MoU Tingkatkan Efisiensi Logistik Angkutan Laut Disepakati Pemprov Bali, Pelindo dan Bea Cukai Denpasar

Denpasar (Paradiso) – Pemprov Bali bersama PT Pelindo Pelabuhan Benoa Bali, Bea Cukai Denpasar melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Pemberian Insentif Jasa Kepelabuhan Produk Ekspor dari Bali untuk Peningkatan Aktifitas dan Efisiensi Logistik Angkutan Laut di Pelabuhan Benoa Bali, Jumat (28/2). MoU tersebut merupakan perwujudan semangat untuk peningkatan ekspor yang dilakukan melalui Pelabuhan Benoa.
Peningkatan ekspor ini diinisiasi kembali oleh Bea Cukai Denpasar yang bekerja sama dengan Pemprov Bali. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden RI agar terus – menerus meningkatkan ekspor dan mendukung segala hal yang berkaitan dengan produksi substitusi impor, dalam rangka peningkatan ekonomi.

Setelah melalui beberapa FGD dan sharing session diketahui bahwa peningkatan ekspor pada dasarnya merupakan niatan dari semua pihak baik instansi pemerintah maupun pelaku usaha yang sangat berkeinginan agar Indonesia menjadi negara yang makin maju. Niatan semua pihak ini kemudian diwakilkan pada DisHub Pemprov Bali, Bea Cukai Denpasar dan Pelindo III cabang Benoa dari sisi instansi pemerintah serta pada PT Meratus dan Asosiasi Eksportir Bali dari sisi pelaku usaha yg langsung berkecimpung di lapangan. Nota kesepakatan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Pelabuhan Benoa dan peningkatan Ekspor Bali. Semoga semua bisa berproses lancar dan semakin besar volumenya, sehingga multiplier efek positifnya bisa dinikmati oleh semua pihak.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, pergerakan logistik lewat daratan dinilai terlalu lama dan bisa merusak jalan. Ia menilai daya angkut kapal logistik lewat laut lebih efektif. “Setelah dilakukan pengecekan maka jamnya sama, yakni 26 jam. Kebutuhan sama yakni kapal pengangkut barang sekali jalan bisa memenuhi kebutuhan berminggu-minggu. Jadi sebaiknya lewat kapal laut aja,” ujarnya. Kebijakan ini merupakan suatu inovasi baru di bidang transportasi dan menjadi suatu program pendukung infrastruktur darat, laut dan udara yang tengah dibangun secara terintegrasi dan terkoneksi. Selama ini manajemen yang dilakukan belum sepenuhnya terintegrasi, namun masih bersifat parsial, berjalan sendiri-sendiri. Hal ini antara lain mengakibatkan inefisiensi di dalam operasional transportasi. “Sejak lama transpostasi kita dominan melalui jalur darat, seperti kita lihat angkutan logistik dari jawa masuk ke Bali melalui jalur yang sangat rumit, banyak tikungan, naik turun plus macet dimana-mana. Disamping itu, beban dari kendaraan berupa truk-truk besar berakibat jalan di Bali jadi cepat rusak. Ditambah resiko ketidak-tertiban dalam berkendara yang bisa menyebabkan kecelakaan,” ujarnya.

Inovasi kebijakan yang mengoptimalkan peran pelabuhan Benoa sebagai fasilitas transportasi laut betul-betul pilihan yang sangat tepat. Pertama mengurangi kemacetan, kecelakaan dan lebih efisien di dalam pembiayaan. Kenyamanan juga akan lebih terjaga baik. Kapal-kapal banyak tersedia, contohnya keberangkatan logistik dari Surabaya hanya perlu satu hari. Ini bisa dikelola dengan baik menurut saya. “Saya sangat mendukung inovasi kebijakan ini. Baru pertama kali dilakukan. Nantinya bisa dikoordinasikan dengan Provinsi lain guna melakukan langkah serupa karena kita harus memberikan pemahaman dan penyadaran bahwa sinergi itu penting guna efisiensi dan efektifitas secara manajemen. Tidak bisa lagi mengedepankan ego seperti yang selama ini banyak dipelihara, yang jadi penyebab utama negara ini menjdi tidak efisien. Terlebih sesame perusahaan milik negara. Sama-sama menjalankan misi untuk negara, untuk rakyat.

Apalagi Pelabuhan Benoa sangat mendukung kebutuhan akan ekspor produk dari Bali. Fungsi pelabuhan Benoa tersebut harus secara sadar kita rancang sedemikian rupa. “Pelabuhan Benoa sedang kita canangkan, bersama bapak menteri BUMN, dengan desain yang terintegrasi seluruhnya. Harus aman, nyaman sebagai fasilitas publik,” ujarnya. Desain tersebut, akan menjadikan Benoa pelabuhan yang berkelas dunia. Ini bagian dari upaya membangun infrastruktur darat, laut dan udara yang terintegrasi sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui program pembangunan semesta berencana, menuju Bali era baru. “Menurut pandangan saya, sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia, seharusnya Bali ini memiliki standar fasilitas berkelas dunia untuk mendukung kepariwisataan, sector logistiknya juga sehingga Bali ini bisa betul-betul berperan. Tidak lagi terlihat lalai dalam kualitas infrastrukturnya. Sekarang saya gencar untuk (infrastruktur) itu, demi memberikan keamanan dan kenyamanan untuk layanan publik hingga pelayanan pariwisatanya. Mimpi kita bersama, Bali punya kualitas dan standar kelas dunia yang bisa bersaing dengan negara seperti Singapura. Singapura tidak lebih hebat, mestinya tidak kalah. Hanya soal komitmen saja, asal mau pasti bisa. Mari dukung penuh agar berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Direktur Operasi dan Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Putut Sri Muljanto mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan kolaborasi apik antara Pelindo, Dinas Perhubungan dan Kantor Bea Cukai ini akan menunjang lagi laju ekspor barang dari Bali menuju pasar luar negeri. Semua stakeholder punya kepedulian yang sama untuk meningkatkan angka ekspor provinsi Bali. Biarlah orang luar negeri banyak yang main ke Bali, namun sebaliknya produk dari Bali yang ke luar negeri. Angkutan melalui laut selama ini kita lihat belum banyak minat, mengingat harganya belum kompetitif. “Insentif yang kita berikan, membuat biaya angkut jadi berkurang hingga 30 persen sehingga penggunaan jasa angkutan laut seperti peti kemas kita harapkan meningkat. Sebaliknya angkutan lewat jalur darat bisa berkurang. Imbasnya bisa kepada menurunnya tingkat kepadatan di jalan darat, meningkatkan kenyaman dan mengurangi resiko kerusakan jalan hingga terjadinya kecelakaan. Ini adalah bukti Pelindo hadir untuk mendukung pariwisata di Bali, juga untuk mendukung lancarnya arus angkutan melalui jalur laut. Sesuai pencanangan Benoa sebagai Maritime Tourism Hub pemerintah pusat dan Provinsi Bali,” ujarnya.

Penandatangan Nota kesepakatan dilaksanakan oleh Gubernur Bali bersama Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo III, Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali serta disaksikan pula oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.Seremoni juga dilanjutkan dengan pelepasan kapal angkut peti kemas yang ditandai penekanan tombol sirine bersama oleh undangan VIP yang hadir.

Igo Kleden

I am journalist...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *