Campari Group dan BHM Peduli Pekerja Pariwisata

PARADISO.CO.ID|KUTA – Bali memang telah mendeklarasikan diri untuk memasuki ‘Bali era baru’ pada 31 Juli 2020 di Peninsula, Nusa Dua lalu. Meski demikian bukan berarti serta merta pariwisata Bali bangkit. Sejumlah pekerja pariwisata masih terus berusaha bertahan hidup di tengah situasi sulit ini. Uluran tangan dari sesama rekan dan juga perusahan mitra menjadi penting di saat pandemi ini.

Adalah Bali Hospitality Movement (BHM) yang hingga kini masih terus bergerak mendata, mencari donatur dan kemudian menyalurkan bantuan kepada rekan-rekannya yang sangat membutuhkan. Kali ini BHM bekerjasama dengan Campari Group, sebuah perusahaan minuman premium asal Italia yang akhirnya mau peduli juga atas pekerja di sektor pariwisata yang terkena dampak pandemi covid. Mengambil tema #Shakenotbroken, BHM bekerjasasama dengan Campari menyelenggarakan event yang berlangsung secara khusus menyasar pelaku pariwisata yang bekerja pada bagian bar di Golden Tulip Jineng Resort – Bali, Kamis (30/7/2020).

OLIVIA SAID – Campari Group National Manager – Indonesia

Hadir pada kesempatan itu sejumlah pekerja bar, para bartender, mixologist, para chef dan juga Olivia Said, selaku Campari Group National Manager – Indonesia. Olivia yang sudah belasan belasan tahun mengabdi di Campari Group ini mengaku senang dan gembira bahwa Campari Group bisa hadir di sini dan bekerjasama dengan BHM membantu sesama yang membutuhkan.

“Kebetulan partner kami adalah para bartender, dan karena Campari ini kan perusahaan minuman sehingga kami dahulukan mereka yang bekerja di bagian bar dan terdampak covid-19,”kata Olivia Said saat ditemui disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Olivia menjelaskan, charity yang digelar Campari untuk pertama kali itu dikemas dengan menggandeng 5 mixologis profesional andalan Bali seperti Panji ( Aperitif Bar ), Aldo Gunawan (40 thieves), Jendra ( Barbacoa ), Agung Ari (Merah Putih) dan Ari Barker ( Bikini Bar) dengan konsep menjual minuman seharga 100 ribu / botol. “Dari 1 Juli – 9 Juli 2020 terjual 100 botol dengan total uang yang terkumpul mencapai 20 juta. Hasil penjualan itu 100 persen kami sumbangkan dalam bentuk sembako,”katanya.

Seperti diketahui Campari adalah minuman beralkohol dan dikategorikan sebagai minuman pahit atau bitters yang dibuat dengan merendam campuran rempah-rempah rahasia dalam alkohol. Minuman ini berasal dari Italia dan pertama kali dibuat oleh Gaspare Campari pada tahun 1860. Ketika itu, Gaspare Campari masih berumur 14 tahun tetapi sudah menjadi ahli pembuat minuman di Bar Bass di Turin. Gaspare membuat minuman ini dari minimal 60 jenis rempah-rempah, kulit pohon dan kulit buah dan menamakannya Bitter all’so d’Hollandia. Gaspare lalu mengizinkan para pemilik bar di Italia utara dan Prancis selatan untuk menjual minuman hasil racikannya tetapi mereka harus memasang tanda “Minuman Pahit Campari”. Campari merupakan sejenis aperitif yang sering kali diminum bersama sodajus jeruk atau sebagai campuran dalam minuman.

Campari kini perlahan namun pasti mulai merajai bar atau restoran ‘premium’ di Indonesia. Olivia memastikan bahwa setiap restoran atau bar pasti menyediakan produk campari. Product Campari kini dapat dijumpai di berbagai kota di Indonesia dengan suply terbesar tentu berada di Bali, Jakarta dan Surabaya.

Soal peduli pada masyarakat, Campari akan terus bergerak dan peduli. Tahap selanjutnya menurut wanita asal Ambon ini menjelaskan bukan tidak mungkin mereka akan membagikan sembako ke pihak lainnya. “Ada sih rencana akan melakukan kegiatan lagi pada pertengahan Agustus dan September,” kata Olivia.

Sementara itu Jack, perwakilan dari BHM menambahkan kegiatan ini cukup membantu meringankan mereka yang terkena dampak covid-19. Ia juga merasa khawatir, meski telah dikatakan new normal tapi beberapa outlet telah memberikan isyarat akan menutup usaha jika kondisi ini masih terus berlangsung. “Outlet akan banyak yang tutup meski telah dikatakan new normal sebab kunjungan wisatawan mancanegara masih belum ada sedangkan operasional mereka cukup tinggi,”terang Jack.

Jack juga berharap semua ini segera berlalu dan pariwisata Bali bisa bangkit kembali. “Covid ini melumpuhkan semua aspek jadi saya dan kami berharap semoga segera berlalu,”tutupnya.***

Editor – Igo Kleden

Igo Kleden

Igo Kleden

I am journalist...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *