Home News Gubernur Koster: Ekonomi Bali Sangat Terpukul Akibat Covid19

Gubernur Koster: Ekonomi Bali Sangat Terpukul Akibat Covid19

by Igo Kleden

DENPASAR|PARADISO.CO.ID – Gubernur Bali, Wayan Koster di sela-sela menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 di Provinsi Bali, Kamis (14/1) di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Sanur Kauh, Kota Denpasar mengatakan bahwa ekonomi Bali memang terpukul akibat Covid19.

“Kita lihat semua pariwisata Bali dan ekonomi Bali sangat terpukul akibat pandemi ini, sehingga kita berdoa agar pandemi ini berakhir, kegiatan vaksin berjalan lancar, masyarakat kita sehat, dan kita semua bisa kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Provinsi Bali,” ujar Gubernur Koster.

Koster menegaskan Bali menjadi prioritas dalam penanganan Covid-19, karena Bali menjadi destinasi pariwisata dunia. Untuk itu, Pemerintah Pusat sudah menyiapkan porsi yang cukup banyak vaksinnya untuk Bali dengan harapan besar Pandemi Covid-19 ini berakhir, dan kita bisa kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Provinsi Bali.

Seperti disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi beberapa waktu lalu, akibat pandemi, perekonomian Bali terkena imbasnya. Mengingat sebagian besar ekonomi Bali berasal dari sektor pariwisata dan juga Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Bali juga terpaksa harus mengalami minus.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali mengalami minus 12,28% di kuartal III-2020 secara tahunan (year on year/yoy).

“Seperti kita ketauhi bahwa dunia mengalami pandemi. Kita di Bali mulai Januari dan merebaknya di Maret ini yang menyebabkan ekonomi Bali. Ekonomi Bali itu sampai terjadi penurunan minus 12,28%. Itu luar biasa yang kita alami. Di mana Bali adalah Pariwisata sebagai penopang utama ekonomi Bali,” ujarnya.

Baca Juga:   Jelang Pelantikan, IGN Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa Ikuti Prosesi "Mejaya-jaya"

Menurut Ni Luh, minusnya ekonomi Bali tidak terlepas dari tiarapnya aktivitas pariwisata. Apalagi, bandara-bandara tempat keluar masuknya wisatawan juga sempat ditutup.***

Editor – Igo Kleden

Berita Terkait

Leave a Comment