Bappenas Memantau Proses Sidang Online di Pengadilan Negeri Denpasar

PARADISO.CO.ID I DENPASAR – Sehubungan dengan penerapan sidang online dan aplikasi SPPTTI (Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi) pejabat di lingkungan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) memantau proses persidangan online di Pengadilan Negeri Denpasar. 

Di antaranya, Deputi Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan,  Dr. Ir. Slamet Soedarsono, bersama Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional, Dr. Ir. Wisnu Utomo, M.Sc, dan Direktur Pertahanan dan Keamanan, RM Dewo Broto Joko P, SH, LLM didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Luhur Istighfar,SH.MH dan Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Dr. Sobandi,SH.MH memantau proses sidang online di Pengadilan Negeri Denpasar

Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Luhur Istighfar dalam penjelasannya mengatakan bahwa saat ini SPPTTI (Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi) di Pengadilan Negeri Denpasar dianggap sudah berjalan dengan baik,”jelasnya 

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk di Kepolisian dan Kejaksaan masih terdapat banyak kendala dalam penerapan sistem online, namun saat ini di Kejaksaan Negeri Denpasar pada setiap penanganan perkara diwajibkan memasukan data perkara tersebut dalam sistem aplikasi CMS (Case Management System) karena proses tersebut di pantau langsung oleh Menkopolhukam,”kata Istighfar

Istighfar menambahkan untuk sementara kendala-kendala yang dijumpai dilapangan soal penerapan aplikasi tersebut masih bersifat trial and error, sehingga perlu ada perbaikan dan peningkatan kualitas agar nantinya akan lebih baik, ketika jaksa melaporkan adanya penanganan perkara mulai dari SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sampai dengan eksekusi.

Dalam pemantauan pelaksanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) pada sidang online di Pengadilan Negeri Denpasar, masih sangat memprihatinkan karena menggunakan teknologi yang standar, seperti penggunaan laptop, dan juga sangat tergantung pada koneksi wifi.

Luhur Istighfar juga menerangkan saat pemantauan bersama tim Bappenas di Pengadilan Negeri Denpasar, ketika sidang sedang berlangsung masih banyak dijumpai kendala koneksi internet karena menggunakan wifi,”terangnya

Dengan demikian, secara otomatis koneksi internet yang menggunakan wifi melemah, karena saat ini banyak masyarakat yang menggunakan koneksi internet, maka sidang pun menjadi kendala, baik dari suara (audio) maupun gambar yang berakibat pada kualitas persidangan itu sendiri.

Menurut Humas Pengadilan Negeri Denpasar, Made Pasek,SH.MH, untuk pelayanan sidang online di Pengadilan Negeri Denpasar sudah memenuhi standar yang diharapkan oleh pemerintah, namun masih perlu ditingkatkan sarana dan prasarana termasuk koneksi internet dan perangkat sofware lainnya,”tuturnya

Disisi lain, penasehat hukum Raymond Simamora menyebutkan, bahwa pada kenyataannya pelaksanaan sidang online ini masih banyak kekurangan, dan sangat merugikan bagi penasehat hukum dalam menjalankan hak dan tanggungjawabnya saat melaksanakan pendampingan hukum di ruang sidang di Pengadilan Negeri Denpasar,”jelasnya  

“Pengacara tidak bisa mengeksplor secara maksimal dalam melakukan pembelaannya,” tegas Raymond Simamora

Sedangkan, bagi Iswahyudi Edy P, yang juga mendampingi beberapa perkara di Pengadilan Denpasar, mengatakan sidang online yang diberlakukan masa Covid-19 ini terdapat kekurangan pada saat agenda pembuktian pada sidang Pidana, karena tidak bisa maksimal untuk mencari kebenaran materiil saat­­ persidangan berlangsung,”tandasnya***

Penulis – Bene I Editor – Sonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *