Sukses Program ‘EXPORT READY SUMATRA’

PARADISO.CO.ID|SUMATERA – PROGRAM EXPORT READY SUMATRA, akhirnya sukses dilaksanakan. Hal itu ditandai dengan penutupan kegiatan secara daring oleh BEDO, Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan, Padang, Palembang, dan Lampung oleh Ketua BEDO Dwi Iskandar berlangsung selama 2 jam dipandu oleh Triyana Iskandarsjah.

Kegiatan yang ditutup pada Kamis, 16 Juli 2020 ini diselingi juga dengan laporan/pemaparan oleh Program Manager BEDO Jeff Kristianto, Welly Wiryanto (PT HM Sampoerna, Tbk), Januar Ristandie (ILO Score Project Indonesia), dan Thesa R (Kemenperin), serta perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang dan Dinas Perdagangan Kota Padang.

Program HIGH IMPACT SMEs DEVELOPMENT PROGRAM in SUMATRA (EXPORT READY) adalah program yang diselenggarakan oleh Business & Export Development Organization (BEDO), Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Medan, Padang, Palembang, dan Lampung. Program ini adalah program pelatihan dan pendampingan bagi UKM yang bertujuan mempersiapkan para UKM agar menjadi siap untuk memasuki pasar ekspor.

Program dimulai pada bulan November 2019 dengan melakukan aktivitas Audiensi kepada pemerintah ke-empat kota, dan kemudian dilanjutkan dengan melakukan kunjungan kepada UKM terpilih untuk memahami lebih jauh kesesuaian kondisi UKM untuk dapat mengikuti program. Aktivitas selanjutnya adalah melakukan pelatihan modul Export Marketing Plan bagi UKM yang sudah siap dan modul Marketing Plan bagi UKM yang belum siap untuk ekspor. Workshop offline dilakukan di Kota Palembang dan Padang, untuk UKM di Kota Medan dan Lampung langsung mendapat pelatihan online karena para UKM tersebut merupakan peserta dari pelatihan ekspor yang dilaksanakan oleh Kementrian Perindustrian.

UKM dibagi menjadi 2 Kelas, Kelas Export Ready dengan materi yang lebih spesifik tentang cara memasuki pasar ekspor, menghitung FOB dan tentang pameran dagang. Sedangkan Kelas Business Development mendapatkan materi tentang pengembangan bisnis, kemasan dan menghitung HPP. UKM juga diberikan soal pre test dan post test tentang materi yang diberikan. Dari total 100 UKM lebih, terpilih 61 UKM yang lulus dan mendapatkan pelatihan yang lebih intensif bersama trainer pendamping.

Dikarenakan adanya pandemik covid 19, maka Program Export Ready mengalami penyesuaian. Banyak perubahan pada Program Export Ready seperti :

  1. membuat FB Page Local Support Local dengan mengarahkan UKM untuk melakukan penjualan secara online
  2. Menjadi member B2B di Alibaba.com
  3. Bekerjasama dengan Etoobai di Amerika dengan harapan produk UKM bisa masuk di pasar Amerika
  4. Serta bekerjasama dengan Character Land untuk mendorong UKM mulai melakukan penjualan secara online.

Berdasarkan hasil evaluasi melalui penyebaran kuesioner kepada para peserta program ini, mayoritas merasa sangat puas terhadap materi pelatihan, program pendampingan, serta program pemasaran yang telah dilakukan. Berdasarkan pengakuan para peserta mayoritas (70%) omzet per bulan sudah lebih tinggi dari omzet pada masa pandemic, bahkan ada beberapa yang menunjukkan kenaikan omzet lebih tinggi dari omzet sebelum pandemic terjadi.

Program telah selesai dilaksanakan di Bulan Mei 2020 dan resmi di tutup pada tanggal 16 Juli 2020 dengan upacara penutupan program secara daring dengan mengundang Stakeholder utama, Kepala Dinas dan dari pihak Kementerian Perindustrian serta peserta pelatihan. ***

Editor – Igo Kleden

Igo Kleden

I am journalist...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *