New Normal, Keraton Cirebon Siap Sambut Wisatawan

Cirebon, Jawa Barat (Paradiso) – Keraton Kasepuhan Cirebon siap menyambut wisatawan di kondisi New Normal saat ini. Setelah tiga bulan lamanya ditutup selama pandemi covid 19, kini Keraton Kasepuhan Cirebon telah dibuka kembali tentunya dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Wandi Sofyan menegaskan bahwa Kota Cirebon sangat memperhatikan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata khususnya di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Kami terapkan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata Kota Cirebon. Ada program ‘3M’ yang terdiri dari Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Seluruh langkah protokol ini dilakukan karena potensi wisatawan berasal dari kawasan zona merah,” jelas Wandi Sofyan kepada peserta event Press Tour & Seminar Series Cirebon, Kuningan dan Bandung, Kamis (27/08/2020).

 

Wandi menambahkan, dalam rangka mendukung digitalisasi pariwisata di Kota Cirebon, diluncurkan sebuah aplikasi yang dapat memudahkan wisatawan meng-update informasi pariwisata Kota Cirebon yang bernama Cirebon Wistakon yang dapat di-install via Google Play Store.

Kota Cirebon sendiri selama ini telah dikenal sebagai salah satu kota di Jawa Barat yang masih kental unsur sejarah dan budayanya. Terlebih, wilayah ini merupakan bagian dari sebuah Kasepuhan Cirebon yang masih memegang erat kebudayaannya secara turun temurun hingga kini.

Dijelaskan oleh Raden Muhammad Hafid Permadi, Kepala Bagian Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon bahwa terdapat empat struktur utama yang menyangga berdiri kokohnya Kasepuhan Cirebon ini.

“Ada empat struktur utama yang menjadi penyangga kokohnya Kasepuhan Cirebon ini, yaitu Masjid sebagai pusat dakwah dan pendidikan masyarakat, Pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat, Alun-alun sebagai pusat aktifitas seni dan budaya masyarakat serta Keraton sebagai pusat pemerintahan Keraton,” jelasnya

Dengan sentralnya peranan Keraton Kasepuhan Cirebon ini di tengah masyarakat, tentu sangat pantas bila Keraton yang arsitektur gedung-gedungnya terpengaruh sentuhan khas Jawa Kuno dan Eropa ini, dianggap sebagai simbol kebangkitan pariwisata Kota Cirebon.

Dan guna tetap menjaga arsitektur dan kondisi bangunannya, selain dilakukan perawatan bangunan secara rutin yang juga menggandeng berbagai pihak lain untuk dapat berkolaborasi melestarikan peninggalan sejarah dan budaya serta tidak ketinggalan kolaborasi program pendukung penerapan protokol kesehatan di  Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Saat ini ada beragam Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta dan BUMN guna membantu melestarikan bangunan Keraton serta mendukung fasilitas protokol kesehatan, seperti misalnya dengan penyediaan wastafel portable di berbagai titik di Keraton,” pungkasnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *