Home Destinasi Trend Positif Terus Dicatat Bandara Ngurah Rai Bali, 8 Rute International Tambah Statistik Penerbangan ke Ngurah Rai

Trend Positif Terus Dicatat Bandara Ngurah Rai Bali, 8 Rute International Tambah Statistik Penerbangan ke Ngurah Rai

by Igo Kleden

BALI|PARADISO.CO.ID – Geliat aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali terus mengalami penambahan rute penerbangan international. Apakah ini indikasi bahwa pariwisata Bali akan kembali pulih?

Satu yang pasti adalah bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali kembali mendapatkan lagi tambahan 8 Rute maskapai penerbangan internasional pada tanggal 1 dan 2 Mei 2022. Hal ini  menambah jumlah maskapai internasional yang beroperasi menjadi 17 rute reguler dengan 17 maskapai.

Penerbangan tersebut telah didukung dengan jam operasional terminal internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali beroperasi 24 jam hingga 10 Mei 2022 mendatang dan akan diperpanjang sesuai kebutuhan.

Adapun data penerbangan perdana untuk 8 rute maskapai internasional yaitu :

Tanggal 1 Mei 2022
1. Thai Airways rute Bangkok – Denpasar PP mendarat pukul 17.40 WITA mengangkut 236 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap Senin, Kamis, Sabtu dan Minggu.

2. Emirates rute Dubai – Denpasar PP mendarat pukul 22.15 WITA mengangkut 411 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu.

3. Indonesia Air Asia rute Singapore – Denpasar PP mendarat pukul 14.53 WITA mengangkut 167 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap hari.

4. Jestar Airways rute Cairsn – Denpasar PP mendarat pukul 00.16 WITA mengangkut 150 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap Selasa, Kamis dan Sabtu.

Baca Juga:   Menparekraf dan Gubernur Koster Bahas Upaya Mendatangkan Wisatawan Mancanegara

Tanggal 2 Mei 2022
1. Jestar Airways rute Adelaide – Denpasar PP mendarat pukul 11.03 WITA mengangkut 135 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler Senin, Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu.

2. Cebu Pacific rute Manila – Denpasar PP mendarat pukul 11.30 WITA mengangkut 73 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap hari Kamis dan Minggu.

3. Jetstar Airways rute Brisbane – Denpasar PP mendarat pukul 13.09 WITA mengangkut 315 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap hari.

4. Jetstar Airways rute Darwin – Denpasar PP mendarat pukul 12.34 WITA mengangkut 154 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.

Herry A.Y Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali mengatakan, “Penerbangan internasional mulai bertambah kembali menjadi 17 rute dengan dilayani 17 Maskapai, selama 2 hari berturut-turut terjadi penambahan signifikan yaitu ada 8 rute sekaligus yang beroperasi secara reguler”.

“Ada sebanyak 10 negara yang telah terhubung dari dan menuju ke Pulau Bali yakni Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, Qatar, Turki, Thailand, Vietnam, Uni Emirat Arab dan Filipina. Untuk rute negara terbanyak Australia yaitu Melbourne, Sydney, Perth, Chairsn, Adelaide, Darwin dan Brisbane. Hal ini tentunya kami menyambut dengan antusias yang menjadi suatu catatan positif Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, terus menunjukkan perkembangan selama 3 bulan terakhir ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   Pengembangan Infrastruktur KEK Tanjung Lesung Akan Dongkrak Sektor Pariwisata

“Sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali melalui sinergi antara pemangku kepentingan terus berupaya memberikan layanan agar setiap penerbangan dapat berjalan dengan baik dan lancar, terlebih regulasi pemerintah harus tetap kami jalankan dalam memberikan layanan yang aman dan sehat”.

“Suatu harapan bagi kami pada sektor aviasi dan perekonomian masyarakat Pulau Bali, perlahan mulai bangkit melihat kurang lebih 2 tahun terdapat pembatasan aktivitas penerbangan sebagai salah satu mengantisipasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

“Tentunya sebagai pintu gerbang masuk di Pulau Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali harus menjaga kepercayaan pemerintah dan masyarakat sebagai suatu filter kesehatan maupun dokumen perizinan, dengan harapan semuanya dapat kembali normal seperti sebelum waktu pandemi Covid-19,” tutup Herry. ***(rls/hr/igo)

Berita Terkait