Pasien Sembuh di Bali Meningkat, Tembus 75 Orang

Denpasar (Paradiso) – Pemerintah Provinsi Bali terus optimis terhadap penanganan penyebaran atau penularan Covid19. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bali Dewa Made Indra mengatakan, jumlah kumulatif pasien positif di Bali hingga Minggu sore (26/4) sebanyak 186 orang. Ada penambahan pasien positif sebanyak 3 orang dan semuanya WNI dan juga merupakan pekerja migran Indonesia (PMI). “Penambahan kasus positif hari ini semuanya WNI. Sementara yang WNA tetap berjumlah 8 orang,” ujarnya.

Sementara jumlah pasien yang sembuh juga terus meningkat tajam dimana hingga Minggu (26/4) jumlah pasien yang telah sembuh mencapai 75 orang. Jumlah ini bertambah 5 orang. Kelimanya semuanya adalah WNI dan semuanya adalah PMI. “Ini kabar gembira bagi Bali. Dimana jumlah pasien sembuh terus meningkat. Apa artinya? Artinya, masyarakat tidak perlu takut, sebab Covid19 itu bisa disembuhkan. Asalkan ikuti anjuran pemerintah,” ujarnya. Sementara jumlah pasien meninggal tetap 4 orang. Diharapkan jumlah yang meninggal tidak akan bertambah lagi. Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 107 orang yang berada di 10 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas.

Dari jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case. Sementara untuk transmisi lokal sejumlah 41 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Untuk memutus rantai penyebaran virus Corona maka perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka, karena penggunaan masker memiliki dua fungsi. Pertama, yakni bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/ droplex akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Kedua, penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain. “Untuk menghindari penularan virus Corona maka kita harus disiplin/ rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir,” ujarnya. Selain itu hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu dan sebelum mencuci tangan. Karena tiga indera dalam tubuh kita tersebut akan memudahkan bagi virus corona untuk masuk ke tubuh.(*go/AD)

Igo Kleden

Igo Kleden

I am journalist...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *