Hasil Visum Pelapor I Wayan Ariana Tidak Terbukti Sakit Tiga Hari, Terdakwa Minta Dibebaskan

PARADISO.CO.ID I DENPASAR – Setelah dituntut hukuman pidana penjara selama 4 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum, terdakwa Raymond Simamora membacakan nota pembelaan, atau pledoi pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa, 26 Desember 2020.

Dalam perkara dugaan kelalaian ini pihak penasehat hukum terdakwa dalam pledoi yang dibacakan terdakwa menyebutkan beberapa poin penting diantaranya, bahwa JPU tidak memiliki alat bukti yang cukup, penyitaan alat bukti yang diragukan orisinalitasnya, tidak dilakukan rekontruksi sebagai alat bukti di pengadilan, hasil visum tidak sesuai fakta yang ada yang mana korban ketika datang ke Rumah Sakit dalam keadaan sadar atau tidak pinsan, dan selesai visum pun pulang dalam keadaan baik, dan tidak ada resep dokter serta tidak diopname, maka dengan ini tidak terpenuhi unsur-unsur pasal 360 ayat 2 KUHP salah satunya “terhalang untuk melakukan pekerjaan’’.

Dengan demikian arti visum tersebut korban tidak terhalang melakukan pekerjaan, sementara, JPU tidak menguraikan unsur-unsur dengan lengkap, JPU hanya menerangkan dua unsur saja, seharusnya 3 unsur sesuai dengan ketentuan pasal 360 ayat 2 KUHP.

Pada pledoi disebutkan juga bahwa JPU tidak bisa membuktikan pasal 351 ayat 1 KUHP, di mana sebelumnya JPU telah mendakwa terdakwa dengan pasal tersebut sehingga terdakwa harus ditahan. Dengan demikian, hak-hak terdakwa dilanggar dengan diterapkan pasal tersebut oleh JPU.”Artinya ada yang tidak sinkron pada penggunaan pasal oleh JPU antara pasal 351 ayat 1 KUHP dengan pasal 360 ayat 2 KUHP,”pungkas Raymond

Hal lain yang diungkap terdakwa saat membaca pembelaannya menegaskan, bahwa sejak awal proses penyelidikan dan penyidikan Polisi tidak professional karena tidak dilakukan rekontruksi sebagaimana tertuang dalam Perkapolri Nomor 14 Tahun 2012, bahwa hasil rekonstruki itu sebagai alat bukti di Pengadilan.

Sedangkan, mengenai kesimpulan pembelaaan yang dibacakan terdakwa menyebutkan beberapa hal penting seperti, menolak surat tuntutan JPU, menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana dalam dakwaan/tuntutan alternatif Pasal 360 Ayat (2) KUHP, membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan pemidanaan yang diajukan oleh JPU atau menyatakan terdakwa bebas murni (Vrijspraak), membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan pemidanaan yang diajukan oleh JPU atau menyatakan terdakwa pidana percobaan, atau menyatakan dengan perintah untuk tidak ditahan sampai perkara aquo berkekuatan hukum tetap, melakukan rehabilitasi terhadap nama baik dan martabat terdakwa, menyatakan barang bukti 1 unit Sepeda Motor Honda Vario warna putih DK 2707 OY di kembalikan kepada terdakwa Raymond Simamora, menetapkan biaya perkara di tanggung oleh Negara.

Sebelum mengakhiri persidangan hakim yang di ketuai oleh Dr. I Wayan Gede Rumega, SH,.MH menjelaskan soal masa batas waktu penahanan terdakwa akan berakhir pada 12 Januari 2021, dengan demikian sidang putusan direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2021,”ungkapnya.***

Penulis – Bene I Editor – Sonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *