Pengajuan Klaim JHT Meningkat Pesat, Ombudsman Sidak BP Jamsostek Denpasar

Paradiso.co.id|Denpasar – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) Cabang Denpasar di Jln Hayam Wuruk Denpasar, Kamis (25/6). Sidak dilakukan mengingat membludaknya jumlah peserta yang mendatangi Kantor BP Jamsostek Bali untuk mengklaim Jaminan Hari Tua (JHT) karena telah berhenti bekerja akibat dampak Covid19.

Tiba di Kantor BP Jamsostek Bali, mantan aktifis HMI ini langsung melihat pelayanan yang diberikan, mewawancarai beberapa nasabah atau peserta yang sedang proses klaim JHT, memberikan atensi khusus terhadap protokol kesehatan. Saat Sidak, Kepala Ombudsman Bali dipandu langsung oleh Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Bali Muhammad Irfan dan beberapa staf lainnya.

Menurut Umar, dari sisi kesiapan infrastruktur untuk melayani, BP Jamsostek sudah berjalan dengan sangat baik. Hal ini kelihatan penggunaan berbagai sarana yang sudah sangat maju. Semuanya sudah menggunakan teknologi terkini. Dari sisi prosedural sudah tampak sangat efektif dan efisien. Pekerja yang datang klaim JHT hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit sudah mendapatkan jawaban langsung dari petugas. Produk layanan sangat cepat dengan teknologi tinggi. Satu orang petugas bisa melayani beberapa pekerja yang mengklaim JHT. Dari sisi SDM, petugas di BP Jamsostek Bali sudah sangat mumpuni dan kompeten. Petugas mulai dari Satpam di depan bisa memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Dari sisi protokol kesehatan, tidak ada komunikasi face to face, yang ada hanya komunikasi one to many. Satu orang bisa melayani beberapa orang sekaligus. “Kita berharap agar pelayanan publik yang sudah bagus ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Jangan sampai ini hanya dilakukan pada saat disidak saja. Khusus dalam protokol kesehatan, Kantor BP Jamsostek bisa menjadi rujukan bagi pelayanan publik lainnya, karena semuanya berbasis teknologi dan tidak ada kontak fisik lagi,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Denpasar Muhammad Irfan mengatakan, jumlah klaim JHT meningkat pesat terutama saat Pandemi Covid19. Data sejak Januari hingga tanggal 24 Juni 2020 sebanyak 16.583 orang, dengan total uang yang dikeluarkan sebanyak Rp 216 miliar. “Pandemi Covid19 sudah terjadi sejak awal Maret. Namun peningkatan klaim secara sangat tajam terjadi sejak akhir April hingga saat ini,” ujarnya. Dari data tersebut, sepertinya banyak perusahan memberhentikan karyawannya setelah beberapa bulan berdampak Covid19. Sebab, syarat pengajuan JHT harus mereka yang sudah berhenti bekerja dari perusahaannya. Ia mengaku, sekalipun terjadi peningkatan jumlah klaim, BP Jamsostek tidak mengalami kekurangan uang. Semuanya tercover dengan baik. Dan hingga kini uangnya masih cukup.*go/AD

Igo Kleden

I am journalist...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *