini menyebabkan komptensi dan kemampuan belajar siswa tidak berkembang. Hal tersebut ditemukan permasalahan bahwa siswa belum termotivasi untuk menemukan dan memecahkan masalah Pendidikan Kewarganegaraan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Dimana dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, siswa lebih banyak diam dan menerima informasi dari guru serta sulit untuk mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu, hal ini dapat dikatakan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas masih rendah. Rendahnya keterlibatan siswa di kelas juga sejalan dengan masih rendahnya prestasi belajar siswa kelas VII SMPN I Adonara Barat menunjukkan bahwa jumlah siswa SMPN I Adonara Barat ada 28 orang siswa. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran pada materi Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara  belum menunjukkan hasil yang signifikan. Siswa yang tuntas dalam pembeljaran ada 14 dengan prosentase ketuntasan sebesar 50%.  Sedangkan siswa yang belum tuntas dalam pembelajaran ada 14 orang dengan prosentase secara klasikal sebesar 50%.

Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh para guru adalah metode inkuiri. Metode inkuiri merupakan suatu metode yang berupaya untuk meningkatkan kemampuan siswa secara menyeluruh. Metode ini sesuai dengan tujuan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara. Metode inkuiri merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar  dan bermakna (learning experience and meaningful) bagi siswa. Metode inkuiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang perlu dilakukan oleh guru untuk meningkatkan aktivitas, kreativitas dan keterampilan bernalar siswa (Hamzah B Uno, 2011). Artinya proses pembelajaran harus berpusat pada siswa bukan pada guru sebagaimana yang tejadi di dunia pendidikan kita selama ini.

Sedangkan Gulo (dalam Trianta, 2007: 135), menyatakan metode inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analisis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran dengan metode ikuiri adalah (1) keterlibatan siswa secara maksimal dalam prpses kegiatan belajar, (2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran, dan (3) mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri. Untuk  itu pada pembelajaran inkuiri siswa diarahkan pada pengalaman belajar langsung daripada pengajaran (mengajar) agar kompetensi siswa yang meliputi intelektual (kognitif), emosional (afektif) dan psikomotorik dapat meningkat.

Baca Juga:   School Boat Indonesia Sebagai Bentuk Dukungan Untuk Pendidikan yang Inklusif Bagi Seluruh Anak Indonesia

Pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada, termasuk pengembangan emosional dan pengembangan ketrampilan. Pada hakikatnya, inkuiri merupakan suatu proses yang bermula dari merumuskan masalah, mengembangkan hipotesis, mengembangkan bukti, menguji hipotesis, menarik kesimpulan sementara supaya sampai pada kesimpulan yang diyakini oleh siswa dan komunikasi. Melalui kegiatan ini siswa diharapkan mampu memahami konsep-konsep dalam bahasa mereka sendiri, tidak hanya menghafal informasi/materi melainkan memahami prinsip-prinsip yang melandasi pengetahuan tersebut.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ”Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri I Adonara Barat Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara Melalui Penerapan Metode Inkuiri” .

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini adalah: ”Bagaimanakah meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penerapan metode inkuiri pada meteri Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara?

C. Pemecahan Masalah

Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka langkah selanjutnya peneliti melakukan perencanaan pemecahan masalah penelitian tindakan kelas sebagai berikut:

  1. Perencanaan

Rencana meliputi: (a) menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (b) merancang alat evaluasi,

dan (c) menganalisis hasil evaluasi.

  1. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai perencanaan pada siklus I dan siklus II.

  1. Observasi
  2. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan belajar mengajar selama proses pembelajaran berlangsung.
  3. Refleksi

Menerapkan metode inkuiri dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa melalui penerapan metode inkuiri pada materi perumusan pancasila sebagai dasar negara.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

  1. Guru, dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan penerapan metode inkuiri untuk meningktkan prestasi belajar siswa serta mengembangkan metode pembelajaran inkuiri.
  2. Siswa, dari penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat membantu siswa untuk memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan bekerja ilmiah serta lebih mudah memahami konsep melalui kerja ilmiah dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
  3. Sekolah bermanfaat dalam peningkatan, pengawasan dan pengkondisian suasana belajar di sekolah yang menyenangkan. Sekolah dapat memantau secara langsung tingkat keseriusan dan semangat siswa dalam belajar sehingga hasil belajarnya meningkat, yang pada akhirnya citra sekolah pun baik.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

A. Tempat Penelitian

Tempat penelitian pada UPTD SPF SMP Negeri I Adonara Barat – Kecamatan Adonara Barat –  Kabupaten Flores Timur.

B. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester satu, tahun ajaran 2022/2023 tepatnya pada bulan Agustus 2022.

C. Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah  siswa kelas VII  SMP Negeri I Adonara Barat yang berjumlah 28 orang siswa yang terdiri dari  13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut :

  1. Siklus I

Siklus I terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

a. Perencanaan

Baca Juga:   Menparekraf Apresiasi Politeknik Pariwisata NHI Bandung Peroleh Akreditasi Unggul dari BAN-PT

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahapan perencanaan adalah :

  • Melakukan konsultasi dengan guru pembimbing merencanakan pembelajaran pada siklus I.
  • Guru menyiapkan rencana pembelajaran Siklus I
  • Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  • Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi
  • Guru melakukan konsultasi dengan guru pembimbing tentang RPP.

b. Pelaksanaan

Setelah guru peneliti melakukan konsultasi dengan guru pembimbing, guru peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dengan langkah-langkah sbb:

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
  • Guru membagikan LKS
  • Guru menjelaskan materi pembelajaran
  • Siswa di bagi dalam enam kelompok
  • Siswa diberi tugas mengerjakan tugas yang diberi guru dalam LKS.
  • Guru memberi penguatan tentang materi yang telah dipelajari.
  • Guru merangkum materi pembe
  • Melaksanakan post test.

c. Observasi

Kegiatan yang dilakukan dalam obsevasi adalah :

  • Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa.
  • Guru pembimbing melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran dengan menggunakan format yang tersedia.
  • Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

d. Refleksi

Adapun kegiatan dalam refleksi adalah :

  • Setelah peneliti melihat hasil yang diperoleh dalam pembelajaran siklus I maka guru peneliti melakukan diskusi membahas kekurangan dan melakukan perbaikan untuk pembelajaran pada Siklus II.
  • Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk menyempurnakan tindakan pada Siklus II
  1. Siklus II

Pelaksanaan rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuai dengan hasil refleksi dengan strategi sebagai berikut :

a. Perencanaan

Kegiatan yang dilaksanakan adalah :

  • Melihat kekurangan yang muncul pada siklus I dan menentukan solusinya
  • Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran
  • Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  • Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi
  • Membagi siswa dalam tujuh kelompok
  • Guru peneliti meminta bantuan guru pembimbing melakukan pengamatan proses pembelajaran.

b. Pelaksanaan

Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut :

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
  • Guru menjelaskan materi pembelajaran
  • Guru membagikan lembaran LKS
  • Siswa mengerjakan soal yang diberi guru dalam LKS
  • Guru membimbing siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan.
  • Guru merangkum materi pembelajaran.
  • Guru melaksanakan post test.

c. Observasi

Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi adalah :

  • Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

d. Refleksi

Bersama guru pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus II.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Tes

Adapun tes yang dilakukan oleh peneliti ada dua cara yaitu :

  1. Pretes: diberikan pada siswa sebelum mendapat pelajaran dengan penugasan yang bervariasi dan dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung.
  2. Postes: diberikan kepada siswa setelah mendapat pembelajaran dengan metode inkuiri dan dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung.

b. Observasi

Pelaksanaan observasi di bagi dalam dua bagian yaitu observasi guru dan observasi siswa.

F. Teknik Pengumpulan Data

Tekinik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:

  1. Metode Tes

Dalam penelitian tindakan ini terdapat dua tahap yaitu:

Tahap I. Pretes dan Tahap ke II Postes

Pretes : digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum  menggunakan metode inkuiri.

Postes : digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sesudah  menggunakan metode inkuiri.

  1. Metode Observasi

Metode observasi digunakan untuk memperoleh data  tentang aktivitas siswa dengan guru selama melakukan kegiatan penelitian tindakan, dengan menggunakan metode inkuiri. Observasi ini dilakukan oleh peneliti untuk aktivitas yang dilakukan guru dan siswa selama kegiatan berlangsung. Kemudian setelah data terkumpul data dikategorikan menurut kategori yang ditetapkan.

G. Teknik Analisa Data

Dalam penelitian ini, hasil penelitian dapat dianalisis secara deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Baca Juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII   SMPK ST. ANTONIUS NDONA pada Mata Pelajaran  PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Tentang GEREJA SEBAGAI TANDA DAN SARANA PENYELAMATAN MANUSIA Melalaui  PENGGUNAAN METODE CERITERA

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :

H. Indikator Keberhasilan

Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut:

  • 80 – 100         = Amat baik (A)
  • 70 – 79           = Baik (B)
  • 60 –   69           =  Cukup (C)
  • 50  – 59           = Kurang (C)

Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 70 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

Pembahasan

Pada pembelajaran siklus I guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Guru membagikan LKS. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa dibagi dalam enam kelompok. Siswa diberi tugas mengerjakan tugas yang diberi guru dalam LKS. Guru memberi penguatan tentang materi yang telah dipelajari. Guru merangkum materi pembelajaran. Melaksanakan pos tes.

Dalam pembelajaran siklus I jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 12 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 42,86%, siswa yang kurang aktif ada 16 orang dengan prosentase sebesar 57,14%.

Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 14,39, dengan rata-rata skor adalah 3,59. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1905, rata-rata kelas 68,03. Prosentase ketuntasan secara klasikal 39,28%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum metode sesuai dengan materi pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran maka hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada pertemuan siklus II guru menyampaikan tujuan pembelajaran guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru membagikan lembaran LKS. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa mengerjakan soal yang diberi guru dalam LKS. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan. Guru merangkum materi pembelajaran. Guru melaksanakan post test.

Hasil observasi siswa menunjukkan menunjukkan bahwa semua siswa aktif dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post test. Hasil post menunjukkan bahwa semua siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 100%. Jumlah nilai siklus II adalah 2270 dengan rata-rata kelas 81,07.

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dikatakan bahwa penggunaan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri I Adonara Barat Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2022/2023.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri I Adonara Barat tentang perumusan Pancasila sebagai dasar Negara.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut :

  1. Sebaiknya guru menggunakan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn tentang perumusan Pancasila sebagai dasar Negara.
  2. Merekomodasikan bahwa metode inkuiri sebagai metode yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah menengah pada mata pelajaran PKn tentang perumusan Pancasila sebagai dasar Negara

Berita Terkait