Tindaklanjuti Bantuan Pemerintah Pusat, Bali Bentuk Tim Perumus Penanganan Pariwisata Dampak Corona

Denpasar (Paradiso) – Tawaran bantuan pemerintah pusat untuk 10 Bali baru dengan memberikan sejumlah bantuan langsung direspon Bali. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Made Badra menjelaskan, bantuan tersebut memang diperuntukan bagi 10 Bali baru. Untuk itu Bali dan terutama Kabupaten Badung yang menjadi pusat pariwisata Bali langsung bergerak cepat. Pihaknya langsung mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk bergerak serentak merespon tawaran pusat. “Kemarin kami rapat besar. Semua unsur dikumpulkan. Mulai dari maskapai, hotel, restoran, pengelolah destinasi, agen perjalanan wisata, pemerintah, asosiasi pariwisata dan pihak terkait lainnya. Masing-masing pihak menawarkan apa yang bisa dlakukan untuk memulihkan kondisi pariwisata Bali. Dan semua bergerak dan berkorban,” ujarnya di Denpasar, Jumat (28/2).

Menurut Badra, semua unsur bekerja dengan caranya sendiri-sendiri dalam memulihkan pariwisata Bali. Pihak maskapai misalnya akan menurunkan harga tiketnya sekian persen. Begitu pula hotel, restoran, agen wisata dan destinasi. Pemerintah juga melakukan hal yang sama. “Saat ini ada tim kecil sedang merumuskan point-point tersebut dan akan disiapkan dalam bentuk proposal. Nantinya proposal tersebut akan dikirim ke pemerintah pusat untuk segera di-follow up. Semuanya peduli dan ingin memulihkan pariwisata Bali sebagaimana mestinya. Berbagai cara dilakukan agar kunjungan pariwisata Bali pulih,” ujarnya.

Dari seluruh masukan tersebut ada satu tawaran yang cukup brilian. Salah satunya adalah adanya smart card bagi turis yang datang ke Bali. Turis yang masuk Bali akan mendapatkan smart card. Fungsinya smart card adalah mendapatkan kemudahan, harganya dipotong proporsional, dan berlaku bukan hanya di Badung tetapi untuk seluruh destinasi di Bali. “Ini juga bagian dari implementasi one island manajemen di Bali. Pemerintah juga akan melibatkan para blogger, influencer, pegiat media sosial untuk bekerja sama memulihkan pariwisata Bali,” ujarnya. Selain itu Bali dan Badung khusus akan gencar menyusun event, MICE, Fam Trip, sport tourism dan sejenisnya. Saat ini juga tim sedang promosi di pasar potensial di beberapa negara. “Kita optimis jika semua bekerja maka kondisi ini akan segera pulih,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa bertemu dengan para Konjen dari beberapa negara sahabat di Bali untuk memberikan penjelasan bahwa Bali ini sangat aman dikunjungi. Di hadapan para negara sahabat, Astawa menjelaskan tentang kebijakan Indonesia dalam memulihkan kondisi pariwisata. Merebaknya isu penyakit virus corona telah berdampak terhadap penurunan jumalh wisatawan ke Bali, khususnya wisatawaan Tiongkok. “Jumlah wisatawan Tiongkok ke Bali merupakan jumlah terbesar kedua setelah Australia yaitu sekitar 18,2%, sehingga penurunan tersebut sangat dirasakan,” ujarnya di hadapan para Konjen dari berbagai negara tersebut.

Menurutnya, karena permasalahan tersebut, maka pengurangan wisatawan mancanegara ke Bali begitu terasa. Untuk itu Kadis Astawa memaparkan berbagai kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah Pusat demi memulihkan Pariwisata. “Pemerintah akan mengucurkan dana untuk memulihkan pariwisata yang terdiri dari Rp. 298,5 milyar untuk insentif airline dan travel agent, Rp. 443,39 milyar untuk wisatawan domestic berupa diskon sebesar 30% tiket pesawat, berikutnya pemerintah juga berencana untuk memberi keringan pelaku usaha pariwisata seperti hotel di restoran berupa tidak ada pungutan pajak sebesar 10% selama enam bulan di 10 destinasi pariwisata di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, mengenai kebijakan yang ketiga, mungkin akan ada pengurangan pendapatan bagi beberapa pemerintah kabupaten, terutama di Bali. Namun, ia menyatakan jika hal tersebut bertujuan untuk memulihkan pariwisata. “Kita pikirkan pemulihan ini dulu, agar pariwisata kita tidak diam di tempat,” ujarnya. Putu Astawa juga mengatakan bahwa Pemprov Bali telah mengupayakan berbagai langkah preventif penyebaran Corona di Bali. “Kita telah memasang alat thermo scanner yang didukung juga oleh tenaga medis di bandara, mensiagakan rumah sakit-rumah sakit di Bali jika terdapat kasus kelak,” imbuhnya. Selain itu ia juga mengatakan tim penangkalan virus corona terus berupaya mengkal disinformasi dan berita hoax yang tersebar, agar tidak meresahkan masyarakat. “Dari segi niskala kami juga telah bersembahyang agar dampak virus ini tidak meluas, serta cepat hilang, terutama untuk saudara-saudara kita yang ada di Tiongkok,” jelasnya.
Tak lupa dia berharap agar para Konsul Jenderal yang merupakan perwakilan bagi setiap Negara asalnya di Bali bisa meyakinkan masayarakat di Negara mereka masing-masing untuk tidak ragu berkunjung ke Bali. “Karena hingga saat ini belum ada satu kasus pun dilaporkan di Indonesia, terutama di Bali, sehingga tidak perlu ada keraguan untuk mengunjungi Bali,” pungkasnya.

Hingga saat ini penurunan jumlah kunjungan wisata ke Bali terus terjadi. Target kunjungan tahun 2020 sebanyak 7 juta wisatawan akan dirumuskan lagi. Sebab perolehan jumlah kunjungan tahun 2019 lalu hanya mencapai 6,2 juta dari target awal sebanyak 6,5 juta. Dari jumlah tersebut, pasar Tiongkok merupakan pasar potensial Bali mampu menyumbang 1,2 juta wisatawan. Australia memang tetap menjadi nomor satu di Bali namun bila tidak didukung oleh pasar dari negara lainnya maka jumlah kunjungan di Bali akan sepi. Sementara pantauan media ini di beberapa pusat pariwisata Bali seperti di Legian misalnya, tampak terjadi penurunan pergerakan wisatawan. Di sana sini masih didominasi oleh turis Australia. Sementara turis China hampir tidak kelihatan. Begitu juga turis asal Korea dan Jepang. (Axele Dhae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *