Masuk Dunia Lain di De Djawatan Banyuwangi

Banyuwangi (Paradiso) – Masa New Normal di masa pandemi covid-19 saat ini sejumlah tempat wisata di Banyuwangi telah dibuka. Salah satunya De Djawatan, Desa Benculuk, Banyuwangi – Jawa Timur. Protokol kesehatan seperti pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker, penyediaan desinfektan dan juga menjaga jarak menjadi prioritas utama bagi pengunjung.

Suhartono, Junior Manager Bisnis Perhutani KPH Banyuwangi mengatakan de Djawatan baru buka lagi pada 16 Juli, tentunya setelah melewati tahap uji coba dan simulasi dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Di pintu masuk sudah ada petugas yang akan melakukan pengecekan suhu tubuh, kalau ada wisatawan yang sakit atau suhu tubuh lebih dari 37 derajat celcius, kami sudah sediakan ruang isolasi.

“Selain itu, pengunjung diwajibkan memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Kalau ada yang bandel tidak memakai masker, ya terpaksa kami keluarkan,” ungkap Suhartono belum lama ini.

Memasuki destinasi wisata de Djawatan pengunjung serasa masuk kedunia lain. Pohon-pohon besar dengan cabang-cabang yang meliuk serasa masuk ke alam magis dalam karya-karya fiksi. De Djawatan sendiri merupakan kantor Perhutani Banyuwangi Selatan yang berdiri sejak jaman penjajahan Belanda. Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp5 ribu saja per orang.

Bentuk batang dan daun yang unik seolah mengingatkan kita pada film yang populer Lord of the Ring. Jadi bukan hal yang aneh kalau salah satu spot di Banyuwangi ini jadi viral di dunia maya.

Pemandangan menarik pohon-pohon jenis trembesi yang berjajar rapi di pinggir jalan, membuat Jawatan Benculuk jadi sebuah spot favorit untuk berselfie para pengunjung. Pohon-pohon trembesi inilah yang menjadi daya tarik utama De Djawatan di mata wisatawan. Pohon tersebut sudah berusia ratusan tahun.

Selain instagramable, fasilitas di Jawatan Benculuk juga cukup lengkap. Mulai dari tempat sampah, kamar mandi, cafe hingga musolah sudah tersedia semua.

Selain itu banyak fasilitas baru dibuat pihak Perhutani untuk menambah daya tarik, misalnya saja ayunan, gapura selfie hingga payung-payung untuk memanjakan pengunjung.

Terdapat sejumlah akvitas yang layak dicoba, mulai dari rumah pohon, melihat sarang kelelawar, hingga bermain ATV. Bila punya budget berlebih, wisatawan dapat mengelilingi tempat ini menggunakan delman. Tarifnya dibanderol Rp50 ribu untuk satu kali putaran.

Jangan lupa mampir ke cafe De Djawatan yang menyuguhkan beragam olahan kopi khas Banyuwangi. Salah satu menu favorit di tempat ini adalah olahan es kopi madu. Rasanya sangat menyegarkan, cocok untuk melepas dahaga setelah puas berburu foto instagramable.

De Djawatan yang memiliki luas lahan sekitar 3,8 hektar ini menciptakan udara sejuk berkat rindangnya ratusan pohon menciptakan payung alami berwarna hijau melindungi pengunjung dari terik panas sinar matahari.

Pohon-pohon di sini juga terlihat ditanam atau ditata dengan rapi sehingga makin memberikan keelokan tersendiri.

Selain pohon Trembesi, beberapa pohon lain yang menghiasi Djawatan ini adalah pohon Jati yang kebanyakn telah berusia puluhan tahun, tanaman Wesah yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit lambung, jamur Kepong, tanaman Santinet dengan buah kemerahannya, dan ada juga kelengkeng yang digunakan sebagai penangkal banjir.

Yang lebih mengesankan lagi, rumput-rumput yang ditanam di wilayah ini ternyata memiliki kualitas tinggi, jadi anda tidak perlu takut untuk duduk-duduk di atasnya atau malah tiduran sembari menikmati semilir angin dan pesona hijau dari hutan mini di sekeliling anda.

DJawatan Benculuk juga menjadi rumah bagi ribuan kelelawar. Hewan malam ini tinggal di bangunan lama yang dulu difungsikan sebagai pengelolaan Kereta Api, dan terkadang keluar saat sore hari juga untuk mencari makan.

Hutan lindung mini ini juga sering dipakai untuk keperluan foto pre-wedding ataupun kegiatan syuting tv maupun film.

Menuju lokasi de Djawatan Benculuk tidak susah karena tempatnya yang berada di tengah kota memudahkan wisatawan mengaksesnya, baik dengan kendaraan pribadi maupun trasnportasi umum. Wisatawan dari kota Banyuwangi bisa menuju Srono langsung Benculuk Jawatan (sebelum pertigaan Benculuk jalan menuju Grajakan). Apabila dari Genteng menuju Jajak langsung Benculuk Jawatan (sebelum pertigaan Benculuk jalan menuju Grajakan). Gerbang Jawatan berada 50 m dari jalan raya Jember-Banyuwangi.

Nah siapkah Anda berlibur ke de Djawatan Benculuk, jangan lupa membawa kamera, siapkan tikar atau alas untuk berpiknik, awasi saat anak-anak bermain karena tempat ini lumayan luas dan jangan membuang sampah sembarangan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *